Wholesales Motor Baru Turun Tipis di Mei 2026, Ekspor Naik
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur Cina dahulu tidak mendapatkan perhatian sebanyak pabrikan Jepang. Banyak orang termasuk di Indonesia, mengandalkan produk asal Negeri Sakura untuk mobilitas mereka.
Namun seiring berjalannya waktu, merek mobil Cina perlahan masuk ke berbagai negara global dengan melakukan sejumlah penyesuaian.
Tidak hanya menawarkan produk dengan teknologi terkini, harga mobil Cina cenderung lebih rendah dari model lain di segmen serupa.
Produksi yang dilakukan juga dalam jumlah masif. Mereka gencar melakukan perakitan lokal di berbagai negara demi mengikuti regulasi setempat dan mempertahankan harga kompetitif.
Beberapa waktu lalu, Toshihiro Mibe, CEO dan Presiden Honda pergi ke Cina untuk melihat langsung proses perakitan dan produksi lokal mobil di sana.
Durasinya terbilang cukup singkat namun dalam jumlah banyak. Ini membuat manufaktur Tiongkok unggul dibandingkan merek-merek lain.
Menariknya, Mibe kemudian mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial dan jadi sorotan banyak pihak.
“Kita tak ada peluang buat melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip dari Nikkei Asia, Senin (27/04).
Bahkan sebelumnya, pihak Honda turut membatalkan pengembangan tiga model mobil listriknya karena mengaku kesulitan bersaing.
Tiga model itu adalah Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon dan Acura RSX. Penghentian insentif mobil listrik di negara seperti Amerika Serikat jadi salah satu pemicunya.
Mibe sempat mengungkapkan bahwa Honda tidak mampu menghadirkan produk value for money lebih baik dari manufaktur lain.
Namun dia tidak menampik, elektrifikasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hanya saja perkenalan mobil listrik Honda perlu strategi hati-hati agar bisa berhasil dan tidak berujung diskontinu produk.
Sebagai informasi, Honda memang tengah mengalami tantangan imbas ketatnya persaingan terkhusus dengan manufaktur Cina.
Di Tiongkok, penjualan Honda mengalami penurunan drastis. Pada 2020 mereka menjual 1,6 juta unit kendaraan, namun di 2026 angka itu diprediksi jeblok ke 600.000 unit.
Sementara terbarunya di Korea Selatan, pabrikan berlambang H ini mengumumkan kepergiannya nanti di akhir tahun.
Keputusan itu diambil karena melihat kondisi persaingan yang mulai berubah. Honda masih akan melanjutkan penjualan motor di sana dan memberikan layanan purnajual untuk seluruh konsumennya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Juni 2026, 22:58 WIB
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
Terkini
10 Juni 2026, 07:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bbm non-subsidi, mulai dari Pertamax hingga Green 95
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB dan didukung oleh ETLE Statis maupun Mobile
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian hari ini menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat, hal ini agar memaksimalkan pelayanan
10 Juni 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Menurut data AISI pada Selasa (09/06), wholesales motor baru pada bulan lalu mengalami penurunan 7,9 persenan
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Penjualan GWM kembali mengalami penurunan drastis di Mei 2026, secara retail hanya tembus 176 unit mobil
09 Juni 2026, 06:01 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diberlakukan untuk mengatur arus lalu lintas pada jam sibuk dan diawasi ETLE
09 Juni 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta menjadi alternatif tempat perpanjangan masa berlaku SIM, ada di lima tempat