Penerapan Biodiesel B50 1 Juli Dipercaya Bawa Banyak Efek Positif
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap uji coba B50 berjalan dengan baik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan uji coba Biodiesel 50 (B50) menunjukkan hasil positif dan siap memasuki tahap final. Pemerintah pun menargetkan implementasi campuran bahan bakar tersebut mulai 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengujian B50 telah berlangsung hampir enam bulan. Uji coba dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari alat berat, kapal, kereta api hingga truk.
“Sampai dengan hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik dan sebentar lagi akan final. Pada 1 Juli rencananya mulai diterapkan implementasi B50,” ujar Bahlil dikutip dari Antara (07/04).
Menurutnya, pengembangan biodiesel merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Terlebih, dinamika geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, kerap memicu ketidakpastian pasokan energi.
“Bayangkan sekarang kalau kita tidak ada diversifikasi energi. Kita mau berharap kepada siapa?” tegas Bahlil kemudian.
Langkah ini melanjutkan kebijakan sebelumnya melalui penerapan B40 yang diklaim berhasil menekan impor solar hingga 3,3 juta kiloliter sekaligus menurunkan emisi sebesar 38,88 juta ton CO2.
Di sisi lain Kementerian ESDM mencatat pemanfaatan biodiesel domestik sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 14,2 juta kiloliter atau 105,2 persen dari target yang ditetapkan sebesar 13,5 juta kiloliter.
Komitmen mendorong B50 juga telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo. Ia menargetkan campuran biodiesel 50 persen mulai diterapkan pada 2026 guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut implementasi B50 berpotensi menghemat subsidi energi hingga Rp 48 triliun. Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan mampu menekan konsumsi bahan bakar fosil sekitar 4 juta kiloliter per tahun.
Dengan berbagai capaian tersebut, penerapan B50 tidak hanya menjadi langkah transisi energi, tetapi juga strategi untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Juni 2026, 07:00 WIB
14 April 2026, 13:00 WIB
10 April 2026, 15:04 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan