Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina dahulu tidak mendapatkan perhatian sebanyak pabrikan Jepang. Banyak orang termasuk di Indonesia, mengandalkan produk asal Negeri Sakura untuk mobilitas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu, merek mobil Cina perlahan masuk ke berbagai negara global dengan melakukan sejumlah penyesuaian.
Tidak hanya menawarkan produk dengan teknologi terkini, harga mobil Cina cenderung lebih rendah dari model lain di segmen serupa.
Produksi yang dilakukan juga dalam jumlah masif. Mereka gencar melakukan perakitan lokal di berbagai negara demi mengikuti regulasi setempat dan mempertahankan harga kompetitif.
Beberapa waktu lalu, Toshihiro Mibe, CEO dan Presiden Honda pergi ke Cina untuk melihat langsung proses perakitan dan produksi lokal mobil di sana.
Durasinya terbilang cukup singkat namun dalam jumlah banyak. Ini membuat manufaktur Tiongkok unggul dibandingkan merek-merek lain.
Menariknya, Mibe kemudian mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dan jadi sorotan banyak pihak.
“Kita tak ada peluang buat melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip dari Nikkei Asia, Senin (27/04).
Bahkan sebelumnya, pihak Honda turut membatalkan pengembangan tiga model mobil listriknya karena mengaku kesulitan bersaing.
Tiga model itu adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX. Penghentian insentif mobil listrik di negara seperti Amerika Serikat jadi salah satu pemicunya.
Mibe sempat mengungkapkan bahwa Honda tidak mampu menghadirkan produk value for money lebih baik dari manufaktur lain.
Namun dia tidak menampik, elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hanya saja perkenalan mobil listrik Honda perlu strategi hati-hati agar bisa berhasil dan tidak berujung diskontinu produk.
Sebagai informasi, Honda memang tengah mengalami tantangan imbas ketatnya persaingan terkhusus dengan manufaktur Cina.
Di Tiongkok, penjualan Honda mengalami penurunan drastis. Pada 2020 mereka menjual 1,6 juta unit kendaraan, namun di 2026 angka itu diprediksi jeblok ke 600.000 unit.
Sementara terbarunya di Korea Selatan, pabrikan berlambang H ini mengumumkan kepergiannya nanti di akhir tahun.
Keputusan itu diambil karena melihat kondisi persaingan yang mulai berubah. Honda masih akan melanjutkan penjualan motor di sana dan memberikan layanan purnajual untuk seluruh konsumennya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat