Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Kementerian Perindustrian nilai kondisi industri otomotif tidak bisa dilihat dari pertumbuhan pada satu segmen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian mengungkap bahwa anggapan beberapa kalangan yang menyebut industri otomotif dalam kondisi kuat adalah salah. Pasalnya data penjualan kendaraan secara keseluruhan memperlihatkan hal sebaliknya.
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin mengungkap bahwa penjualan EV memang meningkat signifikan. Namun pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 penjualan kebanyakan ditopang oleh impor EV CBU.
Bahkan dari total penjualan EV di Januari hingga Oktober 2025, 73 persennya merupakan impor. Sehingga nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja industrinya berada di negara lain.
Sementara segmen kendaraan produksi dalam negeri dan memiliki share terbesar mengalami penurunan signifikan. Sehingga menurutnya adalah keliru bila menyatakan industri otomotif sedang dalam kondisi kuat dengan hanya mengandalkan indikator pertumbuhan pada segmen tertentu.
"Penurunan tajam penjualan mobil jauh di bawah angka produksinya di kala penjualan kendaraan EV impor naik tajam adalah fakta. Ini harus menjadi indikator pertumbuhan industri otomotif nasional dan kami memandang dibutuhkan insentif untuk membalikkan keadaan tersebut,” tegasnya dilansir Antara.
Ia pun menilai bahwa banyaknya pameran bukan berarti menunjukkan bahwa industri otomotif sedang kuat. Kuat tidaknya industri otomotif nasional hanya bisa disimpulkan berdasarkan data penjualan serta produksi otomotif.
“Banyak pameran adalah upaya industri agar bertahan di tengah anjloknya penjualan. Kita harus menggunakan data statistik yang ada untuk menggambarkan kondisi objektif industri otomotif dan tidak menggunakan jumlah event otomotif,” ujar Febri lagi.
Kemenperin menegaskan bahwa indikator paling mendasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif adalah penjualan kendaraan ke pasar, bukan hanya pertumbuhan segmen tertentu atau besaran investasinya.
Berdasarkan data Gaikindo wholesales mobil Januari-Oktober 2025 hanya 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.
Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.
Oleh karena itu, Kemenperin menegaskan bahwa insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar.
“Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah serta didasarkan pada nilai TKDN,” ungkapnya
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juli 2026, 22:43 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
27 Juli 2026, 22:39 WIB
BMW Astra menyiapkan beberapa program menarik selama gelaran GIIAS 2026 demi bisa mendapatkan banyak konsumen
27 Juli 2026, 14:14 WIB
GIIAS 2026 bakal jadi panggung perdana BAIC T1 debut di pasar Indonesia, simak deretan keunggulannya
27 Juli 2026, 06:39 WIB
SIM keliling Bandung bisa memudahkan Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara untuk golongan A dan C
27 Juli 2026, 06:38 WIB
Tersebar di lima lokasi berbeda, berikut informasi tempat, persyaratan dan biaya SIM keliling Jakarta
27 Juli 2026, 06:00 WIB
KadatadataOTO merangkum jadwal dan lokasi ganjil genap Jakarta hari ini lengkap hingga gerbang tolnya
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil