Voltron Siap Layani Pemudik yang Pakai Mobil Listrik
25 Februari 2025, 23:00 WIB
Menteri Perindustrian tegaskan mobil hybrid tidak dapat subsidi pemerintah karena mengincar investasi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menegaskan bahwa mobil hybrid tidak dapat insentif kendaraan listrik. Menurutnya teknologi tersebut belum masuk ke dalam ekosistem yang tengah dikembangkan.
Hal ini ia sampaikan saat pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2023 beberapa waktu lalu. Ditegaskan bahwa mobil hybrid tidak mendapat bantuan subsidi pemerintah.
“Hybrid bukan ekosistem (kendaraan listrik). Ekosistem yang Indonesia miliki adalah baterai dan nikel sehingga tengah kami dorong,” ungkapnya (10/03).
Ia pun menambahkan bahwa alasan pemerintah memberikan bantuan pembelian adalah untuk mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya ada banyak negara memberikan insentif sehingga beragam pun tertarik berinvestasi.
“Kami harap dengan adanya percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik maka akan menarik investasi. Beragam pihak sudah diajak bicara dan mereka menunggu regulasi yang lebih kompetitif,” tegasnya.
Sayangnya besaran insentif untuk mobil listrik hingga kini masih belum disampaikan. Padahal yang berhak mendapat bantuan terbilang kecil yaitu hanya 39.500 unit atau 3.95 persen dari total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.
“Pengumuman besaran insentif untuk mobil listrik diumumkan pada tanggal 20-an. Berlaku untuk 39.500 unit,” tegasnya.
Electric vehicle yang mendapat subsidi pun tidaklah sembarangan karena ada beberapa aturan harus dipenuhi. Salah satunya adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 40 persen atau lebih dan produsen tidak menaikkan harga sampai Desember 2023.
Selain itu pembelinya pun dibatasi yaitu satu orang hanya boleh membeli sebanyak satu unit. Pembatasan dilakukan dengan menyesuaikan antara Nomor Induk Kependudukan serta Vehicle Identification Number (VIN).
Melihat ketatnya aturan tersebut maka tak semua pabrikan berkesempatan mendapat skema tersebut. Pasalnya saat ini baru Hyundai, Wuling dan DFSK yang telah memproduksi electric vehicle di Tanah Air.
Hyundai masih mengandalkan Ioniq 5 sejak 2022. Mobil ini memiliki desain futuristik berkat lampu utama Parametric Pixel LED Headlamps serta Front Center Garnish Hidden LED.
Sementara Wuling memiliki Air ev merupakan mobil listrik termurah karena banyak keunikan dibanding model lain. Salah satunya adalah hilangnya kunci serta tombol engine start dan menggantinya dengan proses baru.
DFSK menjadi pabrikan terbaru yang memproduksi melalui Gelora E. Kendaraan ini akan mengincar pasar fleet.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Februari 2025, 23:00 WIB
20 Februari 2025, 18:06 WIB
18 Februari 2025, 22:30 WIB
14 Februari 2025, 18:00 WIB
12 Februari 2025, 23:15 WIB
Terkini
04 April 2025, 08:00 WIB
Kondisinya semakin membaik, Jorge Martin bersiap kembali berlaga membela Aprilia di MotoGP Qatar 2025
04 April 2025, 06:00 WIB
Versi terbaru dari Hyundai Ioniq 6 resmi dirilis di negara asalnya, varian N Line hadir menambah pilihan
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia