Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia per Maret 2026 mengalami penurunan. Berdasarkan data Gaikindo, angka retail (distribusi dari diler ke konsumen) turun 14,8 persen.
Sepanjang Maret 2026, penjualan mobil baru tercatat 66.637 unit. Sementara di bulan sebelumnya adalah 78.239 unit.
Angka ini jadi capaian penjualan mobil terendah di Indonesia selama 2026. Sebelumnya pada Januari 2026 retail sales-nya adalah 67.029 unit.
Ada beberapa faktor yang diyakini jadi penyebab turunnya penjualan mobil di dalam negeri. Selain tantangan ekonomi, pihak Gaikindo meyakini periode libur yang cukup banyak sepanjang Maret 2026.
“Bulan Maret terjadi penurunan karena panjangnya libur lebaran,” kata Jongkie Sugiarto, Vice Chairman Market Development Gaikindo dalam keterangannya kepada KatadataOTO, Selasa (14/04).
Sementara jika dilihat secara wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler, penurunannya jauh lebih dalam.
Wholesales mobil baru di Maret 2026 adalah 61.271 unit, turun 24,6 persen apabila dibandingkan Februari yakni 81.250 unit.
Sama seperti penjualan retail, distribusi wholesales mobil baru bulan lalu menyentuh angka terendahnya sepanjang 2026.
Meskipun begitu, pihak Gaikindo masih percaya diri bahwa penjualan mobil baru masih bisa mencatatkan hasil positif di bulan-bulan berikutnya.
Namun tidak dapat dipungkiri memang kondisi ekonomi dan krisis energi yang tengah terjadi bakal mempengaruhi penjualan.
“Diupayakan semoga demikian (penjualan mobil 2026 tembus satu juta unit). Hanya saja kan muncul gangguan (seperti) perang,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gaikindo saat ditemui di sela GIICOMVEC beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, bulan ini Gaikindo disebut kembali mematangkan rencana pemberian insentif mobil listrik.
Perlu diketahui, dihentikannya subsidi dari pemerintah membuat harga banyak mobil listrik mengalami kenaikan.
Di segmen premium misalnya, Xpeng X9 harus dikerek Rp 100 juta. Namun manufaktur seperti BYD masih mempertahankan harga jualnya hingga saat ini.
Model termurah BYD yaitu Atto 1 ditawarkan mulai dari Rp 199 juta. Tahun ini, Atto 1 diyakini sebagai salah satu produk yang wajib dirakit lokal apabila ingin tetap mempertahankan banderol kompetitif tersebut.
Tanpa ada bantuan insentif impor yang dinikmati BYD, pajak kendaraan bisa melonjak dan pada akhirnya membuat harga EV mereka menjadi semakin mahal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini