Periklindo Akhirnya Sebut Mobil Hybrid Berhak Dapat Insentif
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Perusahaan asuransi sebut klaim kerusakan mobil listrik atau EV lebih tinggi dari kendaraan konvensional
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Perubahan di industri otomotif, termasuk pergeseran dari kendaraan bermesin konvensional ke mobil listrik dan opsi ramah lingkungan lain, hadirkan tantangan tersendiri buat perusahaan asuransi.
Salah satunya adalah tingginya biaya perbaikan dan jumlah bengkel yang dapat menangani mobil listrik belum semasif bengkel mobil konvensional.
Oleh karena itu, biaya klaim asuransi mobil listrik pun disebut cenderung lebih tinggi ketimbang kendaraan konvensional pada umumnya.
Garda Oto sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan, mengakui tren mobil listrik patut jadi perhatian.
Tren penjualan mobil listrik di dalam negeri terbilang positif. Secara wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) penjualan EV di periode 2025 tembus 103.931 unit.
“Moment of truth bagi asuransi itu adalah, apakah mereka (pengguna mobil listrik) mampu membayar klaim (asuransi) atau tidak,” kata Mulia K. B. Siregar, Technical and Operation Director Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/06).
Lebih lanjut ia menjelaskan, karakteristik risiko kerusakan mobil listrik berbeda dari mobil bensin.
Contohnya, kerusakan pada mobil listrik bisa mencakup motor elektrik dan baterai berkapasitas besar yang tidak ada di kendaraan konvensional.
Baterai sendiri merupakan komponen termahal di mobil listrik. Sehingga biaya perbaikan sampai penggantiannya bisa dipastikan tinggi.
“Secara konsep, preminya harus cukup untuk risikonya. Di sini menjadi menarik, EV menunjukkan claim experience relatif lebih tinggi dari (mobil) ICE,” kata Mulia.
Maka pihaknya merancang strategi baru di tengah pertumbuhan mobil listrik. Termasuk menyesuaikan besaran premi asuransi yang harus dibayarkan oleh pelanggan.
“Tentunya bagaimana kita menjembatani kebutuhan customer, memastikan bahwa kita melakukan pricing yang memadai,” ungkap dia.
Meskipun begitu, Mulia menegaskan populasi mobil listrik masih lebih sedikit dari ICE. Sehingga kebijakan soal asuransi EV pastinya masih akan mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu.
“Kita akan masuk dengan calculated risk. Kita juga akan baca bagaimana kompetisi di pasar, memastikan kita memberikan value terbaik kepada pelanggan,” tegas Mulia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 Oktober 2026, 09:00 WIB
Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda
29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI), Peugeot Motorcycle kembali hadir di pasar Indonesia
28 Oktober 2026, 23:44 WIB
Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi
28 Oktober 2026, 13:00 WIB
Komponen CVT pada motor matik perlu diperiksa secara berkala, ini gejalanya jika terjadi potensi kerusakan
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026