Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Airlangga Hartarto meminta kepada para produsen kendaraan roda empat buat lokalisasi baterai mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia terus menggenjot pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Seperti dilakukan Airlangga Hartarto selaku Menko Perekonomian (Menteri Koordinator Perekonomian).
Dia meminta kepada para produsen kendaraan roda empat buat melakukan investasi. Salah satunya dengan lokalisasi baterai mobil listrik di Indonesia.
Sebab Airlangga Hartarto menilai kalau Tanah Air memiliki potensi besar menjadi bagian dari rantai pasok global penampung daya kendaraan setrum sebagai hilirisasi mineral, seperti nikel, aluminum sampai tembaga.
Lebih jauh Menko Perekonomian menjelaskan kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil listrik di kawasan Asia Tenggara serta Australia.
“Kami mendorong produsen mobil listrik untuk segera melakukan pendalaman struktur sekaligus merangsang pasar domestik agar terus tumbuh,” ungkap Airlangga di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Lebih jauh Menko Perekonomian memastikan kalau pemerintah bakal mendukung para produsen otomotif yang ingin berinvestasi melalui lokalisasi baterai mobil listrik.
Sebagai informasi Presiden Jokowi telah menekan beberapa kebijakan guna merealisasikan hal di atas. Seperti melalui insentif bea masuk atas impor KBLBB roda empat sebesar nol persen.
Baik dalam bentuk utuh atau CBU (Completely Built Up) maupun terurai lengkap CKD (Completely Knocked Down).
Lalu terdapat insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk KBLBB roda empat dalam rangka percepatan investasi industri di Indonesia.
Kini sudah ada beberapa pabrikan yang berniat lokalisasi baterai mobil listrik. Seperti dilontarkan Zeng Shuo, Assistant President Director PT CSI (Chery Sales Indonesia).
“Buat memperdalam lokalisasi Chery, kami berkomitmen membawa lebih banyak peluang dan pengembangan ke negara ini, kita akan mempertimbangkan untuk menggunakan baterai berbasis nikel,” ungkap Zeng Shuo.
Di kesempatan yang sama Qu Jizong, Executive Vice President PT CSI mengatakan kalau pemerintah mewajibkan perusahaan menggunakan baterai berbasis nikel, sebagai salah satu syarat mendapatkan subsidi mobil listrik.
“Sebenarnya kami sudah memiliki rencana, Chery akan memakai sumber daya lokal guna mencoba membantu pembangunan, Jadi sekarang baterai kita adalah FLP lalu sedang menyesuaikan (beralih ke nikel) secara bertahap,” ucap Qu Jizong.
Sekadar informasi Chery Omoda E5 telah mengantongi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) lebih dari 40 persen. Mobil listrik tersebut diproduksi secara lokal oleh PT Handal Indonesia Motor berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk memberikan efek jera, besaran denda jika melanggar Ganjil Genap Jakarta ditetapkan sebesar Rp 500 ribu
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini, bisa mendatangi SIM keliling Bandung di dua lokasi
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak daftar lokasinya
19 Agustus 2026, 21:00 WIB
IMHAX 2026 digelar 3 - 6 September 2026 menghadirkan deretan apparel mulai dari brand lokal hingga impor
19 Agustus 2026, 20:13 WIB
Diler baru Omoda & Jaecoo memiliki fasilitas untuk melayani konsumen di wilayah Tangerang dan sekitarnya
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
OLXmobbi mengklaim bahwa selama pameran GIIAS 2026, penjualan mobil bekas meningkat dibandingkan tahun lalu
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Wholesales mobil hybrid yang mencakup PHEV dan HEV turun di periode Juli 2026, Toyota masih terlaris
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
Saat ini insentif motor listrik belum dicairkan kepada masyarakat karena masih menunggu penerbitan PMK