Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kementerian Perindustrian nilai kondisi industri otomotif tidak bisa dilihat dari pertumbuhan pada satu segmen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian mengungkap bahwa anggapan beberapa kalangan yang menyebut industri otomotif dalam kondisi kuat adalah salah. Pasalnya data penjualan kendaraan secara keseluruhan memperlihatkan hal sebaliknya.
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin mengungkap bahwa penjualan EV memang meningkat signifikan. Namun pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 penjualan kebanyakan ditopang oleh impor EV CBU.
Bahkan dari total penjualan EV di Januari hingga Oktober 2025, 73 persennya merupakan impor. Sehingga nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja industrinya berada di negara lain.
Sementara segmen kendaraan produksi dalam negeri dan memiliki share terbesar mengalami penurunan signifikan. Sehingga menurutnya adalah keliru bila menyatakan industri otomotif sedang dalam kondisi kuat dengan hanya mengandalkan indikator pertumbuhan pada segmen tertentu.
"Penurunan tajam penjualan mobil jauh di bawah angka produksinya di kala penjualan kendaraan EV impor naik tajam adalah fakta. Ini harus menjadi indikator pertumbuhan industri otomotif nasional dan kami memandang dibutuhkan insentif untuk membalikkan keadaan tersebut,” tegasnya dilansir Antara.
Ia pun menilai bahwa banyaknya pameran bukan berarti menunjukkan bahwa industri otomotif sedang kuat. Kuat tidaknya industri otomotif nasional hanya bisa disimpulkan berdasarkan data penjualan serta produksi otomotif.
“Banyak pameran adalah upaya industri agar bertahan di tengah anjloknya penjualan. Kita harus menggunakan data statistik yang ada untuk menggambarkan kondisi objektif industri otomotif dan tidak menggunakan jumlah event otomotif,” ujar Febri lagi.
Kemenperin menegaskan bahwa indikator paling mendasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif adalah penjualan kendaraan ke pasar, bukan hanya pertumbuhan segmen tertentu atau besaran investasinya.
Berdasarkan data Gaikindo wholesales mobil Januari-Oktober 2025 hanya 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.
Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.
Oleh karena itu, Kemenperin menegaskan bahwa insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar.
“Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah serta didasarkan pada nilai TKDN,” ungkapnya
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026