EV Farizon SV Masuk ke Sektor Transportasi Antar Kota
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Menteri Perindustrian tegaskan mobil hybrid tidak dapat subsidi pemerintah karena mengincar investasi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menegaskan bahwa mobil hybrid tidak dapat insentif kendaraan listrik. Menurutnya teknologi tersebut belum masuk ke dalam ekosistem yang tengah dikembangkan.
Hal ini ia sampaikan saat pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2023 beberapa waktu lalu. Ditegaskan bahwa mobil hybrid tidak mendapat bantuan subsidi pemerintah.
“Hybrid bukan ekosistem (kendaraan listrik). Ekosistem yang Indonesia miliki adalah baterai dan nikel sehingga tengah kami dorong,” ungkapnya (10/03).
Ia pun menambahkan bahwa alasan pemerintah memberikan bantuan pembelian adalah untuk mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya ada banyak negara memberikan insentif sehingga beragam pun tertarik berinvestasi.
“Kami harap dengan adanya percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik maka akan menarik investasi. Beragam pihak sudah diajak bicara dan mereka menunggu regulasi yang lebih kompetitif,” tegasnya.
Sayangnya besaran insentif untuk mobil listrik hingga kini masih belum disampaikan. Padahal yang berhak mendapat bantuan terbilang kecil yaitu hanya 39.500 unit atau 3.95 persen dari total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.
“Pengumuman besaran insentif untuk mobil listrik diumumkan pada tanggal 20-an. Berlaku untuk 39.500 unit,” tegasnya.
Electric vehicle yang mendapat subsidi pun tidaklah sembarangan karena ada beberapa aturan harus dipenuhi. Salah satunya adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 40 persen atau lebih dan produsen tidak menaikkan harga sampai Desember 2023.
Selain itu pembelinya pun dibatasi yaitu satu orang hanya boleh membeli sebanyak satu unit. Pembatasan dilakukan dengan menyesuaikan antara Nomor Induk Kependudukan serta Vehicle Identification Number (VIN).
Melihat ketatnya aturan tersebut maka tak semua pabrikan berkesempatan mendapat skema tersebut. Pasalnya saat ini baru Hyundai, Wuling dan DFSK yang telah memproduksi electric vehicle di Tanah Air.
Hyundai masih mengandalkan Ioniq 5 sejak 2022. Mobil ini memiliki desain futuristik berkat lampu utama Parametric Pixel LED Headlamps serta Front Center Garnish Hidden LED.
Sementara Wuling memiliki Air ev merupakan mobil listrik termurah karena banyak keunikan dibanding model lain. Salah satunya adalah hilangnya kunci serta tombol engine start dan menggantinya dengan proses baru.
DFSK menjadi pabrikan terbaru yang memproduksi melalui Gelora E. Kendaraan ini akan mengincar pasar fleet.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 16:27 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir