Bali Jadi Pasar Potensial untuk Menjual Mobil Listrik Cina
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Mobil Cina segmen premium yang masuk pasar Indonesia menjadi perhatian BMW di tengah era elektrifikasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Gempuran mobil Cina di Indonesia belum selesai. Setelah Xpeng, deretan manufaktur Tiongkok lain mulai memboyong brand premium mereka ke pasar Tanah Air.
BYD menghadirkan sub merek Denza. Kemudian Chery Group meluncurkan Lepas yang menyasar konsumen segmen premium melalui beberapa model Sport Utility Vehicle (SUV).
Di era elektrifikasi, BMW mengaku semakin berhati-hati dalam membawa produk Electric Vehicle (EV) baru ke dalam negeri.
“Kondisi (pasar) mobil listrik di Indonesia sangatlah berbeda,” buka Peter Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jumat (17/04).
Menurut Sunny, saat ini pasarnya semakin kompetitif imbas kehadiran berbagai produk dari Cina sampai Korea.
Sebelumnya, ia mengungkapkan BMW berusaha menghadirkan beberapa model kendaraan listrik dalam jumlah banyak.
“Misalnya iX, i4 dan i5. Tetapi tahun ini kami akan sangat berhati-hati dengan volume. Karena segmennya kompetitif,” kata Sunny.
Meskipun begitu, Sunny menyorot adanya perbedaan strategi harga yang diterapkan oleh BMW maupun merek Cina lain di segmen premium.
Menurut dia, brand lain cenderung fokus menawarkan produk dengan harga di kelas entry level atau segmen bawah.
Sementara produk BMW tidak masuk ke dalam lingkup harga tersebut. Jika dibandingkan, produk BMW berada di rentang Rp 1 miliar ke atas.
Sementara produk premium Tiongkok seperti Denza D9 yang disebut sebagai Toyota Alphard versi EV, dilego Rp 950 juta on the road Jakarta berkat subsidi mobil listrik impor dari pemerintah di tahun sebelumnya.
Di sisi lain, para pelanggan BMW disebut masih lebih menyukai lini kendaraan bermesin konvensional.
“Karena menawarkan suara, tenaga serta sensasi berkendara yang ada pada mobil bensin,” ungkap Sunny.
BMW sendiri masih akan tetap menawarkan mobil listrik. Tahun ini, mereka berencana memboyong SUV iX3 yang pakai platform baru yakni Neue Klasse.
Namun tidak ada rencana untuk menyasar segmentasi harga seperti produk dari Tiongkok. Lalu BMW belum tertarik melakukan perakitan lokal lini elektrifikasi.
“Tidak, masih tidak ada rencana untuk lokalisasi (mobil listrik BMW),” tegas Sunny.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Mei 2026, 19:00 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri
11 Mei 2026, 07:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
11 Mei 2026, 06:59 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasinya
10 Mei 2026, 21:33 WIB
Penta Prima Paint incar konsumen modifikator di ajang The Elite Showcase 2026, lima produk baru diluncurkan
10 Mei 2026, 20:18 WIB
MotoGP Prancis 2026 jadi momentum bersejarah untuk Aprilia, Martin hingga Ogura mampu menyabet podium
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Wuling Eksion mendapatkan respons yang positif dari para konsumen di Tanah Air, ribuan unit terpesan
10 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati Indonesia menggelar ajang riding We Ride As One 2026 di Bali, libatkan lebih dari 100 peserta