Persiapan Mitsubishi Fuso Hadapi Mandatori B50
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
PT Krama Yudha Ratu Motor jadi tulang punggung untuk memproduksi Mitsubishi Fighter dan Canter di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) dipercaya untuk memproduksi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia. Lebih dari 50 tahun mereka berhasil menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas.
Kini fasilitas yang berlokasi di Pulo Gadung telah memproduksi beberapa model kendaraan. Sehingga masyarakat bisa membeli sesuai kebutuhannya.
“Kami memproduksi dua model yaitu Canter dan Fighter,” ungkap Duljatmono, Presiden Direktur PT Krama Yudha Ratu Motor.
Ia pun menjelaskan kapasitas produksi kendaraan di PT KRM mencapai 60.000 unit per tahun. Namun saat ini mereka hanya membuat sekitar 25.000 unit per tahun.
“Kira-kira satu unit Canter bisa selesai setiap 3,5 menit sementara untuk Fighter sekitar 10 menit,” tambahnya kemudian.
Namun waktu tersebut diklaim bisa diatur sesuai kebutuhan agar ketersediaan produk terjaga. Sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama saat hendak melakukan pembelian.
Seluruh produk dibuat dengan pengawasan ketat sistem kontrol kualitas global Mitsubishi Fuso. Perakitan dilakukan sepenuhnya di pabrik PT KRM, mulai dari chassis assembly, engine installation hingga running test.
Pabrik ini juga sudah menerapkan sistem production tracking berbasis QR code pada cabin dan sasis. Sehingga progres serta potensi defect setiap unit bisa terpantau secara real-time.
“Sistem ini akan kami kembangkan menjadi Manufacturing Execution System (MES) sebagai langkah strategis menuju integrasi menyeluruh antarproses produksi,” ungkapnya.
Sistem tersebut membuat proses produksi lebih optimal. Pasalnya pengelolaan data jadi transparan serta real time sehingga meningkatkan efisiensi maupun kualitas.
Walau sudah dilengkapi beragam teknologi, proses produksi kebanyakan masih ditangani manusia. Terlebih pada setiap proses pemeriksaan terus dilakukan agar semua sesuai standar.
Perlu diketahui bahwa PT KRM menerapkan standar internasional IATF 16949:2016 serta ISO 9001:2015. Dengan ini maka setiap proses produksi berjalan konsisten dan memenuhi standar mutu global.
Meski demikian dirinya mengakui ada beberapa produk yang harus diperbaiki sebelum masuk tehap berikutnya.
“Di pabrik kami memang tidak Zero Defect tapi dipastikan jumlahnya sangat sedikit. Bahkan lebih baik dari standar yang sudah ditetapkan dari principal,” tegas Duljatmono.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
03 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti