VinFast Daftarkan Paten Desain SUV Baru di Indonesia
02 April 2026, 13:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina tidak juga mereda. Terutama pada sektor perdagangan antar dua negara.
Terkini Negeri Paman Sam terus menolak kehadiran mobil listrik Cina. Seperti diutarakan oleh para pejabat di sana.
“Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke sistem telekomunikasi kami. Kita (juga) tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini,” ungkap Bernei Moreno, Senator Partai Republik di Reuters, Kamis (02/04).
Menurut Moreno, ia bakal berupaya memberlakukan larangan yang lebih luas. Mencakup perangkat keras, lunak maupun kemitraan dengan perusahaan otomotif Negeri Tirai Bambu.
Salah satu caranya dengan mengajukan rancangan undang-undang bulan depan. Hal ini demi memperketat larangan mobil listrik Cina masuk ke pasar Amerika Serikat.
Selain itu, ia juga bakal mendorong negara-negara lain buat mengikuti serta mendukung wacana tersebut.
“Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami. Kita membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” lanjut senator satu ini.
Disebutkan bahwa rancangan undang-undang yang bakal diajukan bakal mencakup lebih banyak hal, tidak hanya larangan impor saja.
Dengan begitu, Moreno memastikan tidak bakal ada akses mobil listrik Cina membanjiri pasar Negeri Paman Sam di masa mendatang.
“Tidak akan ada mobil buatan Cina di sini. Saya berharap Amerika Latin, Meksiko, Kanada dan Eropa mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,” tegas dia.
Sebagai informasi beberapa waktu lalu Donald Trump, Presiden Amerika Serikat sempat perlahan melunak. Ia memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.
Trump memberi sinyal akan menyambut dengan tangan terbuka selama BYD, Geely, Wuling hingga Aion mau berinvestasi di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta memperkerjakan Anda, teman-teman, serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukai itu (melakukan investasi),” kata Donald Trump.
Tentu pernyataan di atas menjadi peluang besar untuk dimanfaatkan para pabrikan mobil Cina dalam memasarkan produk mereka di Amerika Serikat.
Apalagi seorang pejabat Gedung Putih memberikan klarifikasi bahwa pemerintah mendukung investasi asing di sektor manufaktur Amerika Serikat.
Akan tetapi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Seperti memastikan keamanan nasional dan ekonomi mereka tidak terganggu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2026, 13:00 WIB
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Terkini
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya