Bocoran Waktu Peluncuran Lepas E4 EV, Bakal Manfaatkan GIIAS 2026
28 April 2026, 11:00 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina dahulu tidak mendapatkan perhatian sebanyak pabrikan Jepang. Banyak orang termasuk di Indonesia, mengandalkan produk asal Negeri Sakura untuk mobilitas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu, merek mobil Cina perlahan masuk ke berbagai negara global dengan melakukan sejumlah penyesuaian.
Tidak hanya menawarkan produk dengan teknologi terkini, harga mobil Cina cenderung lebih rendah dari model lain di segmen serupa.
Produksi yang dilakukan juga dalam jumlah masif. Mereka gencar melakukan perakitan lokal di berbagai negara demi mengikuti regulasi setempat dan mempertahankan harga kompetitif.
Beberapa waktu lalu, Toshihiro Mibe, CEO dan Presiden Honda pergi ke Cina untuk melihat langsung proses perakitan dan produksi lokal mobil di sana.
Durasinya terbilang cukup singkat namun dalam jumlah banyak. Ini membuat manufaktur Tiongkok unggul dibandingkan merek-merek lain.
Menariknya, Mibe kemudian mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dan jadi sorotan banyak pihak.
“Kita tak ada peluang buat melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip dari Nikkei Asia, Senin (27/04).
Bahkan sebelumnya, pihak Honda turut membatalkan pengembangan tiga model mobil listriknya karena mengaku kesulitan bersaing.
Tiga model itu adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX. Penghentian insentif mobil listrik di negara seperti Amerika Serikat jadi salah satu pemicunya.
Mibe sempat mengungkapkan bahwa Honda tidak mampu menghadirkan produk value for money lebih baik dari manufaktur lain.
Namun dia tidak menampik, elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hanya saja perkenalan mobil listrik Honda perlu strategi hati-hati agar bisa berhasil dan tidak berujung diskontinu produk.
Sebagai informasi, Honda memang tengah mengalami tantangan imbas ketatnya persaingan terkhusus dengan manufaktur Cina.
Di Tiongkok, penjualan Honda mengalami penurunan drastis. Pada 2020 mereka menjual 1,6 juta unit kendaraan, namun di 2026 angka itu diprediksi jeblok ke 600.000 unit.
Sementara terbarunya di Korea Selatan, pabrikan berlambang H ini mengumumkan kepergiannya nanti di akhir tahun.
Keputusan itu diambil karena melihat kondisi persaingan yang mulai berubah. Honda masih akan melanjutkan penjualan motor di sana dan memberikan layanan purnajual untuk seluruh konsumennya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
23 April 2026, 19:17 WIB
Terkini
28 April 2026, 13:31 WIB
CATL berharap baterai Natrium (Natrax) dapat menjadi solusi energi bagi kendaraan listrik di pasar global
28 April 2026, 11:00 WIB
Setelah unjuk gigi di Beijing Auto Show 2026, kemungkinan Lepas akan mulai memasarkan E4 atau L4 di GIIAS
28 April 2026, 09:00 WIB
Putri Indonesia 2026 yang diselenggarakan pekan lalu didukung oleh MPMRent dan mengandalkan mobil listrik
28 April 2026, 07:00 WIB
Melantai di ajang Beijing Auto Show 2026, Chery Tiggo X tawarkan varian PHEV yang sanggup berjalan 1.500 km
28 April 2026, 06:00 WIB
ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan utama pemerintah DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan Ibu Kota
28 April 2026, 06:00 WIB
Pengendara dapat memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini yang tersebar di dua lokasi berbeda
28 April 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia melayani masyarakat di kawasan Ibu Kota hari ini, simak informasinya
27 April 2026, 19:00 WIB
BYD Sealion 8 berpeluang jadi penantang baru Hyundai Palisade Hybrid di Indonesia, NJKB-nya terdaftar