Pentingnya Inspeksi Kendaraan untuk Jaga Nilai Armada Perusahaan
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Pemerintah Cina bakal memperketat aturan ekspor agar mobil bekas nol kilometer tidak semakin beredar luas
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran mobil bekas nol kilometer sempat meresahkan. Terutama di pasar kendaraan Cina beberapa waktu lalu.
Untuk itu pemerintah Tiongkok berencana menertibkan peredaran produk-produk tersebut. Mereka bakal memperketat aturan yang sudah ada.
“Dengan aturan kepatuhan ekspor baru yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2026,” tulis laporan Carnewschina, Senin (22/12).
Lebih jauh disebutkan, langkah itu diambil setelah adanya ekspansi pesat baik di pasar domestik maupun ekspor.
Sebuah fenomena yang dinilai semakin mengganggu. Terutama untuk penetapan harga maupun layanan purna jual.
Apalagi volume mobil bekas nol kilometer di pasar domestik Cina diprediksi mencapai 1 juta unit pada 2024. Berkontribusi cukup besar, yakni lima persen.
“Praktik ini dikaitkan dengan kelebihan kapasitas produksi yang terus-menerus, karena produsen dan diler berupaya mempercepat perputaran stok dan pemulihan modal,” lanjut mereka.
Di sisi lain data penjualan mobil bekas Cina meningkat dari 15 ribu unit pada 2021, menjadi 436 ribu unit di tahun lalu.
Sementara pada 2025 diperkirakan akan melebihi level 500 ribu unit. Sehingga pemerintah di sana dirasa perlu mengambil tindakan.
Ditambah penyebaran mobil bekas nol kilometer membawa banyak dampak negatif. Semisal diskon besar-besaran, memengaruhi penetapan harga di tingkat produsen.
“Empat departemen pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Perdagangan telah bersama-sama mengeluarkan peraturan baru yang menargetkan ekspor mobil bekas,” tambah mereka.
Disebutkan mulai tahun depan, setiap kendaraan yang akan diekspor dalam waktu 180 hari sejak pendaftaran awal harus disertai dengan dokumen konfirmasi layanan purna jual dikeluarkan oleh pabrikan.
Di dalam dokumen itu wajib mencantumkan tujuan ekspor. Lalu informasi kendaraan serta memiliki stempel resmi pabrikan.
Kebijakan anyar itu tidak melarang ekspor mobil bekas. Namun meningkatkan ambang batas kepatuhan dengan secara resmi menghubungkan kelayakan ekspor.
Sehingga para produsen bertanggung jawab mengenai layanan purna jual mereka. Jadi dapat memberikan rasa aman kepada para pembeli.
Sebagai informasi, kendaraan roda empat bekas nol kilometer terjadi karena diler kesulitan mencapai target penjualan tinggi dari pihak manufaktur.
Beberapa merek di Cina disebutkan menawarkan insentif bagi diler jika menyuplai kendaraan baru, meskipun setelah itu unitnya langsung dijual sebagai mobil bekas.
Skema tersebut mengakibatkan diler semakin mudah mencapai target penjualan dan mengelola stok, terkhusus untuk model-model yang kurang diminati.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga