Polytron Matangkan Peluncuran Mobil Listrik Baru di Tahun Ini
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Pemerintah Cina bakal memperketat aturan ekspor agar mobil bekas nol kilometer tidak semakin beredar luas
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran mobil bekas nol kilometer sempat meresahkan. Terutama di pasar kendaraan Cina beberapa waktu lalu.
Untuk itu pemerintah Tiongkok berencana menertibkan peredaran produk-produk tersebut. Mereka bakal memperketat aturan yang sudah ada.
“Dengan aturan kepatuhan ekspor baru yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2026,” tulis laporan Carnewschina, Senin (22/12).
Lebih jauh disebutkan, langkah itu diambil setelah adanya ekspansi pesat baik di pasar domestik maupun ekspor.
Sebuah fenomena yang dinilai semakin mengganggu. Terutama untuk penetapan harga maupun layanan purna jual.
Apalagi volume mobil bekas nol kilometer di pasar domestik Cina diprediksi mencapai 1 juta unit pada 2024. Berkontribusi cukup besar, yakni lima persen.
“Praktik ini dikaitkan dengan kelebihan kapasitas produksi yang terus-menerus, karena produsen dan diler berupaya mempercepat perputaran stok dan pemulihan modal,” lanjut mereka.
Di sisi lain data penjualan mobil bekas Cina meningkat dari 15 ribu unit pada 2021, menjadi 436 ribu unit di tahun lalu.
Sementara pada 2025 diperkirakan akan melebihi level 500 ribu unit. Sehingga pemerintah di sana dirasa perlu mengambil tindakan.
Ditambah penyebaran mobil bekas nol kilometer membawa banyak dampak negatif. Semisal diskon besar-besaran, memengaruhi penetapan harga di tingkat produsen.
“Empat departemen pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan telah bersama-sama mengeluarkan peraturan baru yang menargetkan ekspor mobil bekas,” tambah mereka.
Disebutkan mulai tahun depan, setiap kendaraan yang akan diekspor dalam waktu 180 hari sejak pendaftaran awal harus disertai dengan dokumen konfirmasi layanan purna jual dikeluarkan oleh pabrikan.
Di dalam dokumen itu wajib mencantumkan tujuan ekspor. Lalu informasi kendaraan serta memiliki stempel resmi pabrikan.
Kebijakan anyar itu tidak melarang ekspor mobil bekas. Namun meningkatkan ambang batas kepatuhan dengan secara resmi menghubungkan kelayakan ekspor.
Sehingga para produsen bertanggung jawab mengenai layanan purna jual mereka. Jadi dapat memberikan rasa aman kepada para pembeli.
Sebagai informasi, kendaraan roda empat bekas nol kilometer terjadi karena diler kesulitan mencapai target penjualan tinggi dari pihak manufaktur.
Beberapa merek di Cina disebutkan menawarkan insentif bagi diler jika menyuplai kendaraan baru, meskipun setelah itu unitnya langsung dijual sebagai mobil bekas.
Skema tersebut mengakibatkan diler semakin mudah mencapai target penjualan dan mengelola stok, terkhusus untuk model-model yang kurang diminati.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 17:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini