Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina dahulu tidak mendapatkan perhatian sebanyak pabrikan Jepang. Banyak orang termasuk di Indonesia, mengandalkan produk asal Negeri Sakura untuk mobilitas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu, merek mobil Cina perlahan masuk ke berbagai negara global dengan melakukan sejumlah penyesuaian.
Tidak hanya menawarkan produk dengan teknologi terkini, harga mobil Cina cenderung lebih rendah dari model lain di segmen serupa.
Produksi yang dilakukan juga dalam jumlah masif. Mereka gencar melakukan perakitan lokal di berbagai negara demi mengikuti regulasi setempat dan mempertahankan harga kompetitif.
Beberapa waktu lalu, Toshihiro Mibe, CEO dan Presiden Honda pergi ke Cina untuk melihat langsung proses perakitan dan produksi lokal mobil di sana.
Durasinya terbilang cukup singkat namun dalam jumlah banyak. Ini membuat manufaktur Tiongkok unggul dibandingkan merek-merek lain.
Menariknya, Mibe kemudian mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dan jadi sorotan banyak pihak.
“Kita tak ada peluang buat melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip dari Nikkei Asia, Senin (27/04).
Bahkan sebelumnya, pihak Honda turut membatalkan pengembangan tiga model mobil listriknya karena mengaku kesulitan bersaing.
Tiga model itu adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX. Penghentian insentif mobil listrik di negara seperti Amerika Serikat jadi salah satu pemicunya.
Mibe sempat mengungkapkan bahwa Honda tidak mampu menghadirkan produk value for money lebih baik dari manufaktur lain.
Namun dia tidak menampik, elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hanya saja perkenalan mobil listrik Honda perlu strategi hati-hati agar bisa berhasil dan tidak berujung diskontinu produk.
Sebagai informasi, Honda memang tengah mengalami tantangan imbas ketatnya persaingan terkhusus dengan manufaktur Cina.
Di Tiongkok, penjualan Honda mengalami penurunan drastis. Pada 2020 mereka menjual 1,6 juta unit kendaraan, namun di 2026 angka itu diprediksi jeblok ke 600.000 unit.
Sementara terbarunya di Korea Selatan, pabrikan berlambang H ini mengumumkan kepergiannya nanti di akhir tahun.
Keputusan itu diambil karena melihat kondisi persaingan yang mulai berubah. Honda masih akan melanjutkan penjualan motor di sana dan memberikan layanan purnajual untuk seluruh konsumennya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026