GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Momentum Pamerkan Inovasi Kendaraan
30 Juli 2026, 16:49 WIB
Gaikindo tetapkan target penjualan mobil tembus 850 ribu unit, Mazda pesimistis melihat kondisi ekonomi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia masih belum sepenuhnya pulih jelang akhir tahun. Secara retail atau penyaluran dari diler ke konsumen, angkanya turun 4,2 persen.
Diolah dari data Gaikindo, penjualan retail mobil baru di September 2025 adalah 63.723 unit. Turun dari capaian Agustus 2025 yakni 66.158 unit.
Sedangkan buat periode Januari-September 2025 angkanya adalah 585.917 unit (wholesales) atau 561.819 unit (retail).
Tersisa tiga bulan lagi untuk mengejar target Gaikindo di angka 850 ribu unit. Tetapi dengan selisih 260 ribuan unit, asumsinya perlu ada lebih dari 71 ribu unit mobil baru terjual per bulannya sampai Desember.
Menjadi hal berat sebab sepanjang 2025 penjualan mobil baru cenderung berada di angka 60 ribuan unit.
Target Gaikindo itu juga menuai pendapat dari merek-merek di dalam negeri termasuk Mazda.
“Kira-kira ya (penjualan mobil tetap) begini. Mungkin market di 780 ribuan (unit), 750 ribu sampai 780 ribu,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) di Jakarta, belum lama ini.
Hingga saat ini, Ricky mengaku belum bisa melihat secara jelas proyeksi pasar otomotif tahun depan.
Namun apabila kondisi pelemahan daya beli dan ekonomi masih berlanjut, maka angka penjualan mobil sampai kuartal pertama tahun depan diyakini tidak akan berbeda jauh dari 2025.
“Mungkin kalau sampai Q1 situasi masih sama, tetapi setelah itu mungkin kita akan lebih baik,” kata Ricky.
Bicara penjualan Mazda sendiri, Ricky tidak menampik ada perubahan target dilakukan sesuai kondisi pasar.
“Tahun ini kita paling landing di angka 3.200 (unit), lebih rendah dari tahun lalu,” kata Ricky.
Mazda sebelumnya menargetkan angka penjualan mereka bisa tembus 4.800 unit. Sedangkan pada 2024 angka wholesales mereka mencapai 3.737 unit.
Namun akhirnya revisi dilakukan menyesuaikan kondisi ekonomi serta pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan.
Pihak Mazda menambahkan bahwa konsumen di segmen premium turut melakukan penundaan pembelian kendaraan karena beberapa alasan.
Meskipun koreksinya tidak sedalam penjualan mobil di segmen menengah ke bawah, perubahan itu tetap dirasakan dan akhirnya membuat Mazda melakukan revisi target.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juli 2026, 16:49 WIB
29 Juli 2026, 18:10 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 12:00 WIB
All New Kia Seltos resmi dipasarkan dengan harga Rp 359 juta yang membuatnya lebih murah daripada Xforce
01 Agustus 2026, 11:00 WIB
Changan Nevo Q05 dirancang untuk menjadi SUV listrik kompak yang praktis, lincah, namun tetap kaya akan fitur
01 Agustus 2026, 10:00 WIB
Isuzu ELF NLR disulap untuk menjadi campervan dan memenuhi kebutuhan pemilik konten JAJAGO di Indonesia
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
Jaecoo memperkenalkan fitur SIVP untuk pertama kalinya di Indonesia serta diimplementasikan di J7 SIVP
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai luncurkan deretan kendaraan elektrifikasi mulai Hyundai Staria EV, Ioniq 9 hingga Neira Prototype
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
Toyota Indonesia menawarkan beragam solusi teknologi kendaraan-kendaraan mulai ICE, HEV, BEV hingga FFV
31 Juli 2026, 19:23 WIB
BMW meramaikan pasar mobil listrik dengan memasarkan iX3 untuk para konsumen mereka di ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 19:21 WIB
V-KOOL varian terbaru di GIIAS 2026 untuk menyasar konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada mobil