Alasan Gaikindo Tetap Optimis Target Penjualan Mobil 2026 Tercapai
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah menghapus pajak buat masyarakat bergaji kurang dari Rp 10 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan ini pun mendapat respon positif dari dari para pelaku industri. Pasalnya aturan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan tidak membayar pajak penghasilan, masyarakat akan tergerak untuk membelanjakan uangnya ke berbagai sektor. Salah satunya adalah kendaraan roda empat.
“Kebijakan pemerintah ini tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di segmen penghasilan menengah. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi berpotensi mendorong minat pembelian kendaraan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kepada KatadataOTO (07/01).
Ia pun menambahkan bahwa pada segmen tersebut, banyak masyarakat yang memang ingin mencari mobil pertama. Sehingga kendaraan dengan harga terjangkau seperti LCGC bisa menjadi pilihan utama.
“Kebijakan ini berpotensi memudahkan mereka yang butuh kendaraan terjangkau, efisien, dan memiliki resale value baik,” tambahnya.
Honda sendiri memiliki beberapa model buat dijadikan pilihan. Salah satunya adalah Brio yang telah menjadi tulang punggung penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo, Honda Brio telah mengirimkan sedikitnya 31.068 unit ke seluruh jaringannya di Indonesia.
Pasar mobil baru di Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025. Situasi itu pun langsung berdampak besar pada Honda.
Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut hanya mampu melepas 64.225 unit ke konsumen pada Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 92.327 unit.
Pabrikan pun hanya berhasil menguasai 8,7 persen dari total pasar. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,4 persen.
Sementara untuk wholesales, Honda juga mengalami tekanan. Pada Januari hingga November 2025, mereka hanya mencatatkan angka 53.301 unit.
Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih mampu mencatatkan angka 86.350 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 10:00 WIB
18 Februari 2026, 12:00 WIB
18 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
13 Februari 2026, 17:15 WIB
Terkini
22 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin Indonesia bakal meluncurkan produk baru untuk sepeda motor setelah Lebaran untuk perluas pangsa pasarnya
22 Februari 2026, 15:00 WIB
Francesco Bagnaia tengah santer dihubungkan dengan Aprilia Racing pada MotoGP 2027 untuk menggantikan Martin
22 Februari 2026, 13:00 WIB
Honda mengungkapkan Brio Satya S CVT jadi salah satu kontributor utama di pameran otomotif IIMS 2026
22 Februari 2026, 11:00 WIB
Jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan cukup besar bila dibandingkan tahun lalu
22 Februari 2026, 09:00 WIB
Sule, artis dan pelawak Tanah Air memiliki sederet koleksi mobil dan diketahui merupakan penyuka Jeep
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil Amerika mendapat karpet merah setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di setujui dua negara
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan