Masa Depan Truk Listrik di RI, Masih Jauh dari Realisasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Fuso yakin bisa menguasai 42 persen pasar kendaraan komersial sesuai target yang ditetapkan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penurunan penjualan mobil di Indonesia juga ikut mempengaruhi pasar di segmen kendaraan komersial. Hal ini terlihat dari menurunnya angka penjualan sejumlah pabrikan termasuk Mitsubishi Fuso.
Pabrikan asal Jepang tersebut hanya berhasil meraih angka penjualan retail sebesar 20.295 unit pada Januari hingga Oktober 2025. Jumlah ini turun 2.120 unit atau sekitar 9,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu.
Tercatat pada Januari sampai Oktober 2024, Mitsubishi Fuso berhasil melepas 22.415 unit.
Meski tipis, penurunan juga terjadi pada sisi wholesales. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025 pabrikan hanya berhasul mengirim 20.263 unit.
Jumlah ini turun 9,9 persen atau 2.231 unit bila dibandingkan periode serupa tahun lalu. Ketika itu perusahaan mampu melepas 22.494 unit.
Meski mengalami penurunan penjualan, Mitsubishi Fuso mengaku masih optimis bisa mencapai target penjualan. Pada awal tahun mereka mengungkap target penjualannya adalah 42 persen dari total pasar komersial.
“Sekarang memang masih di bawah target, baru sekitar 39 persen. Tapi sisa waktu dua bulan ini tentu akan kami manfaatkan secara optimal dan yakin bisa mencapai target,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor.
Situasi ini disebabkan kondisi perekonomian Indonesia di kuartal ketiga terbilang stagnan. Sehingga penjualan kendaraan menjadi tidak maksimal.
Meski demikian dirinya mengungkap bahwa memasuki kuartal keempat akhirnya ada pertumbuhan permintaan khususnya dari sisi logistik. Sehingga bukan tidak mungkin pasar dari segmen tersebut bisa terus meningkat.
“Biasanya empat sampai lima bulan sebelum Lebaran permintaan terhadap kendaraan komersial akan mengalami peningkatan. Karena sektor logistik sudah harus mempersiapkan peningkatan pengiriman,” ungkapnya kemudian.
Tak hanya itu, harga sawit yang mengalami pertumbuhan beberapa bulan belakangan juga diklaim mempengaruhi permintaan kendaraan niaga.
“Biasanya kalau harga sawit bagus, para pengusaha mulai berinvestasi ke truk untuk mengirim hasil panennya. Sehingga diharapkan pasar juga akan tumbuh,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 09:00 WIB
14 April 2026, 13:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
13 April 2026, 16:55 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan