BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah menghapus pajak buat masyarakat bergaji kurang dari Rp 10 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan ini pun mendapat respon positif dari dari para pelaku industri. Pasalnya aturan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan tidak membayar pajak penghasilan, masyarakat akan tergerak untuk membelanjakan uangnya ke berbagai sektor. Salah satunya adalah kendaraan roda empat.
“Kebijakan pemerintah ini tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di segmen penghasilan menengah. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi berpotensi mendorong minat pembelian kendaraan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kepada KatadataOTO (07/01).
Ia pun menambahkan bahwa pada segmen tersebut, banyak masyarakat yang memang ingin mencari mobil pertama. Sehingga kendaraan dengan harga terjangkau seperti LCGC bisa menjadi pilihan utama.
“Kebijakan ini berpotensi memudahkan mereka yang butuh kendaraan terjangkau, efisien, dan memiliki resale value baik,” tambahnya.
Honda sendiri memiliki beberapa model buat dijadikan pilihan. Salah satunya adalah Brio yang telah menjadi tulang punggung penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo, Honda Brio telah mengirimkan sedikitnya 31.068 unit ke seluruh jaringannya di Indonesia.
Pasar mobil baru di Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025. Situasi itu pun langsung berdampak besar pada Honda.
Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut hanya mampu melepas 64.225 unit ke konsumen pada Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 92.327 unit.
Pabrikan pun hanya berhasil menguasai 8,7 persen dari total pasar. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,4 persen.
Sementara untuk wholesales, Honda juga mengalami tekanan. Pada Januari hingga November 2025, mereka hanya mencatatkan angka 53.301 unit.
Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih mampu mencatatkan angka 86.350 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan tampil beda dengan livery khusus yang menggambarkan kekuatan Indonesia
07 Oktober 2026, 07:00 WIB
MotoGP Mandalika 2026 bisa jadi kesempatan bagi Marquez untuk meraih poin dan memangkas jarak dengan Martin
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
Evaluasi terhadap aturan Ganjil Genap Jakarta terus dilakukan untuk bisa mengurangi tingkat kemacetan
07 Oktober 2026, 06:08 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang aktif
07 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan pihak kepolisian agar lebih memudahkan pengendara
06 Oktober 2026, 22:00 WIB
Enea Bastianini resmi menjalin kerja sama dengan merek kacamata Police yang bisa menunjang penampilannya
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Kei car listrik BYD Racco mengincar pasar mobil setir kanan seperti Makau dan Sri Lanka, selanjutnya bisa jadi RI