Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah menghapus pajak buat masyarakat bergaji kurang dari Rp 10 juta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 tentang PPh Pasal 21 Atas Penghasilan Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Dalam Rangka Stimulus Ekonomi Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan ini pun mendapat respon positif dari dari para pelaku industri. Pasalnya aturan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan tidak membayar pajak penghasilan, masyarakat akan tergerak untuk membelanjakan uangnya ke berbagai sektor. Salah satunya adalah kendaraan roda empat.
“Kebijakan pemerintah ini tentu membantu meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di segmen penghasilan menengah. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi berpotensi mendorong minat pembelian kendaraan,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, kepada KatadataOTO (07/01).
Ia pun menambahkan bahwa pada segmen tersebut, banyak masyarakat yang memang ingin mencari mobil pertama. Sehingga kendaraan dengan harga terjangkau seperti LCGC bisa menjadi pilihan utama.
“Kebijakan ini berpotensi memudahkan mereka yang butuh kendaraan terjangkau, efisien, dan memiliki resale value baik,” tambahnya.
Honda sendiri memiliki beberapa model buat dijadikan pilihan. Salah satunya adalah Brio yang telah menjadi tulang punggung penjualan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data Gaikindo, Honda Brio telah mengirimkan sedikitnya 31.068 unit ke seluruh jaringannya di Indonesia.
Pasar mobil baru di Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025. Situasi itu pun langsung berdampak besar pada Honda.
Berdasarkan data Gaikindo, pabrikan asal Jepang tersebut hanya mampu melepas 64.225 unit ke konsumen pada Januari hingga November 2025. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun sebelumnya yang mencapai 92.327 unit.
Pabrikan pun hanya berhasil menguasai 8,7 persen dari total pasar. Angka itu turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 11,4 persen.
Sementara untuk wholesales, Honda juga mengalami tekanan. Pada Januari hingga November 2025, mereka hanya mencatatkan angka 53.301 unit.
Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, Honda masih mampu mencatatkan angka 86.350 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung