Tantangan Nikel Indonesia Untuk Mencapai Hilirisasi
16 April 2026, 07:56 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina tidak juga mereda. Terutama pada sektor perdagangan antar dua negara.
Terkini Negeri Paman Sam terus menolak kehadiran mobil listrik Cina. Seperti diutarakan oleh para pejabat di sana.
“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke sistem telekomunikasi kami. Kita (juga) tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini,” ungkap Bernei Moreno, Senator Partai Republik di Reuters, Kamis (02/04).
Menurut Moreno, ia bakal berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas. Mencakup perangkat keras, lunak maupun kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Selain itu, ia juga bakal mendorong negara-negara lain buat mengikuti serta mendukung wacana tersebut.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” lanjut senator satu ini.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan bakal mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak bakal ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
“Tidak akan ada mobil buatan Cina di sini. Saya berharap Amerika Latin, Meksiko, Kanada dan Eropa mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,” tegas dia.
Sebagai informasi beberapa waktu lalu Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sempat perlahan melunak. Ia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Trump memberi sinyal akan menyambut dengan tangan terbuka selama BYD, Geely, Wuling hingga Aion mau berinvestasi di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda, teman-teman, serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu (melakukan investasi),” kata Donald Trump.
Tentu pernyataan di atas menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan para pabrikan mobil Cina dalam memasarkan produk mereka di Amerika Serikat.
Apalagi seorang pejabat Gedung Putih memberikan klarifikasi bahwa pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur Amerika Serikat.
Akan tetapi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Seperti memastikan keamanan nasional dan ekonomi mereka tidak terganggu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 19:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global
16 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah untuk atasi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi
16 April 2026, 06:00 WIB
Hari ini pengendara di Kota Kembang bisa mendatangai salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi
16 April 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara dengan mudah, Anda dapat memanfaatkan SIM keliling Jakarta hari ini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha