Pemerintah Cina Perketat Aturan Daur Ulang Baterai Mobil Listrik
05 April 2026, 20:10 WIB
Pengamat menilai konsumen akan beralih ke opsi yang lebih rasional dari sisi harga yakni mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di Indonesia berpotensi kembali stagnan pasca insentif dihentikan. Perlu diketahui harga sejumlah model Electric Vehicle (EV) mengalami kenaikan tahun ini.
Sebelumnya deretan mobil listrik rakitan lokal mendapatkan insentif berupa potongan pajak sebesar 10 persen.
Hal serupa berlaku untuk sejumlah mobil listrik impor yang telah memenuhi persyaratan dan punya komitmen perakitan lokal.
Imbas diberhentikannya insentif, pengamat menilai konsumen atau calon pembeli mobil baru di masa mendatang bakal beralih ke mobil hybrid.
Dari segi harga dan opsi model, mobil hybrid memang lebih bervariatif dan banyak tersedia dalam konfigurasi 7-seater dengan banderol kompetitif.
“Secara rasional, banyak konsumen level menengah cenderung bersikap rasional dan beralih ke mobil hybrid yang fleksibel tanpa ketergantungan pada charging infrastructure,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.
Ia menegaskan infrastruktur pengisian daya di luar Jawa bisa dibilang belum tersebar merata, meskipun jumlahnya bertambah.
Sehingga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para pembeli, terkhusus mereka yang berada di daerah luar Jawa.
Bicara soal insentif EV, Yannes mengungkapkan pemerintah menghadapi tantangan karena perlu memprioritaskan anggaran buat subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Jika tidak ada desain kebijakan baru yang lebih tepat sasaran dan berani, maka adopsi EV sangat berisiko mengalami stagnasi struktural dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Yannes.
Stagnasi ini bukan terjadi karena kegagalan teknologi mobil listrik. Namun ekosistem dan daya beli masyarakat belum cukup buat menopang transisi tanpa bantuan subsidi.
Padahal di Indonesia, opsi mobil listrik semakin beragam. Insentif menjadi salah satu daya tarik yang membuat sejumlah manufaktur Cina percaya diri menghadirkan EV ke konsumen.
Terlebih sempat diberikan insentif buat mobil listrik impor. BYD menjadi salah satu penerimanya.
Berkat subsidi, BYD mencatatkan penjualan positif di dalam negeri. Mereka bahkan memboyong serta sub merek premium Denza yang saat ini eksklusif memasarkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Denza D9.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 April 2026, 20:10 WIB
04 April 2026, 09:00 WIB
02 April 2026, 13:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
06 April 2026, 06:07 WIB
Di awal pekan ini, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung demi memudahkan masyarakat di Kota Kembang
06 April 2026, 06:01 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas tetap terjaga khususnya di jam sibuk
06 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta dibuka untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut lokasi dan biayanya
05 April 2026, 20:10 WIB
Aturan ditetapkan untuk mengantisipasi tingginya limbah baterai kendaraan ramah lingkungan di masa depan
05 April 2026, 15:25 WIB
Pasar mobil Australia mulai didominasi mobil Cina, BYD menjadi salah satu yang paling banyak berkontribusi
04 April 2026, 09:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System