Merek Mobil Cina Terlaris April 2026, BYD Terdepan
18 Mei 2026, 19:19 WIB
Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah menghapus pajak buat masyarakat bergaji kurang dari Rp 10 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan ini pun mendapat respon positif dari dari para pelaku industri. Pasalnya aturan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan tidak membayar pajak penghasilan, masyarakat akan tergerak untuk membelanjakan uangnya ke berbagai sektor. Salah satunya adalah kendaraan roda empat.
“Kebijakan pemerintah ini tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di segmen penghasilan menengah. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi berpotensi mendorong minat pembelian kendaraan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kepada KatadataOTO (07/01).
Ia pun menambahkan bahwa pada segmen tersebut, banyak masyarakat yang memang ingin mencari mobil pertama. Sehingga kendaraan dengan harga terjangkau seperti LCGC bisa menjadi pilihan utama.
“Kebijakan ini berpotensi memudahkan mereka yang butuh kendaraan terjangkau, efisien, dan memiliki resale value baik,” tambahnya.
Honda sendiri memiliki beberapa model buat dijadikan pilihan. Salah satunya adalah Brio yang telah menjadi tulang punggung penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo, Honda Brio telah mengirimkan sedikitnya 31.068 unit ke seluruh jaringannya di Indonesia.
Pasar mobil baru di Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025. Situasi itu pun langsung berdampak besar pada Honda.
Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut hanya mampu melepas 64.225 unit ke konsumen pada Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 92.327 unit.
Pabrikan pun hanya berhasil menguasai 8,7 persen dari total pasar. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,4 persen.
Sementara untuk wholesales, Honda juga mengalami tekanan. Pada Januari hingga November 2025, mereka hanya mencatatkan angka 53.301 unit.
Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih mampu mencatatkan angka 86.350 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
18 Mei 2026, 19:19 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
Terkini
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian kembali menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara motor maupun mobil
25 Mei 2026, 06:00 WIB
Jelang libur Idul Adha 2026, skema Ganjil Genap Jakarta masih tetap berlaku untuk meminimalisir kepadatan
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry