Honda Sebut Penghapusan Pajak Penghasilan Bisa Dorong Penjualan Mobil

Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh

Honda Sebut Penghapusan Pajak Penghasilan Bisa Dorong Penjualan Mobil
Adi Hidayat

KatadataOTO – Pemerintah menghapus pajak buat masyarakat bergaji kurang dari Rp 10 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026.

Kebijakan ini pun mendapat respon positif dari dari para pelaku industri. Pasalnya aturan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.

Dengan tidak membayar pajak penghasilan, masyarakat akan tergerak untuk membelanjakan uangnya ke berbagai sektor. Salah satunya adalah kendaraan roda empat.

“Kebijakan pemerintah ini tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di segmen penghasilan menengah. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi berpotensi mendorong minat pembelian kendaraan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kepada KatadataOTO (07/01).

Pabrik Honda
Photo: Istimewa

Ia pun menambahkan bahwa pada segmen tersebut, banyak masyarakat yang memang ingin mencari mobil pertama. Sehingga kendaraan dengan harga terjangkau seperti LCGC bisa menjadi pilihan utama.

“Kebijakan ini berpotensi memudahkan mereka yang butuh kendaraan terjangkau, efisien, dan memiliki resale value baik,” tambahnya.

Honda sendiri memiliki beberapa model buat dijadikan pilihan. Salah satunya adalah Brio yang telah menjadi tulang punggung penjualan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Gaikindo, Honda Brio telah mengirimkan sedikitnya 31.068 unit ke seluruh jaringannya di Indonesia.

Penjualan Honda Januari – November 2025

Pasar mobil baru di Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025. Situasi itu pun langsung berdampak besar pada Honda.

Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut hanya mampu melepas 64.225 unit ke konsumen pada Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 92.327 unit.

Penjualan honda
Photo: HPM

Pabrikan pun hanya berhasil menguasai 8,7 persen dari total pasar. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,4 persen.

Sementara untuk wholesales, Honda juga mengalami tekanan. Pada Januari hingga November 2025, mereka hanya mencatatkan angka 53.301 unit.

Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih mampu mencatatkan angka 86.350 unit.


Terkini

news
GIICOMVEC

GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga

GIICOMVEC 2026 diramaikan oleh 14 merek kendaraan niaga dan 35 industri pendukung, berlangsung 8-11 April 2026

mobil
Toyota

Presiden TMMIN Raih Predikat Green Leadership Utama CEO

Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota

news
Harga BBM

Purbaya Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026

Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan

mobil
Chery Arta Serpong

Diler Chery Arta Serpong Dibuka, Tempati Bekas Outlet Honda

Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 8 April 2026, Ada GIICOMVEC di Kemayoran

GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta

motor
Motor Listrik

Fakta MBG Boyong Puluhan Ribu Motor Listrik, Buat Kepala SPPG

Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG

mobil
PHEV

Alasan Mobil PHEV Belum Banyak Dilirik Konsumen Tanah Air

Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap

news
GWM Tank 500 Diesel

GWM Ungkap Daya Tarik Mobil Diesel yang Kalahkan Penjualan Hybrid

Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia