Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Pengamat menilai konsumen akan beralih ke opsi yang lebih rasional dari sisi harga yakni mobil hybrid
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di Indonesia berpotensi kembali stagnan pasca insentif dihentikan. Perlu diketahui harga sejumlah model Electric Vehicle (EV) mengalami kenaikan tahun ini.
Sebelumnya deretan mobil listrik rakitan lokal mendapatkan insentif berupa potongan pajak sebesar 10 persen.
Hal serupa berlaku untuk sejumlah mobil listrik impor yang telah memenuhi persyaratan dan punya komitmen perakitan lokal.
Imbas diberhentikannya insentif, pengamat menilai konsumen atau calon pembeli mobil baru di masa mendatang bakal beralih ke mobil hybrid.
Dari segi harga dan opsi model, mobil hybrid memang lebih bervariatif dan banyak tersedia dalam konfigurasi 7-seater dengan banderol kompetitif.
“Secara rasional, banyak konsumen level menengah cenderung bersikap rasional dan beralih ke mobil hybrid yang fleksibel tanpa ketergantungan pada charging infrastructure,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Akademisi dan Pengamat Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.
Ia menegaskan infrastruktur pengisian daya di luar Jawa bisa dibilang belum tersebar merata, meskipun jumlahnya bertambah.
Sehingga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi para pembeli, terkhusus mereka yang berada di daerah luar Jawa.
Bicara soal insentif EV, Yannes mengungkapkan pemerintah menghadapi tantangan karena perlu memprioritaskan anggaran buat subsidi bahan bakar minyak (BBM).
“Jika tidak ada desain kebijakan baru yang lebih tepat sasaran dan berani, maka adopsi EV sangat berisiko mengalami stagnasi struktural dalam dua sampai tiga tahun ke depan,” kata Yannes.
Stagnasi ini bukan terjadi karena kegagalan teknologi mobil listrik. Namun ekosistem dan daya beli masyarakat belum cukup buat menopang transisi tanpa bantuan subsidi.
Padahal di Indonesia, opsi mobil listrik semakin beragam. Insentif menjadi salah satu daya tarik yang membuat sejumlah manufaktur Cina percaya diri menghadirkan EV ke konsumen.
Terlebih sempat diberikan insentif buat mobil listrik impor. BYD menjadi salah satu penerimanya.
Berkat subsidi, BYD mencatatkan penjualan positif di dalam negeri. Mereka bahkan memboyong serta sub merek premium Denza yang saat ini eksklusif memasarkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Denza D9.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum