Penjualan Mobil Agustus 2026 Sentuh Angka Tertinggi Tahun Ini
11 September 2026, 16:01 WIB
harga bbm naik dianggap bisa mempengaruhi penjualan mobil baru meskipun tengah ada pameran dan jelang Lebaran
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga BBM non subsidi khususnya Pertamax secara resmi naik menjadi Rp12.500 per liter. Tidak lama kemudian penyedia BBM swasta ikut mengerek harganya, bahkan tembus hingga Rp18 ribu.
Keputusan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga diberikan Pertamina. Seperti dilansir laman resminya, berikut harga terbaru BBM Pertamina sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020.
Di sisi lain tengah diselenggarakan pameran mobil baru bertajuk IIMS Hybrid 2022. Kemudian umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri sebulan ke depan.
Seperti diketahui bahwa hari Lebaran di Indonesia identik dengan meningkatnya pembelian mobil baru. Ditambah lagi dengan dibukanya keran mudik Lebaran 2022 oleh Pemerintah yang dipercaya akan mendukung peningkatan penjualan kendaraan baru.
Dari seluruh fakta di atas, Yannes Martinus Pasaribu sebagai pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, harga BBM yang naik akan berimbas pada penjualan mobil baru.
Menurutnya kenaikan BBM non subsidi akan mengganggu penjualan mobil baru di Indonesia.
“Dampak kenaikan harga BBM non subsidi akan memengaruhi penjualan kendaraan baru dalam kisaran dua bulan ini. Walaupun tidak besar,” ungkapnya seperti dikutip Antara (04/04).
Lebih lanjut dikatakan penjualan mobil baru akan terkoreksi dibandingkan sebelumnya. Namun pada akhirnya masyarakat akan terbiasa dengan harga BBM yang telah mencapai Rp12.500 per liternya.
Teknologi mobil yang semakin canggih dianggap bisa menekan penggunaan bahan bakar.
“Setelah itu pasar akan terbiasa dengan keseimbangan harga BBM yang baru. Sebab, berbagai produk kendaraan baru sudah semakin irit bahan bakar dengan adanya turbo dan hybrid,” jelasnya kemudian.
Kenaikan yang terjadi pada BBM nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex), merupakan efek domino dari lonjakan harga minyak mentah dunia yang.menyentuh di atas 110 dolar AS per barrel. Hal ini akibat diembargonya pasokan sekitar 2,5 juta barel dari kapasitas suplai 10,8 juta barrel/hari dari Rusia.
Disebutkan bahwa Rusia menjadi negara penghasil minyak mentah sebesar 12 persen. Sementara 62 persen lainnya berasal dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak dan Kuwait.
Kenaikan harga BBM sendiri seperti biasanya akan berimbas pada barang-barang lainnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 September 2026, 16:01 WIB
08 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama