10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Jonan menyebut kebutuhan generasi muda terhadap kendaraan berpotensi menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Ignasius Jonan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mengingatkan para pelaku industri bahwa dunia transportasi sudah berubah. Generasi muda kini berharap bisa merasakan Work From Anywhere.
Untuk mendapatkannya, mereka bahkan rela digaji sedikit lebih kecil dibandingkan harus ke kantor setiap hari. Situasi tersebut membuat kebutuhan akan kendaraan menjadi lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Eranya sudah berubah, perusahaan kendaraan tidak bisa cuma menjual teknologi tapi juga cara hidup. Trennya saat ini sangat luar biasa karena mereka memiliki nilai berbeda dengan generasi sebelumnya,” ungkap Jonan.
Menurutnya situasi itu akan memberi tekanan pada industri kendaraan bila tidak melakukan perubahan. Pasalnya kebutuhan terhadap mobil atau motor menjadi lebih sedikit di masa depan.
Kondisi tersebut sebenarnya cukup menarik karena penjualan mobil tengah penuh tekanan. Berdasarkan data Gaikindo, pasar otomotif mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Wholesales mobil di semester 1 2025 hanya sebesar 374.740 unit atau turun 35.280 unit (8,6 persen) dibanding tahun lalu. Ketika itu pengiriman dari pabrik ke diler adalah sebesar 410.020 unit.
Tekanan juga terasa di retailsales yang cuma mencatatkan angka 390.467 unit padahal di semester 1 2024 setidaknya ada 432.453 mobil dikirim ke pelanggan. Itu artinya terjadi penurunan 41.986 unit atau 9,7 persen.
Tak hanya itu, dirinya juga memprediksi bahwa kendaraan listrik memiliki banyak tantangan untuk bisa optimal di Indonesia. Hal ini karena infrastruktur kendaraan yang harus terpenuhi agar bisa diterima masyarakat.
“Menurut saya membuat SKPLU sebanyak SPBU di Indonesia adalah sebuah tantangan besar. Pasalnya pada 2016 saja, dari 7.500 kecamatan ada 1.500 tidak memiliki SPBU,” ungkapnya.
Padahal bahan bakar minyak dinilai sangat penting buat masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas.
“Bayangkan, puluhan tahun Indonesia merdeka masih ada ribuan kecamatan yang tidak punya SPBU,” tambahnya.
Selain itu ia juga menyoroti kesiapan PLN dalam menyediakan listrik merata di seluruh Indonesia. Pasalnya daya yang dibutuhkan saat pengisian daya tidaklah kecil.
“PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia juga harus mempersiapkan diri karena bila nanti ada jutaan EV mengisi daya secara bersamaan, ada berapa megawatt yang harus disediakan?” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan