BYD Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Jualan Masih Lancar

BYD membantah secara keras tudingan Pentagon kalau mereka merupakan perusahaan yang terafiliasi militer Cina

BYD Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Jualan Masih Lancar
Satrio Adhy

KatadataOTO – Baru-baru ini Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengeluarkan daftar hitam, mengenai perusahaan yang dituduh memberikan dukungan kepada militer Cina.

Dokumen tersebut diberi nama ‘Entitas yang Diidentifikasi Sebagai Perusahaan Militer Cina yang Beroperasi di Amerika Serikat’ oleh Pentagon.

Menariknya, BYD masuk menjadi perusahaan diwaspadai oleh Departemen Pertahanan di Negeri Paman Sam tersebut.

Selain itu masih ada beberapa perusahaan yang dituduh memberi dukungan kepada pemerintah Tiongkok, seperti Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai sampai Robosense.

BYD
Photo: BYD

Pentagon menilai bahwa seluruh perusahaan di atas, merupakan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Lebih jauh disebutkan bahwa BYD berafiliasi dengan SASAC (Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara Cina).

“BYD merupakan kontributor militer-sipil terhadap basis industri pertahanan Cina karena berafiliasi dengan MIIT dan berlokasi atau berafiliasi dengan zona perusahaan fusi militer-sipil,” tulis laporan Carnewschina, Kamis (11/06).

Tentu dokumen Pentagon ini membuat sebagian pihak terkejut. Sebab hal tersebut dapat mendorong hubungan Amerika dan Cina semakin memanas.

Sedangkan sejumlah pihak menilai tudingan tersebut tidak memiliki dasar seperti yang dilontarkan oleh BYD.

Jenama asal Cina itu membantah dokumen dari Pentagon. Mereka langsung memberikan klarifikasi.

Dalam dokumen terbaru yang diajukan ke Bursa Efek Hong Kong, BYD menegaskan mereka bukanlah perusahaan militer Cina.

Produsen mobil listrik ini juga tidak mengamini tuduhan, bahwa mereka merupakan perusahaan militer-sipil yang berkontribusi terhadap basis industri pertahanan di sana.

“Perusahaan menganggap bahwa tidak ada pembenaran untuk dimasukkannya perusahaan ke dalam daftar CMC (Perusahaan Militer Cina),” tutur BYD.

Menurut BYD, dokumen dibuat oleh Pentagon bukanlah daftar sanksi. Oleh sebab itu, tidak bakal memengaruhi operasi bisnis mereka.

Situasi tersebut tidak akan melarang siapa pun, untuk melakukan transaksi bisnis serta memboyong mobil listrik BYD.

Nio Firefly Setir Kanan Meluncur, Harga Rp 400 Jutaan
Photo: CnEVPost

Nio Siap Tempuh Jalur Hukum

Hal berbeda justru ditunjukkan oleh Nio. Produsen Electric Vehicle (EV) ini menolak secara lantang tuduhan Pentagon.

Bahkan mereka mengklaim akan secara aktif berkomunikasi dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Hal ini untuk meminta koreksi atas tudingan itu.

Terakhir Nio juga tidak menutup kemungkinan menempuh upaya hukum, demi melindungi kepentingan pemegang saham.


Terkini

motor
QJMotor

QJMotor Hadirkan Program Khusus Penggoda Pengunjung PRJ 2026

Pada pameran Pekan Raya Jakarta 2026, QJMotor merilis perluasan program yang telah sukses sebelumnya

motor
Yamaha

Yamaha MX King 150 Edisi Livery Prima Pramac Hanya Ada 2.000 Unit

Yamaha MX King 150 Prima Pramac livery hadir untuk memenuhi kebutuhan para penggemar Toprak di MotoGP

mobil
Penjualan Mobil

Tren Penurunan Penjualan Mobil Baru di 2026 Masih Akan Berlanjut

Penjualan mobil kembali mengalami penurunan di Mei 2026, lonjakan harga BBM bakal ikut memberikan tekanan

news
SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung 12 Juni 2026, Beroperasi Sejak Pagi

Kepolisian tidak mengendurkan layanan seperti SIM keliling Bandung, hal ini dilakukan demi melayani pengendara

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Diawasi ETLE Statis Maupun Mobile

Denda Ganjil Genap Jakarta cukup besar, sehingga para pengguna jalan protokol khususnya harus lebih waspada

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Akhir Pekan, Hari Ini 12 Juni

SIM keliling Jakarta masih beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini 12 Juni 2026, jangan sampai terlewat

motor
Kawasaki

Dua Motor Baru Kawasaki Meluncur di PRJ 2026, Ada Penantang Vario

Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen

otosport
Veda Ega Pratama

Cara Veda Ega Isi Waktu Luang Saat Tidak Balapan

Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional