First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Honda menghadapi tantangan penjualan di Amerika Serikat dan kesulitan bersaing dengan brand Tiongkok
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan dunia otomotif semakin memanas belakangan ini, terkhusus setelah kedatangan berbagai manufaktur asal Tiongkok.
Salah satu brand asal Jepang, Honda turut merasakan ketatnya persaingan. Bahkan perusahaan berlambang H itu memutuskan untuk tak lagi melanjutkan pengembangan tiga model mobil listrik.
Perlu diketahui, awalnya ada tiga model mobil listrik yang bakal dikembangkan dan diluncurkan secara bersamaan di pasar Amerika Utara. Produksinya juga akan dilakukan di sana.
Ada beberapa pertimbangan yang membuat pihak Honda memutuskan buat membatalkan rencana tersebut. Salah satunya adalah rivalitas dari negeri tirai bambu.
“Di tengah kompetisi ini, Honda tidak mampu menghadirkan produk yang menawarkan value for money lebih baik dari pabrikan baru lain dan membuat tingkat keunggulan kami menurun,” kata Toshihiro Mibe, CEO Honda dalam siaran resmi, dikutip Rabu (08/04).
Di Amerika Serikat, Mibe mengungkapkan bahwa disetopanya pemberian insentif mobil listrik secara signifikan memperlambat pertumbuhan pasar Electric Vehicle (EV).
Melihat kondisi tersebut, akhirnya Honda memutuskan untuk membatalkan rencana pengembangan Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon serta Acura RSX.
Meskipun begitu, dia mengakui elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh Honda.
“Kami membuat keputusan ini dengan hati berat. Kami percaya bahwa perkenalan tiga model elektrifikasi tanpa masa depan bisnis yang jelas bisa berimbas pada diskontinu dalam waktu singkat,” kata Mibe.
Di pasar Indonesia, Honda melalui PT Honda Prospect Motor tidak agresif dalam memperkenalkan mobil listrik murni buat konsumen.
Model perdana mereka adalah e:N1. Tidak dijual secara massal, tetapi diberlakukan skema penyewaan dengan biaya sekitar Rp 22 jutaan per bulan.
Di masa mendatang, Honda bakal memboyong mobil listrik berukuran ringkas yakni Super One. Produk tersebut diduga sudah tercatat di laman Samsat-PKB dengan nama JC6 A EV ZZE.
Mengacu pada laman tersebut, Honda Super One tercatat memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 257 juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi
01 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid akan menjadi salah satu daya tarik dalam acara Kumpul Sahabat yang digelar di Batam