Resmi Dijual, Harga Chery Q EV Masih Rahasia
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Pengamat menilai konsumen akan beralih ke opsi yang lebih rasional dari sisi harga yakni mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di Indonesia berpotensi kembali stagnan pasca insentif dihentikan. Perlu diketahui harga sejumlah model Electric Vehicle (EV) mengalami kenaikan tahun ini.
Sebelumnya deretan mobil listrik rakitan lokal mendapatkan insentif berupa potongan pajak sebesar 10 persen.
Hal serupa berlaku untuk sejumlah mobil listrik impor yang telah memenuhi persyaratan dan punya komitmen perakitan lokal.
Imbas diberhentikannya insentif, pengamat menilai konsumen atau calon pembeli mobil baru di masa mendatang bakal beralih ke mobil hybrid.
Dari segi harga dan opsi model, mobil hybrid memang lebih bervariatif dan banyak tersedia dalam konfigurasi 7-seater dengan banderol kompetitif.
“Secara rasional, banyak konsumen level menengah cenderung bersikap rasional dan beralih ke mobil hybrid yang fleksibel tanpa ketergantungan pada charging infrastructure,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.
Ia menegaskan infrastruktur pengisian daya di luar Jawa bisa dibilang belum tersebar merata, meskipun jumlahnya bertambah.
Sehingga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para pembeli, terkhusus mereka yang berada di daerah luar Jawa.
Bicara soal insentif EV, Yannes mengungkapkan pemerintah menghadapi tantangan karena perlu memprioritaskan anggaran buat subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Jika tidak ada desain kebijakan baru yang lebih tepat sasaran dan berani, maka adopsi EV sangat berisiko mengalami stagnasi struktural dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Yannes.
Stagnasi ini bukan terjadi karena kegagalan teknologi mobil listrik. Namun ekosistem dan daya beli masyarakat belum cukup buat menopang transisi tanpa bantuan subsidi.
Padahal di Indonesia, opsi mobil listrik semakin beragam. Insentif menjadi salah satu daya tarik yang membuat sejumlah manufaktur Cina percaya diri menghadirkan EV ke konsumen.
Terlebih sempat diberikan insentif buat mobil listrik impor. BYD menjadi salah satu penerimanya.
Berkat subsidi, BYD mencatatkan penjualan positif di dalam negeri. Mereka bahkan memboyong serta sub merek premium Denza yang saat ini eksklusif memasarkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Denza D9.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Mei 2026, 15:42 WIB
19 Mei 2026, 13:29 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Terkini
19 Mei 2026, 17:00 WIB
Varian PHEV dari BYD M6 mulai diperkenalkan ke konsumen, meskipun harga dan spesifikasinya masih gelap
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Mobil listrik Chery Q hadir meramaikan pasar otomotif RI, tawarkan spesifikasi dan fitur keselamatan mumpuni
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Harga BBM non subsidi yang terus meroket tajam membuat banyak konsumen yang beralih ke kendaraan hybrid
19 Mei 2026, 12:02 WIB
Veda Ega Pratama menilai hasil di Moto3 Catalunya 2026 sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang
19 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini 19 Mei 2026 kembali dimulai sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, perhatikan titiknya
19 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
19 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak syaratnya
18 Mei 2026, 22:39 WIB
BYD M6 DM hadir meramaikan opsi mobil keluarga berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di RI