BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina tidak juga mereda. Terutama pada sektor perdagangan antar dua negara.
Terkini Negeri Paman Sam terus menolak kehadiran mobil listrik Cina. Seperti diutarakan oleh para pejabat di sana.
“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke sistem telekomunikasi kami. Kita (juga) tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini,” ungkap Bernei Moreno, Senator Partai Republik di Reuters, Kamis (02/04).
Menurut Moreno, ia bakal berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas. Mencakup perangkat keras, lunak maupun kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Selain itu, ia juga bakal mendorong negara-negara lain buat mengikuti serta mendukung wacana tersebut.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” lanjut senator satu ini.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan bakal mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak bakal ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
“Tidak akan ada mobil buatan Cina di sini. Saya berharap Amerika Latin, Meksiko, Kanada dan Eropa mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,” tegas dia.
Sebagai informasi beberapa waktu lalu Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sempat perlahan melunak. Ia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Trump memberi sinyal akan menyambut dengan tangan terbuka selama BYD, Geely, Wuling hingga Aion mau berinvestasi di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda, teman-teman, serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu (melakukan investasi),” kata Donald Trump.
Tentu pernyataan di atas menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan para pabrikan mobil Cina dalam memasarkan produk mereka di Amerika Serikat.
Apalagi seorang pejabat Gedung Putih memberikan klarifikasi bahwa pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur Amerika Serikat.
Akan tetapi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Seperti memastikan keamanan nasional dan ekonomi mereka tidak terganggu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026