Harga BBM Pertamina Juli 2026, Solar dan Pertamax Turbo Turun
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Harga minyak mentah dunia tengah melambung. Hal itu didorong dari konflik Timur Tengah yang terus memanas.
Ditambah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Membuat distribusi minyak mentah terhambat.
Dampaknya ketersediaan BBM menjadi tipis. Kemudian harganya turut terkerek cukup tinggi di sejumlah negara.
Akan tetapi banderol BBM di Indonesia belum mengalami kenaikan. Baik untuk golongan subsidi serta nonsubsidi.
Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir. Terlebih jangan sampai panic buying memboyong Pertalite.
“Kami siap tidak menaikkan (harga BBM) sampai akhir tahun untuk BBM subsidi,” ungkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) seperti dikutip dari YouTube DPR RI.
Namun ada syarat yang harus dipenuhi. Semisal harga minyak mentah rata-rata 100 dolar Amerika per barel sampai akhir tahun.
Sehingga tidak membebani keuangan negara. Masyarakat pun bisa mendapatkan bahan bakar dengan banderol terjangkau.
“Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyaraka enggak usah ribut, enggak usah takut, kita sudah hitung,” tegas Menkeu.
Purbaya juga menjelaskan bahwa APBN 2026 masih memiliki bantalan tersendiri. Seperti dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Menkeu mengungkapkan SAL saat ini mencapai Rp 420 triliun. Anggaran itu akan dipakai jika diperlukan untuk menutup kenaikan harga minyak dunia.
“Kalau kepepet, masih ada lagi bantalan yang saya bilang tadi. Jadi negara kita aman,” tegas Purbaya.
Di sisi lain, pemerintah resmi mengumumkan kebijakan work from home atau WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ini menjadi langkah preventif yang diambil pemerintah, guna beradaptasi menghadapi dinamika global.
“Penerapan work from home bagi ASN, apalagi di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada kesempatan terpisah.
Di samping itu ada pembatasan penggunaan kendaraan dinas untuk menambah efisiensi mobilitas, kecuali buat operasional atau kendaraan listrik.
Kemudian perjalanan dinas dalam negeri dikurangi 50 persen, sementara luar negeri sampai 70 persen.
Lebih lanjut dijelaskan tetap ada beberapa sektor yang dikecualikan dari kebijakan WFH seperti layanan publik, transportasi, logistik serta pendidikan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Melakukan road trip h dengan menyertakan anak-anak membutuhkan banyak persiapan agar liburannya berkesan
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih mengandalkan para petugas di jalanan namun dibantu dengan sistem ETLE
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak biaya dan lokasinya
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa lebih mudah, seperti melalui SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
06 Juli 2026, 21:00 WIB
Ada sinyal kuat Jaecoo J5 Hybrid yang dilengkapi teknologi LiDAR bakal dihadirkan perdana di GIIAS 2026
06 Juli 2026, 20:00 WIB
Susunan sementara pembalap MotoGP 2027 perlahan semakin lengkap, beberapa tim sudah mengumumkan rider baru
06 Juli 2026, 19:33 WIB
Marc Marquez memiliki catatan cukup positif di Sachsenring, ia dijagokan untuk menang di MotoGP Jerman 2026
06 Juli 2026, 17:44 WIB
AMBI menilai ada satu faktor penting yang membuat harga Hyundai Ioniq 5 bekas mengalami depresiasi tajam