Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perubahan di industri otomotif, termasuk pergeseran dari kendaraan bermesin konvensional ke mobil listrik dan opsi ramah lingkungan lain, hadirkan tantangan tersendiri buat perusahaan asuransi.
Salah satunya adalah tingginya biaya perbaikan dan jumlah bengkel yang dapat menangani mobil listrik belum semasif bengkel mobil konvensional.
Oleh karena itu, biaya klaim asuransi mobil listrik pun disebut cenderung lebih tinggi ketimbang kendaraan konvensional pada umumnya.
Garda Oto sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan, mengakui tren mobil listrik patut jadi perhatian.
Tren penjualan mobil listrik di dalam negeri terbilang positif. Secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) penjualan EV di periode 2025 tembus 103.931 unit.
“Moment of truth bagi asuransi itu adalah, apakah mereka (pengguna mobil listrik) mampu membayar klaim (asuransi) atau tidak,” kata Mulia K. B. Siregar, Technical and Operation Director Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/06).
Lebih lanjut ia menjelaskan, karakteristik risiko kerusakan mobil listrik berbeda dari mobil bensin.
Contohnya, kerusakan pada mobil listrik bisa mencakup motor elektrik dan baterai berkapasitas besar yang tidak ada di kendaraan konvensional.
Baterai sendiri merupakan komponen termahal di mobil listrik. Sehingga biaya perbaikan sampai penggantiannya bisa dipastikan tinggi.
“Secara konsep, preminya harus cukup untuk risikonya. Di sini menjadi menarik, EV menunjukkan claim experience relatif lebih tinggi dari (mobil) ICE,” kata Mulia.
Maka pihaknya merancang strategi baru di tengah pertumbuhan mobil listrik. Termasuk menyesuaikan besaran premi asuransi yang harus dibayarkan oleh pelanggan.
“Tentunya bagaimana kita menjembatani kebutuhan customer, memastikan bahwa kita melakukan pricing yang memadai,” ungkap dia.
Meskipun begitu, Mulia menegaskan populasi mobil listrik masih lebih sedikit dari ICE. Sehingga kebijakan soal asuransi EV pastinya masih akan mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.
“Kita akan masuk dengan calculated risk. Kita juga akan baca bagaimana kompetisi di pasar, memastikan kita memberikan value terbaik kepada pelanggan,” tegas Mulia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan