10 Merek Mobil Cina Terlaris Mei 2026, Jaecoo Memimpin
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Gaikindo tetapkan target penjualan mobil tembus 850 ribu unit, Mazda pesimistis melihat kondisi ekonomi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia masih belum sepenuhnya pulih jelang akhir tahun. Secara retail atau penyaluran dari diler ke konsumen, angkanya turun 4,2 persen.
Diolah dari data Gaikindo, penjualan retail mobil baru di September 2025 adalah 63.723 unit. Turun dari capaian Agustus 2025 yakni 66.158 unit.
Sedangkan buat periode Januari-September 2025 angkanya adalah 585.917 unit (wholesales) atau 561.819 unit (retail).
Tersisa tiga bulan lagi untuk mengejar target Gaikindo di angka 850 ribu unit. Tetapi dengan selisih 260 ribuan unit, asumsinya perlu ada lebih dari 71 ribu unit mobil baru terjual per bulannya sampai Desember.
Menjadi hal berat sebab sepanjang 2025 penjualan mobil baru cenderung berada di angka 60 ribuan unit.
Target Gaikindo itu juga menuai pendapat dari merek-merek di dalam negeri termasuk Mazda.
“Kira-kira ya (penjualan mobil tetap) begini. Mungkin market di 780 ribuan (unit), 750 ribu sampai 780 ribu,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) di Jakarta, belum lama ini.
Hingga saat ini, Ricky mengaku belum bisa melihat secara jelas proyeksi pasar otomotif tahun depan.
Namun apabila kondisi pelemahan daya beli dan ekonomi masih berlanjut, maka angka penjualan mobil sampai kuartal pertama tahun depan diyakini tidak akan berbeda jauh dari 2025.
“Mungkin kalau sampai Q1 situasi masih sama, tetapi setelah itu mungkin kita akan lebih baik,” kata Ricky.
Bicara penjualan Mazda sendiri, Ricky tidak menampik ada perubahan target dilakukan sesuai kondisi pasar.
“Tahun ini kita paling landing di angka 3.200 (unit), lebih rendah dari tahun lalu,” kata Ricky.
Mazda sebelumnya menargetkan angka penjualan mereka bisa tembus 4.800 unit. Sedangkan pada 2024 angka wholesales mereka mencapai 3.737 unit.
Namun akhirnya revisi dilakukan menyesuaikan kondisi ekonomi serta pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan.
Pihak Mazda menambahkan bahwa konsumen di segmen premium turut melakukan penundaan pembelian kendaraan karena beberapa alasan.
Meskipun koreksinya tidak sedalam penjualan mobil di segmen menengah ke bawah, perubahan itu tetap dirasakan dan akhirnya membuat Mazda melakukan revisi target.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 11:00 WIB
Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 sudah resmi dibuka, tidak ada kenaikan banderol dari tahun sebelumnya
19 Juni 2026, 09:00 WIB
Ducati DesertX V2 hadir guna menjawab kebutuhan para konsumen di Indonesia dan pencinta motor adventure
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko