Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemerintah mengaku belum mendapat usulan resmi tekait insentif otomotif untuk 2026 dari kementerian terkait
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Belakangan ini pasar otomotif Indonesia terus mengalami tekanan. Bahkan penjualan mobil kini sudah di bawah 1 juta unit.
Akibatnya, posisi pasar terbesar di Asia Tenggara pun terancam direbut oleh Malaysia yang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tidak lepas dari strategi pemerintah untuk terus memberi insentif.
Pelaku industri otomotif di Tanah Air pun berharap pemerintah bisa melakukan hal serupa. Sehingga penjualan kendaraan bisa kembali normal.
Namun Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkap bahwa pihaknya belum menerima usulan resmi terkait insentif otomotif di 2026.
"Saat ini kami belum ada pembahasan kembali dan belum menerima usulan insentif dari Kementerian/Lembaga pembina sektor," ungkap Haryo.
Ia pun mengungkap bahwa arah kebijakan pemerintah ke depan terkait industri otomotif akan lebih difokuskan pada sejumlah hal. Mulai dari penguatan rantai nilai lokal, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, dukungan transfer teknologi hinggaa peningkatan kapasitas produksi nasional.
Menurut Haryo, pembahasan insentif untuk industri otomotif tahun 2026 perlu melihat perkembangan terkini industri nasional.
Berdasarkan data pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir industri otomotif menunjukkan penguatan. Pertumbuhan kendaraan listrik dan realisasi investasi yang signifikan menjadi bukti pondasi industri semakin kuat.
“Industri otomotif sekarang sudah cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan penjualan mobil listrik sebesar 18,27 persen dan investasi untuk KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) sebesar Rp 5,66 triliun di 2025,” ujar Haryo.
Di sisi lain, segmen kendaraan konvensional masih mendominasi pasar sekitar 80,6 persen. Sementara pasar motor juga terus menunjukkan pertumbuhan baik dari sisi permintaan domestik maupun ekspor.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem industri otomotif telah bergerak stabil dan kompetitif. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ruang kebijakan dapat ditempatkan secara lebih strategis.
“Apakah masih diperlukan insentif jika suatu industri sudah cukup kuat? Kami melihat agar mulai dipertimbangkan memperkuat sektor-sektor prioritas lain yang membutuhkan dukungan lebih besar,” tutupnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
08 Juli 2026, 17:07 WIB
Terkini
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini