Indonesia Masih Hadapi Tantangan Adopsi Motor Listrik
02 November 2026, 15:54 WIB
Pemeran Mr Bean tersangka penyebab lambatnya adopsi mobil listrik di Inggris karena pandangannya yang berbeda
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Rowan Atkinson, pemeran Mr Bean tersangka penyebab lambatnya adopsi mobil listrik di Inggris. Namanya bahkan disebutkan dalam pertemuan komite lingkungan dan perubahan iklim karena menyampaikan pandangan berbeda beberapa waktu lalu.
Pada 3 Juni 2023, dirinya sempat memberikan komentar tentang mobil listrik di The Guardian. Dalam tulisan itu ia menyebut Electric Vehicle bukanlah obat untuk lingkungan seperti yang selama ini digembar-gemborkan.
Menurutnya kendaraan listrik tetap memiliki dampak lingkungan terutama dari proses produksi, penggunaan bahan bakar alternatif hingga siklus hidup sebuah mobil. Ia pun menyebut bahwa bulan madu dengan Electric Vehicle juga segera berakhir.
Dilansir dari Sky News tulisan itu pun dinilai menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi pemerintah Inggris dalam menghentikan penggunakan mobil konvensional. Padahal negara tersebut memiliki target menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel pada 2035.
“Sayang pemeriksaan fakta tidak pernah menjangkau khalayak sebanyak klaim palsu. Sehingga perlu adanya standar editorial tinggi yang tinggi seputar transisi net zero emission,” ungkap Green Alliance dalam pertemuan tersebut.
Meski demikian mereka mengakui bahwa kendaraan listrik masih memiliki banyak tantangan untuk berkembang. Ada banyak alasan seperti kurangnya jumlah titik pengisian daya, harga mobil masih mahal dan konsistensi pemerintah sehingga adopsi Electric Vehicle terhambat.
Tahun lalu pemerintah Inggris telah mengumumkan akan menunda larangan penjualan mobil bensin serta solar menjadi di 2035. Langkah tersebut diambil karena dinilai lebih realistis dan mengurangi risiko penolakangan dari sektor industri.
Sementara di Indonesia pemerintah menargetkan menghentikan penjualan kendaraan bensin secara bertahap. Sepeda motor bensin akan dilarang dijual pada 2040 sementara mobil dilakukan pada 2050.
Oleh sebab itu pemerintah akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air dalam berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memberikan beragam insentif pada pelanggan electric vehicle.
Tak hanya itu, pabrikan listrik kendaraan dunia seperti BYD juga diundang untuk berinvestasi di Indonesia melalui beragam kemudahan. Dengan demikian diharapkan perkembangan Electric Vehicle bisa lebih cepat terwujud.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 November 2026, 15:54 WIB
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
03 November 2026, 17:00 WIB
Merek Tiongkok lain berpeluang ikut menghadirkan pengisian daya ultra cepat mirip BYD Flash Charging di RI
03 November 2026, 15:00 WIB
Strategi hadapi tantangan penjualan, Lexus bakal merakit model SUV listrik di Tiongkok mulai tahun depan
03 November 2026, 13:00 WIB
BYD sampai Hyundai menjadi salah satu merek mobil yang paling digandrungi oleh generasi Z maupun milenial
03 November 2026, 11:00 WIB
Respons konsumen masih tunjukkan tren positif, AISI bidik penjualan motor baru 6,5 juta unit di akhir 2026
03 November 2026, 09:00 WIB
Bapenda DKI Jakarta menggelar pemutihan pajak kendaraan bermotor sejak Senin (02/11) guna meringankan warga
03 November 2026, 07:00 WIB
MG Motor Indonesia menyatakan penjualan SUV 5-seater ZS Hybrid+ masih sesuai dengan perkiraan di peluncuran
02 November 2026, 21:03 WIB
Chery Group terus mengembangkan pasar robot humanoid dan sejenisnya untuk pasar luar Tiongkok yakni AiMOGA
02 November 2026, 20:23 WIB
IMX 2026 baru selesai di gelar beberapa waktu lalu, pameran otomotif ini diramaikan dengan berbagai kegiatan