DFSK Menjamin Keamanan dan Daya Tahan Baterai PHEV
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV memiliki harga yang semakin kompetitif di pasar Indonesia. Terlebih setelah berbagai manufaktur Cina menghadirkan beragam model.
Perlu diketahui, dahulu harga PHEV bisa tembus Rp 1 miliar ke atas. Namun saat ini bisa didapatkan dengan banderol di kisaran mulai dari Rp 500 jutaan.
Inchcape Indonesia, distributor merek Mercedes-Benz, Jaguar-Land Rover, Harley-Davidson serta GWM mengungkapkan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Menurut hasil pengamatan Inchcape, konsumen masih cenderung menyamakan PHEV dengan mobil hybrid konvensional.
Lalu mobil hybrid belum kebal dari kebijakan ganjil genap yang diberlakukan di Ibu Kota. Sementara mobil listrik sudah terbebas dari aturan tersebut.
“Jadi konsumen melihatnya PHEV dengan hybrid (konvensional) itu satu kelompok. Electric Vehicle (EV) itu kelompok lain,” kata Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia & CEO Inchcape GWM Indonesia di Jakarta, Senin (06/04).
Meskipun begitu, ia mengungkapkan PHEV tetap memiliki keunggulannya tersendiri. Salah satunya, kapasitas baterai lebih besar dari mobil hybrid konvensional.
Hal itu diklaim membuat efisiensi penggunaan bahan bakar pada PHEV semakin baik. Sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri buat konsumen yang ingin menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
“Ketika kita mau meluncurkan model baru, nanti kita harus lihat. Sebenarnya, konsumen prefer teknologi yang mana,” tegas Bagus.
Lebih lanjut Bagus mengungkapkan, saat ini GWM justru menerima respons positif untuk varian diesel dari produk Sport Utility Vehicle (SUV) mereka yaitu GWM Tank 300 Diesel.
“Penjualan Tank 300 Diesel bahkan jauh melampaui yang hybrid,” tegas Bagus.
Sebagai informasi, saat ini GWM memasarkan sederet mobil hybrid dan satu produk kendaraan listrik murni di bawah merek Ora.
GWM Ora 03 menjadi mobil listrik perdana mereka di pasar Indonesia. Model lain yakni Ora 07 disuplai sebagai armada kepolisian, namun belum ada informasi soal penjualannya secara massal.
Kehadiran GWM Ora 07 Performance pertama kali terlihat setelah namanya terdaftar di data Gaikindo.
Secara bahasa desain masih identik dengan Ora 03. Namun bentuknya memanjang seperti sedan dan tersedia dalam warna-warna yang lebih cerah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
03 Agustus 2026, 16:00 WIB
02 Agustus 2026, 13:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail