Tiga Kelebihan Chery Q, Mobil Listrik Praktis Tanpa Range Anxiety
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perubahan di industri otomotif, termasuk pergeseran dari kendaraan bermesin konvensional ke mobil listrik dan opsi ramah lingkungan lain, hadirkan tantangan tersendiri buat perusahaan asuransi.
Salah satunya adalah tingginya biaya perbaikan dan jumlah bengkel yang dapat menangani mobil listrik belum semasif bengkel mobil konvensional.
Oleh karena itu, biaya klaim asuransi mobil listrik pun disebut cenderung lebih tinggi ketimbang kendaraan konvensional pada umumnya.
Garda Oto sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan, mengakui tren mobil listrik patut jadi perhatian.
Tren penjualan mobil listrik di dalam negeri terbilang positif. Secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) penjualan EV di periode 2025 tembus 103.931 unit.
“Moment of truth bagi asuransi itu adalah, apakah mereka (pengguna mobil listrik) mampu membayar klaim (asuransi) atau tidak,” kata Mulia K. B. Siregar, Technical and Operation Director Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/06).
Lebih lanjut ia menjelaskan, karakteristik risiko kerusakan mobil listrik berbeda dari mobil bensin.
Contohnya, kerusakan pada mobil listrik bisa mencakup motor elektrik dan baterai berkapasitas besar yang tidak ada di kendaraan konvensional.
Baterai sendiri merupakan komponen termahal di mobil listrik. Sehingga biaya perbaikan sampai penggantiannya bisa dipastikan tinggi.
“Secara konsep, preminya harus cukup untuk risikonya. Di sini menjadi menarik, EV menunjukkan claim experience relatif lebih tinggi dari (mobil) ICE,” kata Mulia.
Maka pihaknya merancang strategi baru di tengah pertumbuhan mobil listrik. Termasuk menyesuaikan besaran premi asuransi yang harus dibayarkan oleh pelanggan.
“Tentunya bagaimana kita menjembatani kebutuhan customer, memastikan bahwa kita melakukan pricing yang memadai,” ungkap dia.
Meskipun begitu, Mulia menegaskan populasi mobil listrik masih lebih sedikit dari ICE. Sehingga kebijakan soal asuransi EV pastinya masih akan mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.
“Kita akan masuk dengan calculated risk. Kita juga akan baca bagaimana kompetisi di pasar, memastikan kita memberikan value terbaik kepada pelanggan,” tegas Mulia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 19:57 WIB
31 Mei 2026, 07:00 WIB
29 Mei 2026, 21:12 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
28 Mei 2026, 17:00 WIB
Terkini
04 Juni 2026, 09:00 WIB
Jetour T1 i-DM hadir untuk memenuhi kebutuhan mobilitas para konsumen yang tengah mencari mobil PHEV
04 Juni 2026, 07:37 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
04 Juni 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian mengoperasikan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Forwot baru saja merayakan hari jadi yang ke-23 dengan menggelar kompetisi padel diikuti berbagai pihak
03 Juni 2026, 14:03 WIB
Demi memanjakan para konsumen di Indonesia, ada harga khusus untuk pembelian 500 Jetour T1 i-DM pertama
03 Juni 2026, 11:05 WIB
Seres berkolaborasi dengan Volcano Engine untuk menyiapkan mobil baru bermerek Chongqing Saidou Technology
03 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terkini masih dipercaya untuk memecah kemacetan yang terjadi di Ibu Kota pada jam sibuk