Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Pemerintah Cina bakal memperketat aturan ekspor agar mobil bekas nol kilometer tidak semakin beredar luas
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran mobil bekas nol kilometer sempat meresahkan. Terutama di pasar kendaraan Cina beberapa waktu lalu.
Untuk itu pemerintah Tiongkok berencana menertibkan peredaran produk-produk tersebut. Mereka bakal memperketat aturan yang sudah ada.
“Dengan aturan kepatuhan ekspor baru yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2026,” tulis laporan Carnewschina, Senin (22/12).
Lebih jauh disebutkan, langkah itu diambil setelah adanya ekspansi pesat baik di pasar domestik maupun ekspor.
Sebuah fenomena yang dinilai semakin mengganggu. Terutama untuk penetapan harga maupun layanan purna jual.
Apalagi volume mobil bekas nol kilometer di pasar domestik Cina diprediksi mencapai 1 juta unit pada 2024. Berkontribusi cukup besar, yakni lima persen.
“Praktik ini dikaitkan dengan kelebihan kapasitas produksi yang terus-menerus, karena produsen dan diler berupaya mempercepat perputaran stok dan pemulihan modal,” lanjut mereka.
Di sisi lain data penjualan mobil bekas Cina meningkat dari 15 ribu unit pada 2021, menjadi 436 ribu unit di tahun lalu.
Sementara pada 2025 diperkirakan akan melebihi level 500 ribu unit. Sehingga pemerintah di sana dirasa perlu mengambil tindakan.
Ditambah penyebaran mobil bekas nol kilometer membawa banyak dampak negatif. Semisal diskon besar-besaran, memengaruhi penetapan harga di tingkat produsen.
“Empat departemen pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan telah bersama-sama mengeluarkan peraturan baru yang menargetkan ekspor mobil bekas,” tambah mereka.
Disebutkan mulai tahun depan, setiap kendaraan yang akan diekspor dalam waktu 180 hari sejak pendaftaran awal harus disertai dengan dokumen konfirmasi layanan purna jual dikeluarkan oleh pabrikan.
Di dalam dokumen itu wajib mencantumkan tujuan ekspor. Lalu informasi kendaraan serta memiliki stempel resmi pabrikan.
Kebijakan anyar itu tidak melarang ekspor mobil bekas. Namun meningkatkan ambang batas kepatuhan dengan secara resmi menghubungkan kelayakan ekspor.
Sehingga para produsen bertanggung jawab mengenai layanan purna jual mereka. Jadi dapat memberikan rasa aman kepada para pembeli.
Sebagai informasi, kendaraan roda empat bekas nol kilometer terjadi karena diler kesulitan mencapai target penjualan tinggi dari pihak manufaktur.
Beberapa merek di Cina disebutkan menawarkan insentif bagi diler jika menyuplai kendaraan baru, meskipun setelah itu unitnya langsung dijual sebagai mobil bekas.
Skema tersebut mengakibatkan diler semakin mudah mencapai target penjualan dan mengelola stok, terkhusus untuk model-model yang kurang diminati.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
03 Mei 2026, 17:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
12 April 2026, 11:00 WIB
11 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung