Baterai Mobil Hybrid Toyota Buatan Indonesia Bakal Diekspor
22 April 2026, 12:31 WIB
CATL berharap baterai Natrium (Natrax) dapat menjadi solusi energi bagi kendaraan listrik di pasar global
Oleh Alvando Stevan
KatadataOTO – Produsen baterai CATL pastikan produksi baterai natrium-ion dalam jumlah besar untuk kebutuhan pasar global. Hal itu disampaikan usai CATL umumkan kerja samanya dengan perusahaan energi asal Tiongkok, HyperStrong.
Kedua pihak sepakat untuk menyediakan pasokan 60 Gwh baterai berbasis natrium-ion dalam tiga tahun ke depan. Kemitraan ini sekaligus jawaban dari tantangan rantai pasok yang memenuhi kebutuhan di pasar global.
Lebih jauh kolaborasi kedua belah pihak sekaligus memenuhi permintaan baterai natrium ion termasuk kendaraan listrik.
Pengembangan baterai natrium ini sudah dimulai sejak 2016 oleh CATL dengan total investasi sebesar 10 miliar yuan atau sekitar Rp23 triliun.
Pada prosesnya, CATL telah meningkatkan kepadatan energi baterai natriumnya dan mengadopsi desain platform yang sama untuk baterai ion lithium.
Hal ini demi memangkas biaya produksi platform baru untuk sel baterai natrium. Sehingga nantinya bisa digunakan di berbagai jenis kendaraan berbasis baterai lithium.
Natrium sendiri masuk dalam golongan logam alkali yang berarti sangat reaktif dan berwarna perak. Natrium juga merupakan unsur keenam paling melimpah dalam kerak bumi dan terdapat di banyak mineral seperti halit (garam batu).
Penggunaan baterai natrium ini juga dikabarkan lebih baik dalam berbagai kondisi suhu, karena selama beroperasi hanya sedikit menghasilkan panas dan lebih stabil dibandingkan lithium ion.
"Dalam jangka panjang, baterai ion natrium diharapkan mampu menggantikan 30 persen sampai 40 persen dari permintaan pasar yang ada saat ini," kata Robin Zeng, Chairman CATL dikutip dari siaran pers (28/04)
Bahkan saat ini pabrikan telah memulai pengembangan baterai natrium generasi keenam untuk mengakomodasi skenario yang lebih beragam di pasaran.
Mereka terus mempromosikan secara aktif penerapan baterai natrium ion ini untuk berbagai kendaraan listrik. Saat ini Changan Automobile produsen kendaraan listrik pertama yang menggunakan baterai natrium-ion di Changan Nevo A06.
Pabrikan tersebut menggunakan baterai Naxtra milik CATL yang memiliki daya lepas tiga kali lipat dari baterai LFP di kondisi dingin.
Kabarnya Changan Nevo A06 ini segera mengaspal pada akhir semester 1 2026 dan menjadi mobil pertama bertenaga baterai garam.
Dengan penerapan komprehensif baterai ion natrium di sektor penyimpanan energi maupun tenaga penggerak, CATL berupaya untuk membangun posisi dominan dalam kimia baru ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 April 2026, 12:31 WIB
20 April 2026, 21:19 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
07 Desember 2025, 19:00 WIB
14 Oktober 2025, 10:00 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia
24 Juni 2026, 19:00 WIB
Produsen motor listrik Alva berkomitmen membangun ekosistem motor listrik di Indonesia, Investasi Rp1 Triliun
24 Juni 2026, 17:00 WIB
Bagi para konsumen yang melakukan pemesanan DFSK E5 Plus akan diberikan ekslusif benefit senilai Rp 60 juta
24 Juni 2026, 15:00 WIB
Yadea Velax H menjadi kendaraan yang bisa diandalkan sebagai motor listrik yang memiliki banyak kelebihan