Penjualan Mobil Hybrid Berpotensi Naik Pasca Insentif EV Disetop

Pengamat menilai konsumen akan beralih ke opsi yang lebih rasional dari sisi harga yakni mobil hybrid

Penjualan Mobil Hybrid Berpotensi Naik Pasca Insentif EV Disetop
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di Indonesia berpotensi kembali stagnan pasca insentif dihentikan. Perlu diketahui harga sejumlah model Electric Vehicle (EV) mengalami kenaikan tahun ini.

Sebelumnya deretan mobil listrik rakitan lokal mendapatkan insentif berupa potongan pajak sebesar 10 persen.

Hal serupa berlaku untuk sejumlah mobil listrik impor yang telah memenuhi persyaratan dan punya komitmen perakitan lokal.

Imbas diberhentikannya insentif, pengamat menilai konsumen atau calon pembeli mobil baru di masa mendatang bakal beralih ke mobil hybrid.

Mobil hybrid murah
Photo: KatadataOTO

Dari segi harga dan opsi model, mobil hybrid memang lebih bervariatif dan banyak tersedia dalam konfigurasi 7-seater dengan banderol kompetitif.

“Secara rasional, banyak konsumen level menengah cenderung bersikap rasional dan beralih ke mobil hybrid yang fleksibel tanpa ketergantungan pada charging infrastructure,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.

Ia menegaskan infrastruktur pengisian daya di luar Jawa bisa dibilang belum tersebar merata, meskipun jumlahnya bertambah.

Sehingga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para pembeli, terkhusus mereka yang berada di daerah luar Jawa.

Bicara soal insentif EV, Yannes mengungkapkan pemerintah menghadapi tantangan karena perlu memprioritaskan anggaran buat subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“Jika tidak ada desain kebijakan baru yang lebih tepat sasaran dan berani, maka adopsi EV sangat berisiko mengalami stagnasi struktural dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Yannes.

Stagnasi ini bukan terjadi karena kegagalan teknologi mobil listrik. Namun ekosistem dan daya beli masyarakat belum cukup buat menopang transisi tanpa bantuan subsidi.

BYD Atto 1
Photo: KatadataOTO

Padahal di Indonesia, opsi mobil listrik semakin beragam. Insentif menjadi salah satu daya tarik yang membuat sejumlah manufaktur Cina percaya diri menghadirkan EV ke konsumen.

Terlebih sempat diberikan insentif buat mobil listrik impor. BYD menjadi salah satu penerimanya.

Berkat subsidi, BYD mencatatkan penjualan positif di dalam negeri. Mereka bahkan memboyong serta sub merek premium Denza yang saat ini eksklusif memasarkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Denza D9.


Terkini

motor
Imhax 2026

Hadirkan Brand Motor Mewah, IMHAX 2026 Tampil Makin Lengkap

IMHAX 2026 digelar 3 - 6 September 2026 menghadirkan deretan apparel mulai dari brand lokal hingga impor

mobil
Omoda & Jaecoo

Omoda & Jaecoo Resmikan Diler Baru di Kawasan Ciledug

Diler baru Omoda & Jaecoo memiliki fasilitas untuk melayani konsumen di wilayah Tangerang dan sekitarnya

news
GIIAS 2026

Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026

OLXmobbi mengklaim bahwa selama pameran GIIAS 2026, penjualan mobil bekas meningkat dibandingkan tahun lalu

mobil
Harga Mobil Hybrid

Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun

Wholesales mobil hybrid yang mencakup PHEV dan HEV turun di periode Juli 2026, Toyota masih terlaris

motor
Motor Listrik

Purbaya Sebut Insentif Motor Listrik Akan Berjalan Bulan Depan

Saat ini insentif motor listrik belum dicairkan kepada masyarakat karena masih menunggu penerbitan PMK

mobil
BAIC T1

Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun

Menurut rencana mobil listrik BAIC T1 akan diproduksi di Purwakarta dengan memanfaatkan fasilitas Handal

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 19 Agustus 2026

Seperti biasa, fasilitas SIM keliling Jakarta tersedia di lima lokasi berbeda hari ini 19 Agustus 2026

news
Ganjil Genap Jakarta

Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 19 Agustus 2026 Kembali Berlaku

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurai kemacetan jalan Ibu Kota