Mendagri Instruksikan Insentif EV Dilanjut di Semua Provinsi
24 April 2026, 15:00 WIB
Pemerintah mengaku belum mendapat usulan resmi tekait insentif otomotif untuk 2026 dari kementerian terkait
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Belakangan ini pasar otomotif Indonesia terus mengalami tekanan. Bahkan penjualan mobil kini sudah di bawah 1 juta unit.
Akibatnya, posisi pasar terbesar di Asia Tenggara pun terancam direbut oleh Malaysia yang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tidak lepas dari strategi pemerintah untuk terus memberi insentif.
Pelaku industri otomotif di Tanah Air pun berharap pemerintah bisa melakukan hal serupa. Sehingga penjualan kendaraan bisa kembali normal.
Namun Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkap bahwa pihaknya belum menerima usulan resmi terkait insentif otomotif di 2026.
"Saat ini kami belum ada pembahasan kembali dan belum menerima usulan insentif dari Kementerian/Lembaga pembina sektor," ungkap Haryo.
Ia pun mengungkap bahwa arah kebijakan pemerintah ke depan terkait industri otomotif akan lebih difokuskan pada sejumlah hal. Mulai dari penguatan rantai nilai lokal, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, dukungan transfer teknologi hinggaa peningkatan kapasitas produksi nasional.
Menurut Haryo, pembahasan insentif untuk industri otomotif tahun 2026 perlu melihat perkembangan terkini industri nasional.
Berdasarkan data pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir industri otomotif menunjukkan penguatan. Pertumbuhan kendaraan listrik dan realisasi investasi yang signifikan menjadi bukti pondasi industri semakin kuat.
“Industri otomotif sekarang sudah cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan penjualan mobil listrik sebesar 18,27 persen dan investasi untuk KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) sebesar Rp 5,66 triliun di 2025,” ujar Haryo.
Di sisi lain, segmen kendaraan konvensional masih mendominasi pasar sekitar 80,6 persen. Sementara pasar motor juga terus menunjukkan pertumbuhan baik dari sisi permintaan domestik maupun ekspor.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem industri otomotif telah bergerak stabil dan kompetitif. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai ruang kebijakan dapat ditempatkan secara lebih strategis.
“Apakah masih diperlukan insentif jika suatu industri sudah cukup kuat? Kami melihat agar mulai dipertimbangkan memperkuat sektor-sektor prioritas lain yang membutuhkan dukungan lebih besar,” tutupnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 April 2026, 15:00 WIB
13 April 2026, 09:00 WIB
06 April 2026, 08:37 WIB
28 Februari 2026, 19:59 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 April 2026, 13:00 WIB
Motul dan Kawasaki bekerjasama untuk lebih mengembangkan sayap dalam hal layanan after sales di Indonesia
27 April 2026, 11:00 WIB
SUV kompak yang kerap menjadi andalan anak muda Tanah Air merujuk pada Wuling New Alvez karena fiturnya
27 April 2026, 09:10 WIB
Marco Bezzecchi tidak tergoyahkan di persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Spanyol
27 April 2026, 06:14 WIB
ETLE statis maupun mobile akan mendukung operasional ganjil genap Jakarta haari ini untuk mengurai kemacetan
27 April 2026, 06:01 WIB
Menjelang akhir April, SIM keliling Jakarta masih melayani perpanjangan SIM seperti biasa di lima lokasi
27 April 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi