Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Mobil Cina segmen premium yang masuk pasar Indonesia menjadi perhatian BMW di tengah era elektrifikasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gempuran mobil Cina di Indonesia belum selesai. Setelah Xpeng, deretan manufaktur Tiongkok lain mulai memboyong brand premium mereka ke pasar Tanah Air.
BYD menghadirkan sub merek Denza. Kemudian Chery Group meluncurkan Lepas yang menyasar konsumen segmen premium melalui beberapa model Sport Utility Vehicle (SUV).
Di era elektrifikasi, BMW mengaku semakin berhati-hati dalam membawa produk Electric Vehicle (EV) baru ke dalam negeri.
“Kondisi (pasar) mobil listrik di Indonesia sangatlah berbeda,” buka Peter Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jumat (17/04).
Menurut Sunny, saat ini pasarnya semakin kompetitif imbas kehadiran berbagai produk dari Cina sampai Korea.
Sebelumnya, ia mengungkapkan BMW berusaha menghadirkan beberapa model kendaraan listrik dalam jumlah banyak.
“Misalnya iX, i4 dan i5. Tetapi tahun ini kami akan sangat berhati-hati dengan volume. Karena segmennya kompetitif,” kata Sunny.
Meskipun begitu, Sunny menyorot adanya perbedaan strategi harga yang diterapkan oleh BMW maupun merek Cina lain di segmen premium.
Menurut dia, brand lain cenderung fokus menawarkan produk dengan harga di kelas entry level atau segmen bawah.
Sementara produk BMW tidak masuk ke dalam lingkup harga tersebut. Jika dibandingkan, produk BMW berada di rentang Rp 1 miliar ke atas.
Sementara produk premium Tiongkok seperti Denza D9 yang disebut sebagai Toyota Alphard versi EV, dilego Rp 950 juta on the road Jakarta berkat subsidi mobil listrik impor dari pemerintah di tahun sebelumnya.
Di sisi lain, para pelanggan BMW disebut masih lebih menyukai lini kendaraan bermesin konvensional.
“Karena menawarkan suara, tenaga serta sensasi berkendara yang ada pada mobil bensin,” ungkap Sunny.
BMW sendiri masih akan tetap menawarkan mobil listrik. Tahun ini, mereka berencana memboyong SUV iX3 yang pakai platform baru yakni Neue Klasse.
Namun tidak ada rencana untuk menyasar segmentasi harga seperti produk dari Tiongkok. Lalu BMW belum tertarik melakukan perakitan lokal lini elektrifikasi.
“Tidak, masih tidak ada rencana untuk lokalisasi (mobil listrik BMW),” tegas Sunny.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray