Insentif Otomotif Disarankan Fokus Pada Mobil Dengan TKDN Tinggi
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Presiden Jokowi menyebut para menterinya masih membahas aturan mengenai subsidi mobil hybrid buat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi mobil hybrid sepertinya belum menemukan titik terang. Setidaknya hal itu yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di PEVS 2024.
Menurut orang nomor satu di Indonesia program tersebut terus dibahas oleh jajarannya sekarang. Sehingga belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.
“Saat ini masih dibicarakan dengan menteri ekonomi dan menteri perindustrian ya,” ujar Jokowi, Jumat (3/5).
Jokowi pun tak bisa memastikan kapan subsidi mobil hybrid kapan selesai. Jadi masyarakat diminta buat terus bersabar.
Sebelumnya isu insentif buat mobil hybrid sempat menggema setelah Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian serta Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian membahasnya.
"Subsidi mobil hybrid sudah mulai dibicarakan dengan internal pemerintah, tunggu tanggal mainnya," ucap Agus.
Sementara Airlangga turut membocorkan kalau pemerintah bakal menerbitkan aturan mengenai insentif mobil hybrid. Hal itu karena penjualan di segmen elektrifikasi melonjak signifikan di 2023.
“Dan kalau kita lihat saat ini penjualan kendaraan hybrid lebih tinggi dari EV, sehingga jadi solusi menengah, akan dikaji,” kata Airlangga.
Di sisi lain, berbagai pihak mendorong Jokowi buat mengesahkan aturan subsidi mobil listrik. Seperti dikatakan Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia).
Menurutnya penting dilakukan guna merangsang konsumen membeli mobil ramah lingkungan di Tanah Air.
"Kalau kita orientasi net zero emisi perlu (insentif). Jika diberikan juga kencang pasti penjualan,” ungkap Kukuh.
Dia berpendapat Jokowi bersama para menteri bisa menempuh sejumlah jalan. Seperti memberikan PPnBM DTP (insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah).
Lebih jauh Kukuh mengaku kalau pemerintah sempat membahas wacana subsidi mobil hybrid. Namun sampai sekarang belum pernah dilakukan secara resmi.
“Tapi pemerintah sudah melihat dari tahun 2021 industri bangkit dengan skema PPnBM DTP," Kukuh menambahkan.
Di sisi lain pada Desember 2023, Presiden Jokowi melalui Kemenperin (Kementerian Perindustrian) telah menyiapkan subsidi mobil hybrid kepada para konsumen di Tanah Air.
Nantinya pembelian kendaraan elektrik bisa mendapatkan berbagai keuntungan serta kemudahaan. Sebab jumlah insentif diberikan cukup besar.
“Jumlah dari subsidinya ini akan kami hitung, bagi pembelian mobil listrik berbasis hybrid diberikan insentif Rp40 juta,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin.
Kebijakan itu dilakukan berdasarkan kajian perbandingan dari negara lain memiliki kemajuan dalam bidang tersebut. Sehingga diharapkan dapat memberi dampak positif di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 11:00 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
19 Desember 2025, 17:00 WIB
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya