Polytron Siap Luncurkan Mobil Listrik Baru di 2026
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Kementerian Perindustrian nilai kondisi industri otomotif tidak bisa dilihat dari pertumbuhan pada satu segmen
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian mengungkap bahwa anggapan beberapa kalangan yang menyebut industri otomotif dalam kondisi kuat adalah salah. Pasalnya data penjualan kendaraan secara keseluruhan memperlihatkan hal sebaliknya.
Febri Hendri Antoni Arif, Juru Bicara Kemenperin mengungkap bahwa penjualan EV memang meningkat signifikan. Namun pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 penjualan kebanyakan ditopang oleh impor EV CBU.
Bahkan dari total penjualan EV di Januari hingga Oktober 2025, 73 persennya merupakan impor. Sehingga nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja industrinya berada di negara lain.
Sementara segmen kendaraan produksi dalam negeri dan memiliki share terbesar mengalami penurunan signifikan. Sehingga menurutnya adalah keliru bila menyatakan industri otomotif sedang dalam kondisi kuat dengan hanya mengandalkan indikator pertumbuhan pada segmen tertentu.
"Penurunan tajam penjualan mobil jauh di bawah angka produksinya di kala penjualan kendaraan EV impor naik tajam adalah fakta. Ini harus menjadi indikator pertumbuhan industri otomotif nasional dan kami memandang dibutuhkan insentif untuk membalikkan keadaan tersebut,” tegasnya dilansir Antara.
Ia pun menilai bahwa banyaknya pameran bukan berarti menunjukkan bahwa industri otomotif sedang kuat. Kuat tidaknya industri otomotif nasional hanya bisa disimpulkan berdasarkan data penjualan serta produksi otomotif.
“Banyak pameran adalah upaya industri agar bertahan di tengah anjloknya penjualan. Kita harus menggunakan data statistik yang ada untuk menggambarkan kondisi objektif industri otomotif dan tidak menggunakan jumlah event otomotif,” ujar Febri lagi.
Kemenperin menegaskan bahwa indikator paling mendasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif adalah penjualan kendaraan ke pasar, bukan hanya pertumbuhan segmen tertentu atau besaran investasinya.
Berdasarkan data Gaikindo wholesales mobil Januari-Oktober 2025 hanya 634.844 unit. Angka itu turun 10,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.
Sedangkan secara retail sales (penjualan dari dealer ke konsumen) tercatat 660.659 unit pada Januari-Oktober 2025. Angka itu turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit.
Oleh karena itu, Kemenperin menegaskan bahwa insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar.
“Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah serta didasarkan pada nilai TKDN,” ungkapnya
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Januari 2026, 11:00 WIB
16 Januari 2026, 13:00 WIB
16 Januari 2026, 11:00 WIB
15 Januari 2026, 11:00 WIB
14 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 Januari 2026, 13:00 WIB
Mobil bekas yang berkualitas bisa didapatkan oleh konsumen dengan menerapkan cara yang terukur dan jelas
22 Januari 2026, 12:00 WIB
Hino menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas produk yang mereka produksi sesuai standar internasional
22 Januari 2026, 11:00 WIB
Hino mengakui truk Cina yang diimpor dengan beragam kemudahan membuat persaingan menjadi semakin sulit
22 Januari 2026, 10:00 WIB
Tes pramusim di Sirkuit Sepang bakal menjadi momen penting bagi Fabio Quartararo guna mememaksimalkan mesin V4
22 Januari 2026, 09:00 WIB
GWM Ora 07 Performance terdata di Gaikindo dengan jumlah wholesales 20 unit, berikut rangkuman spesifikasinya
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Aletra jadi satu dari sekian merek Tiongkok yang bergabung sebagai anggota Gaikindo, berlaku tahun ini
22 Januari 2026, 08:00 WIB
Geely terus mengembangkan sayap guna memasarkan mobil listrik dan hybrid kepada konsumen di Indonesia
22 Januari 2026, 07:00 WIB
Changan Indonesia memberikan penawaran menarik bagi konsumen di Tanah Air yang ingin meminang unit Lumin