BYD Genjot Ekspor Mobil Listrik, Pesan 10 Kapal Pengangkut Lagi
15 September 2026, 09:00 WIB
Perkuat strategi, BYD siapkan platform baru untuk PHEV dan BEV yang dapat akomodir daya jelajah 1.900 km
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrik otomotif asal Tiongkok, BYD (Build Your Dreams) terus memperkuat strategi di era elektrifikasi untuk dorong penjualan. Mengingat saat ini mereka juga tengah melakukan penetrasi pasar di wilayah Eropa.
Berdasarkan laporan dari sumber internal seperti dilansir dari CN EV Post, Kamis (14/3) BYD siapkan platform baru untuk PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan mobil listrik untuk akomodir jarak tempuh lebih panjang, bahkan diklaim mencapai 1.900 km.
Untuk diketahui sekarang platform digunakan BYD untuk model-model yang dipasarkan adalah e-platform 3.0. Ini dipakai pada BYD Seal dan Dolphin.
Platform tersebut memang didedikasikan untuk kendaraan listrik, membuat penempatan baterai lebih optimal, kabin lapang dan bobon ringan.
Sumber internal anonim dari BYD itu menyebutkan bahwa perusahaan bakal memanfaatkan seluruh teknologi dimiliki guna memperbarui sistem DM (Dual Mode/hybrid) PHEV dan e-platform mereka.
DM sendiri pertama kali dipakai BYD di 2008, menjadi teknologi PHEV pertama diciptakan di dunia. Generasi keempatnya sudah diperkenalkan pada 2021.
Generasi kelima sistem DM diklaim dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi efisien, menjadi 2,9 liter per 100 km. Sementara daya jelajah PHEV dengan kondisi tangki bensin penuh dan baterai 100 persen bisa tembus nyaris 2.000 km.
Meski potensial, PT BYD Motor Indonesia belum berminat menghadirkan lini PHEV mereka di pasar Tanah Air. Untuk diketahui mereka baru memasarkan tiga model yakni BYD Seal, Atto 3 dan Dolphin.
Luther Panjaitan, Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia menegaskan tetap ada kemungkinan lini hybrid mereka dipasarkan di dalam negeri. Namun tentu melihat animo masyarakat lebih dulu.
“Kita sebagai perusahaan teknologi dan otomotif tidak tertutup dengan yang lain. Tapi strategi kita sekarang ya BEV,” ungkap Luther beberapa waktu lalu.
Harga mobil BYD sendiri sekarang tertinggi di Rp 700 jutaan. Sementara PHEV cenderung lebih mahal, seperti Toyota RAV4 PHEV yang tembus Rp 1 miliar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 09:00 WIB
14 September 2026, 18:01 WIB
10 September 2026, 07:00 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
Terkini
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara