Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Pemerintah Cina bakal memperketat aturan ekspor agar mobil bekas nol kilometer tidak semakin beredar luas
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran mobil bekas nol kilometer sempat meresahkan. Terutama di pasar kendaraan Cina beberapa waktu lalu.
Untuk itu pemerintah Tiongkok berencana menertibkan peredaran produk-produk tersebut. Mereka bakal memperketat aturan yang sudah ada.
“Dengan aturan kepatuhan ekspor baru yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2026,” tulis laporan Carnewschina, Senin (22/12).
Lebih jauh disebutkan, langkah itu diambil setelah adanya ekspansi pesat baik di pasar domestik maupun ekspor.
Sebuah fenomena yang dinilai semakin mengganggu. Terutama untuk penetapan harga maupun layanan purna jual.
Apalagi volume mobil bekas nol kilometer di pasar domestik Cina diprediksi mencapai 1 juta unit pada 2024. Berkontribusi cukup besar, yakni lima persen.
“Praktik ini dikaitkan dengan kelebihan kapasitas produksi yang terus-menerus, karena produsen dan diler berupaya mempercepat perputaran stok dan pemulihan modal,” lanjut mereka.
Di sisi lain data penjualan mobil bekas Cina meningkat dari 15 ribu unit pada 2021, menjadi 436 ribu unit di tahun lalu.
Sementara pada 2025 diperkirakan akan melebihi level 500 ribu unit. Sehingga pemerintah di sana dirasa perlu mengambil tindakan.
Ditambah penyebaran mobil bekas nol kilometer membawa banyak dampak negatif. Semisal diskon besar-besaran, memengaruhi penetapan harga di tingkat produsen.
“Empat departemen pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan telah bersama-sama mengeluarkan peraturan baru yang menargetkan ekspor mobil bekas,” tambah mereka.
Disebutkan mulai tahun depan, setiap kendaraan yang akan diekspor dalam waktu 180 hari sejak pendaftaran awal harus disertai dengan dokumen konfirmasi layanan purna jual dikeluarkan oleh pabrikan.
Di dalam dokumen itu wajib mencantumkan tujuan ekspor. Lalu informasi kendaraan serta memiliki stempel resmi pabrikan.
Kebijakan anyar itu tidak melarang ekspor mobil bekas. Namun meningkatkan ambang batas kepatuhan dengan secara resmi menghubungkan kelayakan ekspor.
Sehingga para produsen bertanggung jawab mengenai layanan purna jual mereka. Jadi dapat memberikan rasa aman kepada para pembeli.
Sebagai informasi, kendaraan roda empat bekas nol kilometer terjadi karena diler kesulitan mencapai target penjualan tinggi dari pihak manufaktur.
Beberapa merek di Cina disebutkan menawarkan insentif bagi diler jika menyuplai kendaraan baru, meskipun setelah itu unitnya langsung dijual sebagai mobil bekas.
Skema tersebut mengakibatkan diler semakin mudah mencapai target penjualan dan mengelola stok, terkhusus untuk model-model yang kurang diminati.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
02 Agustus 2026, 19:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan