GIICOMVEC 2026 Siap Gairahkan Penjualan Kendaraan Komersial
24 Februari 2026, 08:00 WIB
Mitsubishi Fuso yakin bisa menguasai 42 persen pasar kendaraan komersial sesuai target yang ditetapkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penurunan penjualan mobil di Indonesia juga ikut mempengaruhi pasar di segmen kendaraan komersial. Hal ini terlihat dari menurunnya angka penjualan sejumlah pabrikan termasuk Mitsubishi Fuso.
Pabrikan asal Jepang tersebut hanya berhasil meraih angka penjualan retail sebesar 20.295 unit pada Januari hingga Oktober 2025. Jumlah ini turun 2.120 unit atau sekitar 9,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Tercatat pada Januari sampai Oktober 2024, Mitsubishi Fuso berhasil melepas 22.415 unit.
Meski tipis, penurunan juga terjadi pada sisi wholesales. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025 pabrikan hanya berhasul mengirim 20.263 unit.
Jumlah ini turun 9,9 persen atau 2.231 unit bila dibandingkan periode serupa tahun lalu. Ketika itu perusahaan mampu melepas 22.494 unit.
Meski mengalami penurunan penjualan, Mitsubishi Fuso mengaku masih optimis bisa mencapai target penjualan. Pada awal tahun mereka mengungkap target penjualannya adalah 42 persen dari total pasar komersial.
“Sekarang memang masih di bawah target, baru sekitar 39 persen. Tapi sisa waktu dua bulan ini tentu akan kami manfaatkan secara optimal dan yakin bisa mencapai target,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor.
Situasi ini disebabkan kondisi perekonomian Indonesia di kuartal ketiga terbilang stagnan. Sehingga penjualan kendaraan menjadi tidak maksimal.
Meski demikian dirinya mengungkap bahwa memasuki kuartal keempat akhirnya ada pertumbuhan permintaan khususnya dari sisi logistik. Sehingga bukan tidak mungkin pasar dari segmen tersebut bisa terus meningkat.
“Biasanya empat sampai lima bulan sebelum Lebaran permintaan terhadap kendaraan komersial akan mengalami peningkatan. Karena sektor logistik sudah harus mempersiapkan peningkatan pengiriman,” ungkapnya kemudian.
Tak hanya itu, harga sawit yang mengalami pertumbuhan beberapa bulan belakangan juga diklaim mempengaruhi permintaan kendaraan niaga.
“Biasanya kalau harga sawit bagus, para pengusaha mulai berinvestasi ke truk untuk mengirim hasil panennya. Sehingga diharapkan pasar juga akan tumbuh,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 08:00 WIB
20 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 11:00 WIB
17 Februari 2026, 19:00 WIB
12 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
24 Februari 2026, 08:00 WIB
Pameran kendaraan komersial GIICOMVEC 2026 jadi wadah untuk pelaku usaha dalam mencari armada yang sesuai
24 Februari 2026, 07:00 WIB
Kehadiran Tata Yodha untuk operasional Koperasi Merah Putih bakal menantang Toyota Rangga sampai Isuzu Traga
24 Februari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pemerintah untuk pastikan kelancaran lalu lintas di Ibu Kota
24 Februari 2026, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi, SIM keliling Jakarta beroperasi melayani perpanjangan masa berlaku SIM hari ini
24 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk mengakomodir masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
23 Februari 2026, 20:00 WIB
Bos Agrinas mendengarkan saran dari DPR untuk menunda pembelian 105 ribu pikap buat Koperasi Merah Putih
23 Februari 2026, 19:00 WIB
Minat konsumen terhadap deretan mobil hybrid Toyota terlihat di IIMS 2026, terpesan lebih dari 1.000 unit
23 Februari 2026, 18:00 WIB
Menurut bos GWM, pabrikan asal Jepang, Korea Selatan hingga Amerika Serikat memiliki pengalaman cukup panjang