Kelanjutan Kasus BYD Seal Akbar Faizal, Berakhir Damai
14 April 2026, 16:40 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia per Maret 2026 mengalami penurunan. Berdasarkan data Gaikindo, angka retail (distribusi dari diler ke konsumen) turun 14,8 persen.
Sepanjang Maret 2026, penjualan mobil baru tercatat 66.637 unit. Sementara di bulan sebelumnya adalah 78.239 unit.
Angka ini jadi capaian penjualan mobil terendah di Indonesia selama 2026. Sebelumnya pada Januari 2026 retail sales-nya adalah 67.029 unit.
Ada beberapa faktor yang diyakini jadi penyebab turunnya penjualan mobil di dalam negeri. Selain tantangan ekonomi, pihak Gaikindo meyakini periode libur yang cukup banyak sepanjang Maret 2026.
“Bulan Maret terjadi penurunan karena panjangnya libur lebaran,” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo dalam keterangannya kepada KatadataOTO, Selasa (14/04).
Sementara jika dilihat secara wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler, penurunannya jauh lebih dalam.
Wholesales mobil baru di Maret 2026 adalah 61.271 unit, turun 24,6 persen apabila dibandingkan Februari yakni 81.250 unit.
Sama seperti penjualan retail, distribusi wholesales mobil baru bulan lalu menyentuh angka terendahnya sepanjang 2026.
Meskipun begitu, pihak Gaikindo masih percaya diri bahwa penjualan mobil baru masih bisa mencatatkan hasil positif di bulan-bulan berikutnya.
Namun tidak dapat dipungkiri memang kondisi ekonomi dan krisis energi yang tengah terjadi bakal mempengaruhi penjualan.
“Diupayakan semoga demikian (penjualan mobil 2026 tembus satu juta unit). Hanya saja kan muncul gangguan (seperti) perang,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo saat ditemui di sela GIICOMVEC beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, bulan ini Gaikindo disebut kembali mematangkan rencana pemberian insentif mobil listrik.
Perlu diketahui, dihentikannya subsidi dari pemerintah membuat harga banyak mobil listrik mengalami kenaikan.
Di segmen premium misalnya, Xpeng X9 harus dikerek Rp 100 juta. Namun manufaktur seperti BYD masih mempertahankan harga jualnya hingga saat ini.
Model termurah BYD yaitu Atto 1 ditawarkan mulai dari Rp 199 juta. Tahun ini, Atto 1 diyakini sebagai salah satu produk yang wajib dirakit lokal apabila ingin tetap mempertahankan banderol kompetitif tersebut.
Tanpa ada bantuan insentif impor yang dinikmati BYD, pajak kendaraan bisa melonjak dan pada akhirnya membuat harga EV mereka menjadi semakin mahal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 11:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
12 April 2026, 15:00 WIB
12 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 April 2026, 16:40 WIB
Kini akbar Faizal dan diler telah berkomunikasi guna melakukan perbaikan pada BYD Seal yang alamii kerusakan
14 April 2026, 13:00 WIB
Setelah proses road test selesai, Mitsubishi Fuso akan melihat dampak penggunaan B50 untuk kendaraan mereka
14 April 2026, 11:00 WIB
Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil terlaris Maret 2026 dengan mencatatkan angka wholesales sebesar 2.959 unit
14 April 2026, 09:00 WIB
Menurut Chery, kerja sama antar merek untuk ekspansi global akan menjadi tren baru di kalangan manufaktur
14 April 2026, 07:00 WIB
BYD diketahui sedang melakukan uji jalan sebuah double cabin baru versi terjangkau untuk pasar di dalam negeri
14 April 2026, 06:01 WIB
Pemilik mobil dan motor bisa memanfaatkan SIM keliling Bandung hari ini untuk mengurus dokumen berkendara
14 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta diterapkan di puluhan ruas jalan utama yang kerap terjadi kemacetan tiap harinya
14 April 2026, 05:58 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, biayanya bervariasi tergantung dari jenis SIM