MG Belum Minat Bawa Mobil Listrik Murah ke Tanah Air
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Chery menilai mobil menjadi salah satu kebutuhan utama konsumen Indonesia, bakal bantu dorong pasar di 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT Chery Sales Indonesia (CSI) jadi salah satu manufaktur Cina yang menghadirkan beragam produk kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Di tengah banyak tantangan khususnya sepanjang 2025, pihak Chery meyakini penjualan mobil bisa perlahan bertambah di 2025.
“Pasar tahun ini tentunya challenging, tetapi kita optimistis sekali,” kata Budi Darmawan, Vice Country Director PT CSI di sela acara Chery C5 CSH Media Test Drive di Semarang, beberapa waktu lalu.
Dia tidak memungkiri, pasar otomotif mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut.
Namun dia menilai, sekarang mobil menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di Indonesia.
“(Mobil) jadi kebutuhan yang suka atau tidak suka memang harus punya. Kita (masih) melihat kapan timing-nya (pasar) akan bounce back,” tegas Budi.
Budi menyorot rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih tergolong rendah. Tetapi kehadiran berbagai produk baru memberikan banyak variasi pilihan buat masyarakat Tanah Air.
“Memang saat ini sedang terkontraksi, tetapi kita yakin pasti akan bertumbuh,” ucap Budi.
Meskipun begitu ada banyak faktor penting penentu pertumbuhan pasar otomotif Tanah Air, termasuk kondisi ekonomi global.
Oleh karena itu Chery menekankan pada pentingnya insentif dari pemerintah sesuai kebutuhan pasar sekarang.
“Tentunya kami yakin pemerintah punya roadmap yang clear ke arah sana. Jadi kembali lagi, kita mendukung penuh apapun itu,” ucap Budi.
Sekadar informasi, penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen sepanjang 2025 berada di angka 833.702 unit.
Beberapa merek mengandalkan insentif mobil listrik impor dari pemerintah seperti BYD, Xpeng dan Geely. Hal itu membuat harga Electric Vehicle (EV) impor dijual dengan banderol kompetitif.
Penjualan retail tertinggi dicapai di akhir tahun, yakni 93.833 unit sepanjang Desember 2025.
Selain insentif, peningkatan pesat itu bisa dicapai berkat banyak program dari setiap manufaktur termasuk diskon atau potongan harga akhir tahun.
Di 2026 tantangannya bakal bertambah sebab pemerintah menghentikan insentif mobil listrik impor.
Apabila merek penerima subsidi tidak mampu melakukan perakitan lokal, ada peluang harganya melonjak pesat karena tambahan pajak impor.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Januari 2026, 19:00 WIB
30 Januari 2026, 18:00 WIB
30 Januari 2026, 15:00 WIB
30 Januari 2026, 13:00 WIB
30 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
01 Februari 2026, 13:00 WIB
Toyota Motor Corporation memberi atensi lebih terhadap penjualan mereka di Indonesia yang turun signifikan
01 Februari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Toyota group pecahkan rekor baru dan menjadi pabrikan terlaris di dunia 2025 ungguli Volkswagen
01 Februari 2026, 09:00 WIB
Tajamnya penurunan penjualan sepertinya menjadi salah satu alasan Elon Musk mengalihkan fokus Tesla ke robot
01 Februari 2026, 07:00 WIB
Melansir laman resmi Pertamina, untuk harga BBM non subsidi mengalami penurunan dengan besaran bervariasi
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Banyak rival di pasaran, MG belum akan bawa mobil listrik murah harga Rp 200 jutaan ke pasar Indonesia
31 Januari 2026, 17:00 WIB
Gaikindo akhirnya resmi menargetkan penjualan mobil di Indonesia sebesar 850.000 unit sepanjang 2026
31 Januari 2026, 15:00 WIB
Changan berkomitmen membangun 20 diler di Indonesia hingga akhir tahun dengan memanfaatkan jaringan Indomobil
31 Januari 2026, 13:00 WIB
Stok BBM Shell jenis Super kembali kosong di sejumlah lokasi, situasi ini sudah terjadi beberapa hari lalu