Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
Gaikindo tetapkan target penjualan mobil tembus 850 ribu unit, Mazda pesimistis melihat kondisi ekonomi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil baru di Indonesia masih belum sepenuhnya pulih jelang akhir tahun. Secara retail atau penyaluran dari diler ke konsumen, angkanya turun 4,2 persen.
Diolah dari data Gaikindo, penjualan retail mobil baru di September 2025 adalah 63.723 unit. Turun dari capaian Agustus 2025 yakni 66.158 unit.
Sedangkan buat periode Januari-September 2025 angkanya adalah 585.917 unit (wholesales) atau 561.819 unit (retail).
Tersisa tiga bulan lagi untuk mengejar target Gaikindo di angka 850 ribu unit. Tetapi dengan selisih 260 ribuan unit, asumsinya perlu ada lebih dari 71 ribu unit mobil baru terjual per bulannya sampai Desember.
Menjadi hal berat sebab sepanjang 2025 penjualan mobil baru cenderung berada di angka 60 ribuan unit.
Target Gaikindo itu juga menuai pendapat dari merek-merek di dalam negeri termasuk Mazda.
“Kira-kira ya (penjualan mobil tetap) begini. Mungkin market di 780 ribuan (unit), 750 ribu sampai 780 ribu,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) di Jakarta, belum lama ini.
Hingga saat ini, Ricky mengaku belum bisa melihat secara jelas proyeksi pasar otomotif tahun depan.
Namun apabila kondisi pelemahan daya beli dan ekonomi masih berlanjut, maka angka penjualan mobil sampai kuartal pertama tahun depan diyakini tidak akan berbeda jauh dari 2025.
“Mungkin kalau sampai Q1 situasi masih sama, tetapi setelah itu mungkin kita akan lebih baik,” kata Ricky.
Bicara penjualan Mazda sendiri, Ricky tidak menampik ada perubahan target dilakukan sesuai kondisi pasar.
“Tahun ini kita paling landing di angka 3.200 (unit), lebih rendah dari tahun lalu,” kata Ricky.
Mazda sebelumnya menargetkan angka penjualan mereka bisa tembus 4.800 unit. Sedangkan pada 2024 angka wholesales mereka mencapai 3.737 unit.
Namun akhirnya revisi dilakukan menyesuaikan kondisi ekonomi serta pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan.
Pihak Mazda menambahkan bahwa konsumen di segmen premium turut melakukan penundaan pembelian kendaraan karena beberapa alasan.
Meskipun koreksinya tidak sedalam penjualan mobil di segmen menengah ke bawah, perubahan itu tetap dirasakan dan akhirnya membuat Mazda melakukan revisi target.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan