20 Merek Mobil Terlaris pada 2025, Toyota dan Daihatsu Teratas
11 Januari 2026, 13:00 WIB
harga bbm naik dianggap bisa mempengaruhi penjualan mobil baru meskipun tengah ada pameran dan jelang Lebaran
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga BBM non subsidi khususnya Pertamax secara resmi naik menjadi Rp12.500 per liter. Tidak lama kemudian penyedia BBM swasta ikut mengerek harganya, bahkan tembus hingga Rp18 ribu.
Keputusan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga diberikan Pertamina. Seperti dilansir laman resminya, berikut harga terbaru BBM Pertamina sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020.
Di sisi lain tengah diselenggarakan pameran mobil baru bertajuk IIMS Hybrid 2022. Kemudian umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri sebulan ke depan.
Seperti diketahui bahwa hari Lebaran di Indonesia identik dengan meningkatnya pembelian mobil baru. Ditambah lagi dengan dibukanya keran mudik Lebaran 2022 oleh Pemerintah yang dipercaya akan mendukung peningkatan penjualan kendaraan baru.
Dari seluruh fakta di atas, Yannes Martinus Pasaribu sebagai pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, harga BBM yang naik akan berimbas pada penjualan mobil baru.
Menurutnya kenaikan BBM non subsidi akan mengganggu penjualan mobil baru di Indonesia.
“Dampak kenaikan harga BBM non subsidi akan memengaruhi penjualan kendaraan baru dalam kisaran dua bulan ini. Walaupun tidak besar,” ungkapnya seperti dikutip Antara (04/04).
Lebih lanjut dikatakan penjualan mobil baru akan terkoreksi dibandingkan sebelumnya. Namun pada akhirnya masyarakat akan terbiasa dengan harga BBM yang telah mencapai Rp12.500 per liternya.
Teknologi mobil yang semakin canggih dianggap bisa menekan penggunaan bahan bakar.
“Setelah itu pasar akan terbiasa dengan keseimbangan harga BBM yang baru. Sebab, berbagai produk kendaraan baru sudah semakin irit bahan bakar dengan adanya turbo dan hybrid,” jelasnya kemudian.
Kenaikan yang terjadi pada BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex), merupakan efek domino dari lonjakan harga minyak mentah dunia yang.menyentuh di atas 110 dolar AS per barrel. Hal ini akibat diembargonya pasokan sekitar 2,5 juta barel dari kapasitas suplai 10,8 juta barrel/hari dari Rusia.
Disebutkan bahwa Rusia menjadi negara penghasil minyak mentah sebesar 12 persen. Sementara 62 persen lainnya berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak dan Kuwait.
Kenaikan harga BBM sendiri seperti biasanya akan berimbas pada barang-barang lainnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari