Honda Akui Penjualan Motor Listriknya Masih Stagnan
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Honda Super One tampaknya sudah semakin dekat ke konsumen Indonesia.
Salah satu unitnya pernah terlihat sedang dites jalan meskipun dibalut kamuflase. Ini bakal jadi mobil listrik kedua dari Honda yang ditawarkan ke dalam negeri.
Sebelumnya Honda telah meluncurkan eN:1 atau yang juga dikenal sebagai HR-V listrik. Namun model tersebut ditawarkan dengan skema sewa.
Honda Super One berpeluang jadi mobil listrik pertama dari PT Honda Prospect Motor (HPM) untuk dijual massal ke pelanggan.
Pihak Honda masih menutup rapat informasi soal harga Super One apabila nanti dihadirkan ke Indonesia.
Namun mobil yang diduga Honda Super One telah terdaftar di laman Samsat PKB Jakarta dengan kode mobil JC6 A EV ZZE.
Di data tersebut Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Honda Super One adalah Rp 257 jutaan.
Angka ini tidak bisa dijadikan acuan banderol akhir, tetapi kemungkinan tidak akan berbeda jauh di rentang Rp 300 juta sampai Rp 400 jutaan.
Jika dilihat dari sisi ukuran atau dimensi, Honda Super One nantinya akan bersaing dengan BYD Atto 1 sampai Wuling BinguoEV.
Tentu harga menjadi faktor penting yang berperan di baliknya. BYD Atto 1 tipe terendah ditawarkan di angka Rp 199 juta.
Sementara Wuling BinguoEV terpaut lebih tinggi mulai dari Rp 363 jutaan on the road Jakarta.
Kehadiran Honda Super One berpotensi kembali menggairahkan persaingan pasar, khususnya di kalangan merek otomotif Jepang.
Mengingat saat ini persentase mobil listrik buatan Negeri Sakura masih lebih sedikit ketimbang produk-produk asal Tiongkok.
Sebagai informasi, Honda Super One sudah diluncurkan di negara asalnya yakni Jepang menjelang akhir Mei 2026.
Disebutkan bahwa harga Honda Super One di sana adalah 3.390.200 yen. Apabila dikonversi ke dalam kurs rupiah maka setara Rp 382,2 jutaan.
Honda Super One ditenagai baterai berkapasitas 29,6 kWh dan menawarkan daya jelajah 274 kilometer dalam sekali pengisian daya (WLTC).
Sementara kapasitas baterai pada mobil listrik serupa lainnya seperti Wuling BinguoEV lebih besar. Varian long range pakai baterai 31,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 333 kilometer.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Juli 2026, 09:47 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 21:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi tempat dan persyaratan lengkapnya
20 Juli 2026, 22:01 WIB
Mario Aji tengah fokus menjalani masa pemulihan usai cedera, ia ingin kondisi fisiknya kembali prima di Inggris