Wholesales Motor Baru Agustus 2026 Turun Tipis 6,2 Persenan
12 September 2026, 08:14 WIB
Honda minta Nissan beli kembali sahamnya yang sekarang dimiliki Renault sebagai syarat melakukan merger
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Merger Honda dan Nissan tampaknya tidak akan berjalan mudah. Pasalnya ada beberapa syarat yang belakangan harus dilakukan untuk memuluskan rencana penggabungan.
Belakangan Honda meminta Nissan untuk membeli kembali saham mereka yang dimiliki Renault. Hal ini karena pabrikan berlogo H tersebut khawatir terhadap potensi pengaruh Renault pada rencana merger.
Perlu diketahui bahwa Renault masih memiliki 35,7 persen saham Nissan dengan nilai USD 3,6 miliar atau setara Rp 686,5 triliun. Namun perusahaan asal Perancis itu menegaskan tidak akan ikut campur terhadap rencana merger dan mempertimbangkan semua opsi untuk kepentingan aliansi.
Dilansir Carscoops, komitmen tersebut justru membuat Honda berada dalam posisi sulit karena berpotensi mengganggu merger di masa depan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan, Honda dan Mitsubishi resmi mengumumkan rencana merger pada Desember 2024. Langkah ini pun menarik perhatian karena berpotensi membuat mereka jadi perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia.
Toshihiro Mibe, Presiden Honda menyampaikan bahwa mereka akan berupaya menyatukan operasionalnya ke sebuah perusahaan induk. Sebagai langkah awal maka Honda siap menjadi pemimpin manajemen baru namun tetap mempertahankan prinsip dan merek masing-masing.
Namun masing-masing merek bakal membagikan platform dan mesin untuk memudahkan pengembangan kendaraan sehingga jadi lebih kompetitif di pasar.
Perlu diketahui bahwa sampai sekarang merger masih sebatas rencana dan baru resmi akan ditanda tangani pada Juni 2025. Bahkan rencana tersebut masih memiliki risiko batal di kemudian hari.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe dilansir APNews (23/12).
Hal ini karena Nissan sebenarnya dalam posisi yang kurang menguntungkan untuk dilakukan merger. Bahkan pabrikan tersebut terpaksa 9.000 karyawannya di seluruh dunia hingga mengurangi kapasitas produksinya agar bisa bertahan.
Tak hanya itu, mereka juga akan menunda peluncuran beberapa model baru sehingga berpotensi membuat kondisinya makin tertekan. Merger pun disebut-sebut sebagai salah satu solusi agar terhindar dari kebangkrutan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah
11 September 2026, 16:01 WIB
Mulai pulih signifikan, penjualan mobil periode Agustus 2026 tembus 83 ribu unit atau tertinggi tahun ini
11 September 2026, 12:25 WIB
AHM terus berusaha menggairahkan pasar motor baru, salah satu dengan memberi penyegaran pada Honda CT125
11 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak menggendurkan layanan mereka, termasuk dalam menghadir SIM Keliling Bandung hari ini