Wholesales Motor Baru September 2026 Kian Subur, Naik 9,7 Persen
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Honda akan hentikan operasional pabrik mereka di Cina dan Jepang karena adanya masalah distribusi cip semikonduktor
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda Prospect Motor mengakui bahwa telah terjadi kelangkaan cip semikonduktor. Situasi ini menyebabkan pabrik di Cina dan Jepang harus ditutup sementara.
Meski demikian mereka berharap situasi tersebut tidak berdampak terhadap penjualan Honda di Indonesia. Pasalnya kebanyakan mobil yang mereka jual adalah buatan dalam negeri.
“Saat ini memang terdapat gangguan distribusi chip semikonduktor secara global. Untuk Indonesia, belum ada dampak terhadap produksi maupun distribusi kendaraan namun kami akan terus memonitor perkembangan ke depannya,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor pada KatadataOTO (22/12).
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa mereka juga tetap mengimpor secara utuh beberapa model ke Indonesia. Termasuk Honda Step WGN yang baru diluncurkan pada pertengahan tahun ini.
Berdasarkan data Gaikindo, pada Januari hingga November 2025 Honda telah mengimpor sedikitnya 1.914 kendaraan. Jumlah tersebut turun 54,5 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 4.203 unit.
Sebelumnya diberitakan bahwa Honda akan melakukan pengentian produksi di Jepang dan Cina. Langkah ini rencananya diambil pada akhir Desember hingga awal Januari karena adanya kekurangan cip semikonduktor.
Perusahaan mengungkap bahwa mereka akan menghentikan produksi di tiga pabrik di Negeri Tirai Bambu mulai 29 Desember 2025 selama lima hari. Fasilitas produksi tersebut dioperasikan perusahaan Joint Venture Honda dengan produsen mobil Cina.
Sementara untuk penghentian produksi di pabrik Jepang rencananya dilakukan pada 5 dan 6 Januari. Ketika produksi dilanjutkan di 7 Januari 2026, output tetap akan dikurangi selama tiga hari.
Kekurangan cip semikonduktor disebabkan adanya perang proksi geopolitik di Belanda. Pada Oktober pemerintah Negeri Kincir Angin dikabarkan mendapat tekanan dari Amerika Serikat untuk mengambil alih kendali Nexperia.
Perusahaan tersebut merupakan produsen cip milik Cina yang kerap digunakan pada mobil, peralatan rumah tangga dan teknologi lain.
Namun pemerintah Belanda mengungkap pengambilalihan dilakukan karena Nexperia memiliki kekurangan pasa sistem tata kelola yang serius. Mereka menilai kebanyakan pemilik perusahaan berasal dari Cina dan berpotensi memindahkan teknologi penting keluar Eropa.
Situasi itu makin panas setelah Cina membalas dengan memblokir ekspor cip buatan Nexperia. Belanda pun akhirnya menangguhkan intervensinya setelah melakukan komunikasi ke Negeri Tirai Bambu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
29 September 2026, 09:00 WIB
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan