10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Gaikindo tetapkan target penjualan mobil tembus 850 ribu unit, Mazda pesimistis melihat kondisi ekonomi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia masih belum sepenuhnya pulih jelang akhir tahun. Secara retail atau penyaluran dari diler ke konsumen, angkanya turun 4,2 persen.
Diolah dari data Gaikindo, penjualan retail mobil baru di September 2025 adalah 63.723 unit. Turun dari capaian Agustus 2025 yakni 66.158 unit.
Sedangkan buat periode Januari-September 2025 angkanya adalah 585.917 unit (wholesales) atau 561.819 unit (retail).
Tersisa tiga bulan lagi untuk mengejar target Gaikindo di angka 850 ribu unit. Tetapi dengan selisih 260 ribuan unit, asumsinya perlu ada lebih dari 71 ribu unit mobil baru terjual per bulannya sampai Desember.
Menjadi hal berat sebab sepanjang 2025 penjualan mobil baru cenderung berada di angka 60 ribuan unit.
Target Gaikindo itu juga menuai pendapat dari merek-merek di dalam negeri termasuk Mazda.
“Kira-kira ya (penjualan mobil tetap) begini. Mungkin market di 780 ribuan (unit), 750 ribu sampai 780 ribu,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) di Jakarta, belum lama ini.
Hingga saat ini, Ricky mengaku belum bisa melihat secara jelas proyeksi pasar otomotif tahun depan.
Namun apabila kondisi pelemahan daya beli dan ekonomi masih berlanjut, maka angka penjualan mobil sampai kuartal pertama tahun depan diyakini tidak akan berbeda jauh dari 2025.
“Mungkin kalau sampai Q1 situasi masih sama, tetapi setelah itu mungkin kita akan lebih baik,” kata Ricky.
Bicara penjualan Mazda sendiri, Ricky tidak menampik ada perubahan target dilakukan sesuai kondisi pasar.
“Tahun ini kita paling landing di angka 3.200 (unit), lebih rendah dari tahun lalu,” kata Ricky.
Mazda sebelumnya menargetkan angka penjualan mereka bisa tembus 4.800 unit. Sedangkan pada 2024 angka wholesales mereka mencapai 3.737 unit.
Namun akhirnya revisi dilakukan menyesuaikan kondisi ekonomi serta pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan.
Pihak Mazda menambahkan bahwa konsumen di segmen premium turut melakukan penundaan pembelian kendaraan karena beberapa alasan.
Meskipun koreksinya tidak sedalam penjualan mobil di segmen menengah ke bawah, perubahan itu tetap dirasakan dan akhirnya membuat Mazda melakukan revisi target.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi