Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Honda menghadapi tantangan penjualan di Amerika Serikat dan kesulitan bersaing dengan brand Tiongkok
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan dunia otomotif semakin memanas belakangan ini, terkhusus setelah kedatangan berbagai manufaktur asal Tiongkok.
Salah satu brand asal Jepang, Honda turut merasakan ketatnya persaingan. Bahkan perusahaan berlambang H itu memutuskan untuk tak lagi melanjutkan pengembangan tiga model mobil listrik.
Perlu diketahui, awalnya ada tiga model mobil listrik yang bakal dikembangkan dan diluncurkan secara bersamaan di pasar Amerika Utara. Produksinya juga akan dilakukan di sana.
Ada beberapa pertimbangan yang membuat pihak Honda memutuskan buat membatalkan rencana tersebut. Salah satunya adalah rivalitas dari negeri tirai bambu.
“Di tengah kompetisi ini, Honda tidak mampu menghadirkan produk yang menawarkan value for money lebih baik dari pabrikan baru lain dan membuat tingkat keunggulan kami menurun,” kata Toshihiro Mibe, CEO Honda dalam siaran resmi, dikutip Rabu (08/04).
Di Amerika Serikat, Mibe mengungkapkan bahwa disetopanya pemberian insentif mobil listrik secara signifikan memperlambat pertumbuhan pasar Electric Vehicle (EV).
Melihat kondisi tersebut, akhirnya Honda memutuskan untuk membatalkan rencana pengembangan Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon serta Acura RSX.
Meskipun begitu, dia mengakui elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh Honda.
“Kami membuat keputusan ini dengan hati berat. Kami percaya bahwa perkenalan tiga model elektrifikasi tanpa masa depan bisnis yang jelas bisa berimbas pada diskontinu dalam waktu singkat,” kata Mibe.
Di pasar Indonesia, Honda melalui PT Honda Prospect Motor tidak agresif dalam memperkenalkan mobil listrik murni buat konsumen.
Model perdana mereka adalah e:N1. Tidak dijual secara massal, tetapi diberlakukan skema penyewaan dengan biaya sekitar Rp 22 jutaan per bulan.
Di masa mendatang, Honda bakal memboyong mobil listrik berukuran ringkas yakni Super One. Produk tersebut diduga sudah tercatat di laman Samsat-PKB dengan nama JC6 A EV ZZE.
Mengacu pada laman tersebut, Honda Super One tercatat memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 257 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
29 September 2026, 09:00 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan
03 Oktober 2026, 13:59 WIB
Berlangsung sengit, Diogo Moreira perdana naik podium sprint race MotoGP Jepang 2026 bersama Marc Marquez
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin