Harga BYD Atto 1 Bakal Naik Tanpa Insentif Mobil Listrik Impor

Meskipun belum ada pengumuman resmi, tenaga penjual sebut harga BYD Atto 1 bakal disesuaikan tanpa insentif

Harga BYD Atto 1 Bakal Naik Tanpa Insentif Mobil Listrik Impor
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Pemerintah telah menghentikan insentif mobil listrik impor per awal 2026. Hal ini berpeluang membuat harga BYD Atto 1 naik.

Perlu diketahui saat ini tipe terendah BYD Atto 1 dijual Rp 199 jutaan on the road Jakarta. Sementara varian teratas Premium ditawarkan Rp 235 juta.

Berkat bantuan insentif mobil listrik impor, BYD Atto 1 jadi salah satu Electric Vehicle (EV) dengan banderol paling kompetitif di kelasnya.

Namun setelah insentif berakhir, BYD harus melakukan perakitan lokal lini kendaraannya sesuai dengan jumlah unit Completely Built Up (CBU) yang dijual ke konsumen.

Tidak Semua Varian BYD Atto 1 Harganya Naik, Simak Detailnya
Photo: KatadataOTO

Meskipun pihak manufaktur belum mengumumkan kenaikan harga, tenaga penjual BYD mengungkapkan harga BYD Atto 1 bakal mengalami kenaikkan imbas dihentikannya insentif.

“Kalau (BYD Atto 1) NIK 2026 harganya berbeda lagi, kenaikannya tinggi,” kata seorang wiraniaga BYD saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini. 

Sebagai informasi, BYD Atto 1 varian Standard sebelumnya ditawarkan seharga Rp 195 juta ketika diluncurkan di GIIAS 2025.

Namun di November 2025 harga tipe terendah mengalami penyesuaian karena beberapa alasan, salah satunya adalah fluktuasi kurs. Mengingat unitnya masih berstatus impor.

“Belum keluar (pricelist BYD Atto 1 NIK 2026), bisa di atas Rp 200 jutaan,” ucap tenaga penjual tersebut.

Harga Mobil Listrik Impor Berpeluang Melonjak Tahun Ini

Jika dihitung secara kasar,  BYD Atto 1 tipe terendah tercatat memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 245 juta.

Angka itu bisa dibebankan bea masuk sebesar 50 persen, membuat harga BYD Atto 1 tanpa insentif naik pesat menjadi Rp 367,5 jutaan.

BYD Atto 1
Photo: KatadataOTO

Produk BYD lain seperti Atto 3 punya NJKB Rp 371 juta dan Rp 398 juta. Apabila ditambahkan bea masuk angkanya menjadi Rp 556 juta dan Rp 597 juta.

Ini juga bakal berdampak pada model dari sub merek BYD, Denza D9 yang memiliki NJKB Rp 739 juta dan ditawarkan Rp 950 juta.

Ketika dikenakan tarif bea masuk angkanya akan mendekati pesaing terdekatnya yakni Toyota Alphard HEV menjadi Rp 1,4 miliar.


Terkini

otosport
MotoGP Jepang 2026

Martin Tak Mau Kehilangan Momentum di MotoGP Jepang 2026

Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara

news
Lokasi SIM Keliling Bandung

Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal Oktober 2026, Ada di 2 Tempat

Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 Oktober 2026, Masih Efektif Atasi Macet

Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Biaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 1 Oktober

Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda

news
Shell Helix Ultra

Shell Lubricants Kembali Pimpin Pasar Pelumas Global

Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade

mobil
Daihatsu

Daihatsu Jaga Laju Pertumbuhan Penjualan di Pasar Jawa Tengah

Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya

news
Ganjil Genap Jakarta

10 Tahun Diterapkan, Ganjil Genap Jakarta Bakal Dievaluasi

Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade

mobil
Jaecoo J5 EV Genuine Body Kit

Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen

Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan