DPR RI Kecam Impor Pikap dari India untuk Koperasi Merah Putih
21 Februari 2026, 11:00 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sekitar 105.000 unit mobil pikap diimpor secara utuh atau Completely Built Up (CBU) akan datang dari India.
Ratusan ribu pikap bermerek Mahindra dan Tata Motors bakal digunakan oleh PT Agrinas Palma Nusantara buat mobilitas di area pedesaan.
Keputusan untuk impor pikap itu menuai kritik dari banyak pihak, seperti Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM).
Pihak GIAMM menyorot impor pikap berpeluang merugikan industri komponen dalam negeri. Apalagi jumlahnya tidak sedikit.
“Dampaknya cukup besar, 105.000 unit itu sama dengan setengah dari penjualan satu tahun kendaraan komersial di Indonesia,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM kepada KatadataOTO, Jumat (20/02).
Sebagai gambaran, wholesales pikap di Indonesia sepanjang 2025 adalah 107.008 unit. Tidak jauh berbeda dari jumlah yang diimpor dari Mahindra dan Tata Motors.
Rachmat mengungkapkan, artinya industri komponen kehilangan suplai normal ke setiap merek produsen pikap.
“Satu Agen Pemegang Merek (APM) biasanya punya supply chain 300 perusahaan dari tier satu sampai tier tiga, belum lagi IKM dan industri karoseri yang terlibat,” kata Rachmat.
Langkah impor ribuan unit mobil pikap tersebut juga berpotensi memberikan dampak buruk buat pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja yang erat kaitannya dengan industri komponen.
“Paling tidak, order dari dalam negeri. Jangan impor terus,” tegas Rachmat.
Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ikut buka suara terkait impor pikap yang dilakukan oleh PT Agrinas Palma Nusantara.
Saat ini, Indonesia menaungi puluhan anggota dari berbagai perusahaan otomotif yang di dalamnya termasuk produsen pikap.
Seluruhnya memiliki kemampuan atau kapabilitas buat memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri.
“Namun memang diperlukan waktu memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan resmi.
Dari 61 anggota, ada tujuh di antaranya menawarkan deretan pikap berpenggerak 4x2 rakitan lokal. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seluruhnya diklaim mencapai 40 persen ke atas.
Tujuh perusahaan produsen pikap itu di antaranya Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota dan Daihatsu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Februari 2026, 11:00 WIB
20 Februari 2026, 20:00 WIB
20 Februari 2026, 19:00 WIB
20 Februari 2026, 18:00 WIB
20 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
21 Februari 2026, 11:00 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menilai impor pikap akan berdampak buruk bagi industri otomotif di dalam negeri
21 Februari 2026, 09:00 WIB
Menurut data yang dihimpun, total transaksi di IIMS 2026 hanya naik sekitar Rp 700 miliar dari tahun lalu
21 Februari 2026, 07:00 WIB
Suzuki Jimny modifikasi hadir di IIMS 2026 sebagai bahan referensi maupun inspirasi modifikasi para pengunjung
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun
20 Februari 2026, 19:00 WIB
Impor truk pikap tahun ini tembus 105.000 unit, Gaikindo tegaskan industri dalam negeri masih mampu menyuplai
20 Februari 2026, 18:00 WIB
Ada 35.000 pikap dari Mahindra dan 70.000 unit lainnya dari Tata Motors diimpor secara utuh ke Indonesia
20 Februari 2026, 17:00 WIB
Indonesia mampu berkontribusi cukup besar dalam pasar motor baru ASEAN, menyumbang sekitar 6,4 juta unit
20 Februari 2026, 16:00 WIB
DPR RI meminta Menhub untuk membuat kebijakan pelarangan mudik menggunakan sepeda motor di Lebaran 2026