Penjualan Suzuki Naik di Februari 2026, Carry Berkilau
25 Maret 2026, 07:32 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sekitar 105.000 unit mobil pikap diimpor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) akan datang dari India.
Ratusan ribu pikap bermerek Mahindra dan Tata Motors bakal digunakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara buat mobilitas di area pedesaan.
Keputusan untuk impor pikap itu menuai kritik dari banyak pihak, seperti Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM).
Pihak GIAMM menyorot impor pikap berpeluang merugikan industri komponen dalam negeri. Apalagi jumlahnya tidak sedikit.
“Dampaknya cukup besar, 105.000 unit itu sama dengan setengah dari penjualan satu tahun kendaraan komersial di Indonesia,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Jumat (20/02).
Sebagai gambaran, wholesales pikap di Indonesia sepanjang 2025 adalah 107.008 unit. Tidak jauh berbeda dari jumlah yang diimpor dari Mahindra dan Tata Motors.
Rachmat mengungkapkan, artinya industri komponen kehilangan suplai normal ke setiap merek produsen pikap.
“Satu Agen Pemegang Merek (APM) biasanya punya supply chain 300 perusahaan dari tier satu sampai tier tiga, belum lagi IKM dan industri karoseri yang terlibat,” kata Rachmat.
Langkah impor ribuan unit mobil pikap tersebut juga berpotensi memberikan dampak buruk buat pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja yang erat kaitannya dengan industri komponen.
“Paling tidak, order dari dalam negeri. Jangan impor terus,” tegas Rachmat.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ikut buka suara terkait impor pikap yang dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Saat ini, Indonesia menaungi puluhan anggota dari berbagai perusahaan otomotif yang di dalamnya termasuk produsen pikap.
Seluruhnya memiliki kemampuan atau kapabilitas buat memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri.
“Namun memang diperlukan waktu memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan resmi.
Dari 61 anggota, ada tujuh di antaranya menawarkan deretan pikap berpenggerak 4x2 rakitan lokal. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seluruhnya diklaim mencapai 40 persen ke atas.
Tujuh perusahaan produsen pikap itu di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Maret 2026, 07:32 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
06 Maret 2026, 10:00 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
Terkini
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan