Mobil Cina Gusur Jepang di Pasar Australia, Ekspansi Berlanjut

Pasar mobil Australia mulai didominasi mobil Cina, BYD menjadi salah satu yang paling banyak berkontribusi

Mobil Cina Gusur Jepang di Pasar Australia, Ekspansi Berlanjut
Satrio Adhy

KatadataOTO – Para pabrikan mobil Cina terus menjalankan ekspansi mereka ke berbagai negara. Termasuk menyasar pasar Australia.

Bahkan BYD, Geely dan kawan-kawan mampu menggoda banyak konsumen di Negeri Kanguru tersebut.

“Cina secara resmi telah melampaui Jepang dan menjadi negara pengimpor kendaraan roda empat terbesar untuk pertama kalinya,” bunyi laporan Carnewschina pada Minggu (05/04).

Lebih jauh disebutkan bahwa, pencapaian tersebut sekaligus penanda terjadinya perubahan signifikan di pasar otomotif Australia.

Geely dan Zeekr
Photo: Geely

Apalagi berdasarkan data Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), pada Februari 2026 impor mobil Cina mencapai 22.300 unit.

Jumlah di atas mampu berkontribusi cukup besar, yakni mencapai 25 persen pangsa pasar mobil baru Australia.

Selain itu, angka tersebut melampaui capaian dari produsen asal Jepang. Sebab Toyota dan pabrikan lain hanya membukukan 21.600 unit saja.

Tentu data di atas menunjukkan titik balik dominasi Jepang, yang telah berlangsung sejak 1998 di pasar otomotif Australia.

Pergeseran ini menunjukkan perubahan cepat dalam preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik dan alternatif hemat biaya yang disediakan oleh produsen Tiongkok,” lanjut mereka.

Sebagai informasi, situasi yang ada didorong oleh sejumlah faktor. Semisal meningkatnya popularitas mobil listrik maupun berjantung pacu hibrida.

BYD Petik Hasil Manis

Sementara itu, sejumlah produsen diklaim menuai capaian positif di Australia. Salah satunya BYD yang mampu meningkatkan penjualan sampai 160 persen.

Mereka berhasil menjual hingga 10.200 mobil listrik dalam dua bulan pertama 2026.

Sekadar mengingatkan, pasar kendaraan roda empat di Negeri Kanguru sangat bergantung pada impor karena kurangnya basis manufaktur domestik.

Tidak adanya tarif pada kendaraan impor, preferensi konsumen yang beragam terhadap SUV serta kendaraan komersial ringan menjadikan Australia pasar utama bagi ekspansi merek otomotif global.

BYD
Photo: Istimewa

Konsumen di Australia juga menerima produk-produk asal Cina dengan cepat. Sebab harga yang kompetitif, fitur teknologi canggih serta pergeseran menuju elektrifikasi.

Sejak 2020, total sembilan merek Tiongkok baru telah memasuki pasar Australia. Beberapa yang cukup dominan antara lain MG, BYD, GWM maupun Chery.

Hal tersebut menandakan dominasi para produsen asal Negeri Tirai Bambu kian menguat. Sekaligus mulai menggerus bisnis pabrikan Jepang di pasar Australia.


Terkini

news
Ganjil Genap Jakarta

Jangan Tertukar, Ini Lokasi Ganjil Genap Jakarta Hari Ini

Ganjil genap Jakarta hari ini 19 Mei 2026 kembali dimulai sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, perhatikan titiknya

news
SIM Keliling Jakarta

5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Selasa 19 Mei 2026

SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak syaratnya

news
SIM Keliling Bandung

Cek Jadwal 2 Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, 19 Mei 2026

SIM keliling Bandung bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini

mobil
BYD M6 DM

BYD M6 DM Diperkenalkan, Konsumen Bisa Test Drive

BYD M6 DM hadir meramaikan opsi mobil keluarga berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di RI

mobil
Xpeng X9 EREV

Xpeng Akuisisi Mayoritas Saham Milik Erajaya

Xpeng kembali menunjukkan komitmen jangka panjangnya dalam menjual kendaraan roda empat di pasar Indonesia

mobil
Merek Mobil Cina Terlaris

Merek Mobil Cina Terlaris April 2026, BYD Terdepan

BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Indonesia pada April 2026 disusul Jaecoo dan Wuling

news
Adira

Adira Expo Kembali Digelar di Jakarta, Tebar Banyak Promo

Adira Expo Tebar Promo diklaim mampu menjawab kebutuhan para konsumen, terkhusus soal mobil dan motor baru

mobil
Jetour T2

Jetour Catat Penjualan Positif di April 2026, T2 Jadi Andalan

Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit