Babak Baru VinFast, Bawa Lini EV di GIIAS Makassar 2026
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
Krisis cip semikonduktor masih menghantui produksi mobil listrik di dunia tidak terkecuali pasar Indonesia
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO– Krisis cip semikonduktor masih menghantui industri otomotif di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
Menurutnya terjadi karena banyak faktor, salah satunya disebabkan kebakaran pabrik cip semikonduktor di China. Diperparah dengan berlangsungnya perang senjata antara Ukraina dan Rusia hingga sekarang. Selain itu masih panasnya kondisi di timur tengah.
Dengan begitu para pabrikan sulit mendapatkan barang satu ini. Terlebih sektor otomotif menjadi pemain baru untuk cip semikonduktor di dunia.
“Saat ini yang kita perlukan alokasi, sebab kami membutuhkan barangnya banyak sekali. Namun konsumen terbesarnya adalah bidang elektronik seperti komputer dan lain-lain, jadi kita pemakai baru,” ujar Yohanes saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (26/1),
Dia mengungkapkan kalau sebelumnya semua kendaraan bermotor menggunakan sistem mekanis. Mulai dari membuka jendela hingga mengunci pintu.
Akan tetapi semuanya berubah semenjak hadirnya kendaraan listrik. Sebab cip semikonduktor berperan besar dalam beroperasinya mobil serta motor setrum tersebut.
“Mobil listrik pakai part ini cukup banyak. Sebabnya kita mendekatkan diri ke para pengusaha cip semikonduktor agar mendapatkan kuota lebih lagi,” tegasnya.
Memang sebelumnya penjualan kendaraan listrik juga konvensional di Tanah Air terganggu karena kelangkaan komponen tersebut. Bahkan Yohannes belum bisa memberikan target penjualan akibat isu krisis semikonduktor kembali mencuat.
Yohannes Nangoi menjelaskan bahwa Indonesia belum memiliki kemampuan untuk melakukan produksi cip semikonduktor. Sebab prosesnya sangat rumit dan membutuhkan investasi besar.
“Saya dengar kabar kurang bagus bahwa semikonduktor akan mengalami kelangkaan lagi. Bahkan kemarin ada kebakaran besar (pabrik) di China tak tahu bagaimana dampaknya untuk Indonesia,” ungkapnya.
Kendati demikian dia berharap kejadian tersebut tidak terlalu berdampak bagi suplai ke Tanah Air. Pasalnya beberapa negara yang membuat cip semikonduktor saling berhubungan menyalurkan hasil produksinya ke seluruh dunia.
“Kalau Asia banyak (pabrik) dari China dan Taiwan. Kemudian ada di Eropa juga Amerika, tapi biasanya suplai dunia dipegang beberapa negara ini, jadi kalau di Taiwan berhenti bukan berarti kawasan Asia benar-benar mati,” Yohannes menutup perkataanya.
Sebagai informasi benda ini berfungsi sebagai isolator listrik (tidak dapat dilalui arus listrik). Namun pada temperatur serta keadaan tertentu, semikonduktor dapat berfungsi sebagai konduktor (dapat dilalui arus listrik).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
28 Oktober 2026, 16:13 WIB
Terkini
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari