Awal 2026 Diskon Suzuki XL7 Sampai Rp 30 Juta, Bisa Buat Lebaran
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Honda minta Nissan beli kembali sahamnya yang sekarang dimiliki Renault sebagai syarat melakukan merger
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Merger Honda dan Nissan tampaknya tidak akan berjalan mudah. Pasalnya ada beberapa syarat yang belakangan harus dilakukan untuk memuluskan rencana penggabungan.
Belakangan Honda meminta Nissan untuk membeli kembali saham mereka yang dimiliki Renault. Hal ini karena pabrikan berlogo H tersebut khawatir terhadap potensi pengaruh Renault pada rencana merger.
Perlu diketahui bahwa Renault masih memiliki 35,7 persen saham Nissan dengan nilai USD 3,6 miliar atau setara Rp 686,5 triliun. Namun perusahaan asal Perancis itu menegaskan tidak akan ikut campur terhadap rencana merger dan mempertimbangkan semua opsi untuk kepentingan aliansi.
Dilansir Carscoops, komitmen tersebut justru membuat Honda berada dalam posisi sulit karena berpotensi mengganggu merger di masa depan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Nissan, Honda dan Mitsubishi resmi mengumumkan rencana merger pada Desember 2024. Langkah ini pun menarik perhatian karena berpotensi membuat mereka jadi perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia.
Toshihiro Mibe, Presiden Honda menyampaikan bahwa mereka akan berupaya menyatukan operasionalnya ke sebuah perusahaan induk. Sebagai langkah awal maka Honda siap menjadi pemimpin manajemen baru namun tetap mempertahankan prinsip dan merek masing-masing.
Namun masing-masing merek bakal membagikan platform dan mesin untuk memudahkan pengembangan kendaraan sehingga jadi lebih kompetitif di pasar.
Perlu diketahui bahwa sampai sekarang merger masih sebatas rencana dan baru resmi akan ditanda tangani pada Juni 2025. Bahkan rencana tersebut masih memiliki risiko batal di kemudian hari.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe dilansir APNews (23/12).
Hal ini karena Nissan sebenarnya dalam posisi yang kurang menguntungkan untuk dilakukan merger. Bahkan pabrikan tersebut terpaksa 9.000 karyawannya di seluruh dunia hingga mengurangi kapasitas produksinya agar bisa bertahan.
Tak hanya itu, mereka juga akan menunda peluncuran beberapa model baru sehingga berpotensi membuat kondisinya makin tertekan. Merger pun disebut-sebut sebagai salah satu solusi agar terhindar dari kebangkrutan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Januari 2026, 15:00 WIB
16 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 15:00 WIB
15 Januari 2026, 11:00 WIB
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
18 Januari 2026, 13:00 WIB
Toyota Avanza bekas lansiran 2025 kini jumlahnya terus bertambah dengan beragam kemudahan buat pelanggan
18 Januari 2026, 11:00 WIB
Daihatsu Sigra bekas lansiran 2025 semakin banyak pilihannya termasuk promo kredit buat para calon pelanggan
18 Januari 2026, 09:00 WIB
Changan Lumin EV menjadi salah satu mobil listrik yang mengalami kenaikan harga dengan besaran Rp 21 jutaan
18 Januari 2026, 07:00 WIB
Tanpa subsidi, Wuling Cortez Darion EV dan PHEV mengalami penyesuaian harga dari Rp 7 juta sampai Rp 40 juta
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh