Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Presiden Jokowi menyebut para menterinya masih membahas aturan mengenai subsidi mobil hybrid buat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi mobil hybrid sepertinya belum menemukan titik terang. Setidaknya hal itu yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di PEVS 2024.
Menurut orang nomor satu di Indonesia program tersebut terus dibahas oleh jajarannya sekarang. Sehingga belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.
“Saat ini masih dibicarakan dengan menteri ekonomi dan menteri perindustrian ya,” ujar Jokowi, Jumat (3/5).
Jokowi pun tak bisa memastikan kapan subsidi mobil hybrid kapan selesai. Jadi masyarakat diminta buat terus bersabar.
Sebelumnya isu insentif buat mobil hybrid sempat menggema setelah Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian serta Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian membahasnya.
"Subsidi mobil hybrid sudah mulai dibicarakan dengan internal pemerintah, tunggu tanggal mainnya," ucap Agus.
Sementara Airlangga turut membocorkan kalau pemerintah bakal menerbitkan aturan mengenai insentif mobil hybrid. Hal itu karena penjualan di segmen elektrifikasi melonjak signifikan di 2023.
“Dan kalau kita lihat saat ini penjualan kendaraan hybrid lebih tinggi dari EV, sehingga jadi solusi menengah, akan dikaji,” kata Airlangga.
Di sisi lain, berbagai pihak mendorong Jokowi buat mengesahkan aturan subsidi mobil listrik. Seperti dikatakan Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
Menurutnya penting dilakukan guna merangsang konsumen membeli mobil ramah lingkungan di Tanah Air.
"Kalau kita orientasi net zero emisi perlu (insentif). Jika diberikan juga kencang pasti penjualan,” ungkap Kukuh.
Dia berpendapat Jokowi bersama para menteri bisa menempuh sejumlah jalan. Seperti memberikan PPnBM DTP (insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Lebih jauh Kukuh mengaku kalau pemerintah sempat membahas wacana subsidi mobil hybrid. Namun sampai sekarang belum pernah dilakukan secara resmi.
“Tapi pemerintah sudah melihat dari tahun 2021 industri bangkit dengan skema PPnBM DTP," Kukuh menambahkan.
Di sisi lain pada Desember 2023, Presiden Jokowi melalui Kemenperin (Kementerian Perindustrian) telah menyiapkan subsidi mobil hybrid kepada para konsumen di Tanah Air.
Nantinya pembelian kendaraan elektrik bisa mendapatkan berbagai keuntungan serta kemudahaan. Sebab jumlah insentif diberikan cukup besar.
“Jumlah dari subsidinya ini akan kami hitung, bagi pembelian mobil listrik berbasis hybrid diberikan insentif Rp40 juta,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin.
Kebijakan itu dilakukan berdasarkan kajian perbandingan dari negara lain memiliki kemajuan dalam bidang tersebut. Sehingga diharapkan dapat memberi dampak positif di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026