Lepas L4 Bakal Melantai di Beijing Auto Show 2026, Siap Masuk RI
23 April 2026, 17:39 WIB
Perwakilan Lepas, sub merek Chery Group ungkap perbedaan karakter pembeli mobil di Cina dengan Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina banyak melakukan penyesuaian strategi pasar ketika menghadirkan produk ke Indonesia. Sebab ternyata karakter konsumennya sangat berbeda.
Menurut perwakilan Lepas sebagai salah satu brand Tiongkok yang debut di dalam negeri, ada beberapa perbedaan unik antara konsumen Cina dan Indonesia.
“Di Cina, generasi muda seperti saya mereka sangat suka new energy vehicle (NEV atau kendaraan ramah lingkungan),” kata Ricky He, Deputy Country Director Lepas Indonesia di Tangerang, belum lama ini.
Kemudian cara bertransaksinya juga jauh berbeda dari konsumen Indonesia.
Masyarakat Indonesia, menurut pengamatan Ricky, lebih senang datang langsung ke diler untuk melihat kendaraan diinginkan.
Bahkan calon pelanggan rela membandingkan berbagai model dan harus mencoba langsung sebelum akhirnya yakin untuk melakukan pembelian.
“Ketika kita diskusi sama perwakilan di Indonesia, mereka bilang cara tersebut tidak cocok di sini,” ungkap Ricky.
Pembeli di Indonesia cenderung lebih suka berdiskusi langsung dengan tenaga penjual dan juga melakukan negosiasi seperti mendapatkan diskon atau potongan harga sebelum transaksi.
Bukti fisik seperti surat pemesanan kendaraan (SPK) jadi hal yang wajib didapatkan oleh pelanggan Tanah Air. Tidak seperti di Tiongkok.
“Jadi sangat berbeda dari di Cina. Saya sendiri kalau harus pergi dari toko ke toko, membandingkan kendaraan, itu sepertinya melelahkan,” kata Ricky.
Di Cina, Ricky mengatakan timnya tengah mengembangkan aplikasi untuk calon pembeli mobil Lepas buat melakukan pembelian kendaraan secara praktis melalui gawai.
Strategi tersebut tidak akan digunakan di Indonesia karena tidak sesuai.
“Tetapi generasi yang di atas saya, mereka belinya harus melihat langsung kendaraannya dan pegang dokumen (SPK), serta mencari diskon,” kata Ricky.
Jadi ada sejumlah tantangan perlu dihadapi Lepas untuk beradaptasi menjual kendaraan di dalam negeri.
Terlebih, sub merek dari Chery Group ini menyasar generasi muda penyuka kendaraan stylish untuk mobilitas sehari-hari di area perkotaan.
“Sebelum ke Indonesia, saya berdiskusi dengan banyak pihak. Hal yang paling penting, konsumen di sini memikirkan lifestyle dan pengalaman berkendara,” kata Ricky.
Target konsumen Lepas di Indonesia adalah mereka yang menginginkan pengalaman berkendara premium banderol kompetitif.
Sekadar informasi, Lepas memboyong tiga model andalan untuk diperkenalkan perdana di perhelatan GIIAS 2025 yaitu L4, L6 dan L8.
Lepas L8 jadi model yang diprioritaskan meluncur lebih dulu. Kemungkinan besar pakai teknologi plug-in hybrid electric vehicle karena dinilai potensial oleh Chery Group.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 April 2026, 17:39 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
21 April 2026, 20:00 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
Terkini
24 April 2026, 20:33 WIB
Jetour Zongheng G700 jadi salah satu kandidat SUV PHEV baru di RI, mengisi kelas yang sama dengan Denza B5
24 April 2026, 17:30 WIB
Jetour G700 dan T2 i-DM dicoba oleh seluruh jurnalis dan influencer yang mengikuti ajang test drive eksklusif
24 April 2026, 15:00 WIB
Peraturan baru mengenai insentif EV tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ
24 April 2026, 13:00 WIB
Changan Group baru saja mengumumkan strategi besarnya untuk pasar global untuk meningkatkan penjualan
24 April 2026, 11:00 WIB
Fokus menjual SUV bergaya boxy, Jetour buka suara soal kelanjutan penjualan dua model perdana mereka di RI
24 April 2026, 09:00 WIB
Tahun ini Ducati merayakan satu abad eksistensinya di dunia otomotif, gelar kegiatan yang melibatkan pengguna
24 April 2026, 07:00 WIB
Penjualan Daihatsu Gran Max tembus 5.000 unit di periode Maret 2026, kendaraan komersial terlaris di RI
24 April 2026, 06:14 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan layanan SIM keliling Bandung agar para pengendara motor dan mobil bisa terbantu