Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300
Denny Basudewa

KatadataOTO – Program Koperasi Merah Putih (Kopdes) terus bergulir dan mulai melibatkan produsen Tanah Air.

Terkini Mitsubishi Fuso dan Isuzu sudah mendapatkan pemesanan unit. Namun masih ada pabrikan lain yang berpeluang ikut kerja sama.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) membuka diri untuk melakukan kolaborasi.

“Kalau memang kita menerima perintah dari government, pastinya sebagai perusahaan yang baik harus bilang bisa, menyanggupi,” kata Atsushi Kurita, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam acara media Iftar, Jumat (27/02).

Mitsubishi L300
Photo: Mitsubishi

Lebih jauh ia mengatakan bahwa pabrik mereka di Tanah Air hanya memproduksi satu model pikap. Mitsubishi L300 menjadi satu-satunya sedangkan Triton masih impor dari Thailand.

Ia menjelaskan bahwa L300 memiliki kemampuan andal di berbagai medan jalan Indonesia. Meskipun model tersebut tidak tersedia dalam pilihan 4X4.

Namun dirinya menyakinkan bahwa kapasitas produksi pabrik MMKI (Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia) masih mencukupi.

Meskipun dirinya menyadari bahwa pemerintah tidak mungkin memesan seluruhnya. Dikabarkan beberapa perusahaan sudah dilibatkan.

“Kami belum tahu berapa yang diorder ya, karena tidak mungkin diorder ke Mitsubishi semua,” jelas Kurita.

Kemudian Kurita mengatakan bahwa MMKSI dan PT Agrinas tengah membahas proyek tersebut.

Sekadar mengingatkan bahwa PT Agrinas Pangan Nusantara tengah menjadi sorotan. Hal ini terkait pemesanan 105 ribu unit pikap dan truk dari India.

Mereka berencana melakukan impor CBU ratusan ribu unit dari negeri Bollywood. Atas keputusan tersebut, banyak pihak bereaksi.

Impor dalam jumlah besar yang dilakukan dianggap mencederai industri lokal. Dikarenakan banyak produsen telah memproduksi unit di dalam negeri.

Keputusan impor sendiri diyakini berpeluang memicu PHK besar-besaran di industri otomotif Indonesia.

Mitsubishi Colt L300
Photo: Mitsubishi

Diketahui bahwa kondisi industri otomotif Tanah Air belakangan tengah melambat dan cenderung stagnan.

Dengan melibatkan produsen di dalam negeri, maka bisa membantu menggairahkan kembali industri otomotif nasional.

Pihak KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) memperkirakan bahwa produksi pikap dalam jumlah 105 ribu unit di Tanah Air, mampu menyerap setidaknya 10 ribu tenaga kerja baru.


Terkini

motor
Yadea GT80

Motor Listrik Yadea Ditantang Buktikan Kemampuan Jarak Tempuh

Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh

mobil
BYD Atto 1

10 Mobil Listrik Terlaris September 2026: EV Mungil Diminati

Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales

mobil
New Danza D9

BYD Bersiap Hadapi Mandatori TKDN 60 Persen di 2027

BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan

otosport
BYD

Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua

BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit

otosport
Marc Marquez

Bos Ducati Puji Marc Marquez Meski Finis Keenam di Mandalika

Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi

mobil
Baterai Mobil Listrik

BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang

Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan

mobil
Wuling Aira ev

10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh

BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026

mobil
BYD

Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru

Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama