Hyundai Sambut Wacana Insentif Khusus Buat EV dengan Baterai Nikel
08 Januari 2026, 12:00 WIB
Menteri Perindustrian tegaskan mobil hybrid tidak dapat subsidi pemerintah karena mengincar investasi
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian menegaskan bahwa mobil hybrid tidak dapat insentif kendaraan listrik. Menurutnya teknologi tersebut belum masuk ke dalam ekosistem yang tengah dikembangkan.
Hal ini ia sampaikan saat pembukaan Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2023 beberapa waktu lalu. Ditegaskan bahwa mobil hybrid tidak mendapat bantuan subsidi pemerintah.
“Hybrid bukan ekosistem (kendaraan listrik). Ekosistem yang Indonesia miliki adalah baterai dan nikel sehingga tengah kami dorong,” ungkapnya (10/03).
Ia pun menambahkan bahwa alasan pemerintah memberikan bantuan pembelian adalah untuk mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pasalnya ada banyak negara memberikan insentif sehingga beragam pun tertarik berinvestasi.
“Kami harap dengan adanya percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik maka akan menarik investasi. Beragam pihak sudah diajak bicara dan mereka menunggu regulasi yang lebih kompetitif,” tegasnya.
Sayangnya besaran insentif untuk mobil listrik hingga kini masih belum disampaikan. Padahal yang berhak mendapat bantuan terbilang kecil yaitu hanya 39.500 unit atau 3.95 persen dari total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia.
“Pengumuman besaran insentif untuk mobil listrik diumumkan pada tanggal 20-an. Berlaku untuk 39.500 unit,” tegasnya.
Electric vehicle yang mendapat subsidi pun tidaklah sembarangan karena ada beberapa aturan harus dipenuhi. Salah satunya adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai 40 persen atau lebih dan produsen tidak menaikkan harga sampai Desember 2023.
Selain itu pembelinya pun dibatasi yaitu satu orang hanya boleh membeli sebanyak satu unit. Pembatasan dilakukan dengan menyesuaikan antara Nomor Induk Kependudukan serta Vehicle Identification Number (VIN).
Melihat ketatnya aturan tersebut maka tak semua pabrikan berkesempatan mendapat skema tersebut. Pasalnya saat ini baru Hyundai, Wuling dan DFSK yang telah memproduksi electric vehicle di Tanah Air.
Hyundai masih mengandalkan Ioniq 5 sejak 2022. Mobil ini memiliki desain futuristik berkat lampu utama Parametric Pixel LED Headlamps serta Front Center Garnish Hidden LED.
Sementara Wuling memiliki Air ev merupakan mobil listrik termurah karena banyak keunikan dibanding model lain. Salah satunya adalah hilangnya kunci serta tombol engine start dan menggantinya dengan proses baru.
DFSK menjadi pabrikan terbaru yang memproduksi melalui Gelora E. Kendaraan ini akan mengincar pasar fleet.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 12:00 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
04 Desember 2025, 19:00 WIB
20 November 2025, 08:00 WIB
05 November 2025, 07:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai
14 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023
14 Januari 2026, 14:00 WIB
Tidak ada merek asal Korea Selatan Hyundai dalam 20 mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun ini
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
14 Januari 2026, 12:00 WIB
Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian
14 Januari 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil pikap di 2025 tumbuh berkat pemintaan di semester kedua yang terus mengalami peningkatan