Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Mitsubishi Motors berpotensi tidak ikut merger Nissan dan Honda karena kecilnya kepemilikan saham di perusahaan induk
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Mitsubishi Motors kemungkinan tidak ikut bergabung pada merger Nissan dan Honda. Pabrikan berlogo tiga berlian tersebut dikabarkan masih tetap akan melanjutkan bisnisnya seperti biasa.
Hal tersebut disampaikan oleh sumber yang dikutip dari Reuters (24/01). Padahal Nissan merupakan pemegang saham terbesar Mitsubishi Motors dengan jumlah saham sebesar 24 persen.
Dikabarkan bahwa perusahaan khawatir akan mengalami kesulitan untuk mempengaruhi sebuah keputusan manajemen di perusahaan induk. Situasi itu terjadi karena ukuran kepemilikan saham relatif kecil.
Akibatnya mereka tidak leluasa dalam mengembangkan pasar sesuai keinginannya. Oleh sebab itu Mitsubishi Motors akan mempertahankan strukturnya saat ini dan fokus pada perluasan pangsa pasar di Asia Tenggara.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan, Honda dan Mitsubishi sepakat mempertimbangkan melakukan merger di masa depan. Nantinya akan ada perusahaan induk yang menaungi ketiganya.
Honda pun dikabarkan bakal memimpin manajemen baru serta mempertahankan prinsip dan merek masing-masing perusahaan. Berkat kerja sama maka diharapkan pengembangan kendaraan bakal lebih murah juga mudah.
Bila rencana terus berjalan maka kesepatakan merger secara resmi nantinya akan dilakukan pada Juni 2025 dan perusahaan induk bakal didaftarkan ke Bursa Efek Tokyo di Agustus 2026.
Meski demikian rencana tersebut masih bisa batal.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe dilansir APNews (23/12).
Belakangan merger pun terancam batal karena Honda meminta Nissan untuk membeli kembali sahamnya dari Renault.
Syarat tersebut tentu tidak mudah karena Renault masih memiliki 35,7 persen saham Nissan dengan nilai USD 3,6 miliar atau setara Rp 686,5 triliun.
Posisi Nissan pun sekarang dalam posisi sulit dan terancam. Mereka bahkan terpaksa 9.000 karyawannya di seluruh dunia hingga mengurangi kapasitas produksinya agar bisa bertahan.
Tak hanya itu, mereka juga akan menunda peluncuran beberapa model baru sehingga berpotensi membuat kondisinya makin tertekan. Merger pun disebut-sebut sebagai salah satu solusi agar terhindar dari kebangkrutan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
05 Agustus 2026, 08:00 WIB
Terkini
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam
01 September 2026, 07:00 WIB
Robot Mobo buatan AiMoga berbabis Embodied Intelligence dan diperkenalkan dalam ajang atau pameran WRC 2026
01 September 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta berada di lima lokasi berbeda setiap hari, simak informasi biaya dan syaratnya
01 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
01 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta tetap diandalkan pemerintah Ibu Kota untuk setidaknya mencegah kebuntuan di jam sibuk
31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X mendapatkan penyesuaian harga, beri dampak positif ke penjualan
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026