Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Krisis cip semikonduktor masih menghantui produksi mobil listrik di dunia tidak terkecuali pasar Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO– Krisis cip semikonduktor masih menghantui industri otomotif di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
Menurutnya terjadi karena banyak faktor, salah satunya disebabkan kebakaran pabrik cip semikonduktor di China. Diperparah dengan berlangsungnya perang senjata antara Ukraina dan Rusia hingga sekarang. Selain itu masih panasnya kondisi di timur tengah.
Dengan begitu para pabrikan sulit mendapatkan barang satu ini. Terlebih sektor otomotif menjadi pemain baru untuk cip semikonduktor di dunia.
“Saat ini yang kita perlukan alokasi, sebab kami membutuhkan barangnya banyak sekali. Namun konsumen terbesarnya adalah bidang elektronik seperti komputer dan lain-lain, jadi kita pemakai baru,” ujar Yohanes saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (26/1),
Dia mengungkapkan kalau sebelumnya semua kendaraan bermotor menggunakan sistem mekanis. Mulai dari membuka jendela hingga mengunci pintu.
Akan tetapi semuanya berubah semenjak hadirnya kendaraan listrik. Sebab cip semikonduktor berperan besar dalam beroperasinya mobil serta motor setrum tersebut.
“Mobil listrik pakai part ini cukup banyak. Sebabnya kita mendekatkan diri ke para pengusaha cip semikonduktor agar mendapatkan kuota lebih lagi,” tegasnya.
Memang sebelumnya penjualan kendaraan listrik juga konvensional di Tanah Air terganggu karena kelangkaan komponen tersebut. Bahkan Yohannes belum bisa memberikan target penjualan akibat isu krisis semikonduktor kembali mencuat.
Yohannes Nangoi menjelaskan bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan untuk melakukan produksi cip semikonduktor. Sebab prosesnya sangat rumit dan membutuhkan investasi besar.
“Saya dengar kabar kurang bagus bahwa semikonduktor akan mengalami kelangkaan lagi. Bahkan kemarin ada kebakaran besar (pabrik) di China tak tahu bagaimana dampaknya untuk Indonesia,” ungkapnya.
Kendati demikian dia berharap kejadian tersebut tidak terlalu berdampak bagi suplai ke Tanah Air. Pasalnya beberapa negara yang membuat cip semikonduktor saling berhubungan menyalurkan hasil produksinya ke seluruh dunia.
“Kalau Asia banyak (pabrik) dari China dan Taiwan. Kemudian ada di Eropa juga Amerika, tapi biasanya suplai dunia dipegang beberapa negara ini, jadi kalau di Taiwan berhenti bukan berarti kawasan Asia benar-benar mati,” Yohannes menutup perkataanya.
Sebagai informasi benda ini berfungsi sebagai isolator listrik (tidak dapat dilalui arus listrik). Namun pada temperatur serta keadaan tertentu, semikonduktor dapat berfungsi sebagai konduktor (dapat dilalui arus listrik).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Otospector meluncurkan layanan bursa mobil bekas untuk memperkuat ekosistem otomotif dan bisnis berbisnis daring
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026
02 Mei 2026, 07:00 WIB
Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran memberikan pengaruh besar bagi para Motul salah satunya
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)