Honda Asah Kompetensi Teknisi AHASS, Bikin Jadi Naik Kelas
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina dahulu tidak mendapatkan perhatian sebanyak pabrikan Jepang. Banyak orang termasuk di Indonesia, mengandalkan produk asal Negeri Sakura untuk mobilitas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu, merek mobil Cina perlahan masuk ke berbagai negara global dengan melakukan sejumlah penyesuaian.
Tidak hanya menawarkan produk dengan teknologi terkini, harga mobil Cina cenderung lebih rendah dari model lain di segmen serupa.
Produksi yang dilakukan juga dalam jumlah masif. Mereka gencar melakukan perakitan lokal di berbagai negara demi mengikuti regulasi setempat dan mempertahankan harga kompetitif.
Beberapa waktu lalu, Toshihiro Mibe, CEO dan Presiden Honda pergi ke Cina untuk melihat langsung proses perakitan dan produksi lokal mobil di sana.
Durasinya terbilang cukup singkat namun dalam jumlah banyak. Ini membuat manufaktur Tiongkok unggul dibandingkan merek-merek lain.
Menariknya, Mibe kemudian mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dan jadi sorotan banyak pihak.
“Kita tak ada peluang buat melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip dari Nikkei Asia, Senin (27/04).
Bahkan sebelumnya, pihak Honda turut membatalkan pengembangan tiga model mobil listriknya karena mengaku kesulitan bersaing.
Tiga model itu adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX. Penghentian insentif mobil listrik di negara seperti Amerika Serikat jadi salah satu pemicunya.
Mibe sempat mengungkapkan bahwa Honda tidak mampu menghadirkan produk value for money lebih baik dari manufaktur lain.
Namun dia tidak menampik, elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hanya saja perkenalan mobil listrik Honda perlu strategi hati-hati agar bisa berhasil dan tidak berujung diskontinu produk.
Sebagai informasi, Honda memang tengah mengalami tantangan imbas ketatnya persaingan terkhusus dengan manufaktur Cina.
Di Tiongkok, penjualan Honda mengalami penurunan drastis. Pada 2020 mereka menjual 1,6 juta unit kendaraan, namun di 2026 angka itu diprediksi jeblok ke 600.000 unit.
Sementara terbarunya di Korea Selatan, pabrikan berlambang H ini mengumumkan kepergiannya nanti di akhir tahun.
Keputusan itu diambil karena melihat kondisi persaingan yang mulai berubah. Honda masih akan melanjutkan penjualan motor di sana dan memberikan layanan purnajual untuk seluruh konsumennya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 21:00 WIB
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
22 Juli 2026, 07:00 WIB
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran