Kebakaran Saat Pengisian Daya EV Belum Tentu Disebabkan Baterai
21 Desember 2025, 13:00 WIB
Menteri Perindustrian tegaskan mobil hybrid tidak dapat subsidi pemerintah karena mengincar investasi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menegaskan bahwa mobil hybrid tidak dapat insentif kendaraan listrik. Menurutnya teknologi tersebut belum masuk ke dalam ekosistem yang tengah dikembangkan.
Hal ini ia sampaikan saat pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2023 beberapa waktu lalu. Ditegaskan bahwa mobil hybrid tidak mendapat bantuan subsidi pemerintah.
“Hybrid bukan ekosistem (kendaraan listrik). Ekosistem yang Indonesia miliki adalah baterai dan nikel sehingga tengah kami dorong,” ungkapnya (10/03).
Ia pun menambahkan bahwa alasan pemerintah memberikan bantuan pembelian adalah untuk mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya ada banyak negara memberikan insentif sehingga beragam pun tertarik berinvestasi.
“Kami harap dengan adanya percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik maka akan menarik investasi. Beragam pihak sudah diajak bicara dan mereka menunggu regulasi yang lebih kompetitif,” tegasnya.
Sayangnya besaran insentif untuk mobil listrik hingga kini masih belum disampaikan. Padahal yang berhak mendapat bantuan terbilang kecil yaitu hanya 39.500 unit atau 3.95 persen dari total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.
“Pengumuman besaran insentif untuk mobil listrik diumumkan pada tanggal 20-an. Berlaku untuk 39.500 unit,” tegasnya.
Electric vehicle yang mendapat subsidi pun tidaklah sembarangan karena ada beberapa aturan harus dipenuhi. Salah satunya adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 40 persen atau lebih dan produsen tidak menaikkan harga sampai Desember 2023.
Selain itu pembelinya pun dibatasi yaitu satu orang hanya boleh membeli sebanyak satu unit. Pembatasan dilakukan dengan menyesuaikan antara Nomor Induk Kependudukan serta Vehicle Identification Number (VIN).
Melihat ketatnya aturan tersebut maka tak semua pabrikan berkesempatan mendapat skema tersebut. Pasalnya saat ini baru Hyundai, Wuling dan DFSK yang telah memproduksi electric vehicle di Tanah Air.
Hyundai masih mengandalkan Ioniq 5 sejak 2022. Mobil ini memiliki desain futuristik berkat lampu utama Parametric Pixel LED Headlamps serta Front Center Garnish Hidden LED.
Sementara Wuling memiliki Air ev merupakan mobil listrik termurah karena banyak keunikan dibanding model lain. Salah satunya adalah hilangnya kunci serta tombol engine start dan menggantinya dengan proses baru.
DFSK menjadi pabrikan terbaru yang memproduksi melalui Gelora E. Kendaraan ini akan mengincar pasar fleet.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Desember 2025, 13:00 WIB
04 Desember 2025, 19:00 WIB
20 November 2025, 08:00 WIB
05 November 2025, 07:00 WIB
30 September 2025, 17:30 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya