Bantuan yang Diperlukan Buat Dongkrak Penjualan Kendaraan Niaga
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Mitsubishi Fuso yakin bisa menguasai 42 persen pasar kendaraan komersial sesuai target yang ditetapkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penurunan penjualan mobil di Indonesia juga ikut mempengaruhi pasar di segmen kendaraan komersial. Hal ini terlihat dari menurunnya angka penjualan sejumlah pabrikan termasuk Mitsubishi Fuso.
Pabrikan asal Jepang tersebut hanya berhasil meraih angka penjualan retail sebesar 20.295 unit pada Januari hingga Oktober 2025. Jumlah ini turun 2.120 unit atau sekitar 9,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Tercatat pada Januari sampai Oktober 2024, Mitsubishi Fuso berhasil melepas 22.415 unit.
Meski tipis, penurunan juga terjadi pada sisi wholesales. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025 pabrikan hanya berhasul mengirim 20.263 unit.
Jumlah ini turun 9,9 persen atau 2.231 unit bila dibandingkan periode serupa tahun lalu. Ketika itu perusahaan mampu melepas 22.494 unit.
Meski mengalami penurunan penjualan, Mitsubishi Fuso mengaku masih optimis bisa mencapai target penjualan. Pada awal tahun mereka mengungkap target penjualannya adalah 42 persen dari total pasar komersial.
“Sekarang memang masih di bawah target, baru sekitar 39 persen. Tapi sisa waktu dua bulan ini tentu akan kami manfaatkan secara optimal dan yakin bisa mencapai target,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor.
Situasi ini disebabkan kondisi perekonomian Indonesia di kuartal ketiga terbilang stagnan. Sehingga penjualan kendaraan menjadi tidak maksimal.
Meski demikian dirinya mengungkap bahwa memasuki kuartal keempat akhirnya ada pertumbuhan permintaan khususnya dari sisi logistik. Sehingga bukan tidak mungkin pasar dari segmen tersebut bisa terus meningkat.
“Biasanya empat sampai lima bulan sebelum Lebaran permintaan terhadap kendaraan komersial akan mengalami peningkatan. Karena sektor logistik sudah harus mempersiapkan peningkatan pengiriman,” ungkapnya kemudian.
Tak hanya itu, harga sawit yang mengalami pertumbuhan beberapa bulan belakangan juga diklaim mempengaruhi permintaan kendaraan niaga.
“Biasanya kalau harga sawit bagus, para pengusaha mulai berinvestasi ke truk untuk mengirim hasil panennya. Sehingga diharapkan pasar juga akan tumbuh,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 11:00 WIB
23 Desember 2025, 09:00 WIB
21 Desember 2025, 09:00 WIB
18 Desember 2025, 08:00 WIB
16 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango
02 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Aismoli ada beberapa faktor pendukung yang membuat pasar motor listrik bisa bergairah di tahun ini
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Kepolisian memperkenalkan Mandala Quick Response sebagai program baru untuk atasi kemacetan Jakarta di 2026