10 Merek Mobil Terlaris Agustus 2026
10 September 2026, 07:00 WIB
BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – BYD memulai 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Perusahaan asal Cina ini gagal untuk mempertahankan kinerja positif di pasar kendaraan roda empat Tiongkok.
Melansir Reuters pada Senin (02/02), BYD melaporkan bahwa mereka mengalami penurunan penjualan sepanjang Januari 2026.
Jumlahnya pun terbilang cukup besar, sekitar 30,1 persen jika dibandingkan dengan pencapaian di Desember 2025. Membuat BYD harus gigit jari di awal tahun ini.
“Produsen kendaraan listrik Tiongkok tersebut menghadapi ketidakpastian eksternal dan persaingan ketat di dalam negeri,” tulis Reuters.
Secara global, BYD hanya mencatatkan penjualan 210.051 kendaraan roda empat sepanjang Januari 2026. Kemudian produksi mereka turun sebesar 29,1 persen.
Sedangkan untuk pasar ekspor, BYD hanya berhasil membukukan angka 100.482 unit saja pada bulan lalu.
Situasi di atas disebut-sebut semakin memperpanjang rekor penjualan BYD yang terus anjlok sejak Juli 2025.
Sementara itu menurut laporan Carnewschina, pasar New Energy Vehicle (NEV) di Tiongkok menunjukkan persaingan kian ketat.
Menurut data yang mereka miliki, para produsen saling berlomba-lomba untuk menyesuaikan harga mobil listrik hingga hybrid.
Membuat BYD dan perusahaan mobil Cina lain harus mencari strategi agar bisa terus kompetitif pada tahun ini.
Apalagi permintaan NEV diprediksi akan terus bergejolak pada kuartal pertama 2026. Kondisi tersebut didorong oleh pergeseran minat konsumen di Negeri Tirai Bambu.
Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius. Apalagi bagi BYD yang baru saja mengumumkan target penjualan mereka.
Sepanjang 2026, produsen asal Cina tersebut ingin ada 1,3 juta kendaraan roda empat berhasil terniagakan.
Di sisi lain, kondisi yang saat ini dihadapi oleh BYD tidak terlalu mengejutkan. Sebab sebelumnya pasar kendaraan roda empat Tiongkok diprediksi bakal melambat.
Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan dikatakan bahwa puluhan produsen mobil listrik di Cina, berada dalam ancaman serius pada 2026.
Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 September 2026, 07:00 WIB
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan