10 Merek Mobil Terlaris Agustus 2026
10 September 2026, 07:00 WIB
Kementerian Perindustrian nilai kondisi industri otomotif tidak bisa dilihat dari pertumbuhan pada satu segmen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian mengungkap bahwa anggapan beberapa kalangan yang menyebut industri otomotif dalam kondisi kuat adalah salah. Pasalnya data penjualan kendaraan secara keseluruhan memperlihatkan hal sebaliknya.
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin mengungkap bahwa penjualan EV memang meningkat signifikan. Namun pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 penjualan kebanyakan ditopang oleh impor EV CBU.
Bahkan dari total penjualan EV di Januari hingga Oktober 2025, 73 persennya merupakan impor. Sehingga nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja industrinya berada di negara lain.
Sementara segmen kendaraan produksi dalam negeri dan memiliki share terbesar mengalami penurunan signifikan. Sehingga menurutnya adalah keliru bila menyatakan industri otomotif sedang dalam kondisi kuat dengan hanya mengandalkan indikator pertumbuhan pada segmen tertentu.
"Penurunan tajam penjualan mobil jauh di bawah angka produksinya di kala penjualan kendaraan EV impor naik tajam adalah fakta. Ini harus menjadi indikator pertumbuhan industri otomotif nasional dan kami memandang dibutuhkan insentif untuk membalikkan keadaan tersebut,” tegasnya dilansir Antara.
Ia pun menilai bahwa banyaknya pameran bukan berarti menunjukkan bahwa industri otomotif sedang kuat. Kuat tidaknya industri otomotif nasional hanya bisa disimpulkan berdasarkan data penjualan serta produksi otomotif.
“Banyak pameran adalah upaya industri agar bertahan di tengah anjloknya penjualan. Kita harus menggunakan data statistik yang ada untuk menggambarkan kondisi objektif industri otomotif dan tidak menggunakan jumlah event otomotif,” ujar Febri lagi.
Kemenperin menegaskan bahwa indikator paling mendasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif adalah penjualan kendaraan ke pasar, bukan hanya pertumbuhan segmen tertentu atau besaran investasinya.
Berdasarkan data Gaikindo wholesales mobil Januari-Oktober 2025 hanya 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.
Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.
Oleh karena itu, Kemenperin menegaskan bahwa insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar.
“Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah serta didasarkan pada nilai TKDN,” ungkapnya
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 September 2026, 07:00 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan