BYD Optimis Bisa Jual 1,3 Juta Mobil di Luar Cina Pada 2026
26 Januari 2026, 15:00 WIB
BPS menemukan bahwa di semester 1 2024 pertumbuhan ekspor kendaraan melambat dibandingkan tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui bahwa terjadi perlambatan pertumbuhan ekspor kendaraan dari Indonesia ke beberapa negara lain. Meski demikian, trennya masih terbilang masih baik dan berkontribusi positif terhadap pendapatan negara.
Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, ditemukan bahwa komoditas dengan kode Harmonized System (HS) 8702 dan 8703 mengalami pertumbuhan nilai ekspor signifikan dalam tiga tahun terakhir. Bahkan telah berkontribusi pada ekspor nonmigas di bulan Januari-Juni 2024 sebesar 2,4 persen.
“Jika dilihat secara historis dari tahun 2021 hingga 2023 maka nilai ekspor mobil dari Indonesia mengalami peningkatan. Namun periode Januari sampai Juni 2024 lebih rendah peningkatannya dibanding dengan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS dilansir Antara.
Ia menyebut bahwa pada 2021 nilai ekspor mobil dari Indonesia sebesar US$ 3,39 miliar. Angka itu kemudian meningkat menjadi US$5,57 miliar di 2022 kemudian naik kembali menjadi US$6,12 miliar saat 2023.
Namun di Januari hingga Juni 2024 BPS menemukan bahwa nilai ekspor mobil pabrikan Indonesia melambat jadi cuma sebesar 2,78 miliar dolar AS.
Sementara negara tujuan ekspor terbesar periode Januari – Juni 2024 masih dipegang Filipina dengan persentase 27,64 persen. Jumlah itu disusul oleh Vietnam 16,17 persen dan Arab Saudi 15,52 persen.
“Filipina merupakan negara tujuan utama atau sekitar satu dari empat mobil yang diekspor dari Indonesia ini dikirim ke sama. Selain itu, kendaraan dari Tanah Air juga banyak dikirim ke Vietnam dan Arab Saudi," tambahnya.
Berdasarlam data Gaikindo, ekspor kendaraan CBU dari Indonesia pada Januari hingga Juni 2024 mencapai 218.333 unit. Dari jumlah tersebut Toyota masih menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim mobil.
Tercatat pada Januari hingga Juni 2024, pabrikan asal Jepang tersebut sudah mengirim 79.555 unit kendaraan. Jumlah itu setara 36,5 persen dari total ekspor mobil nasional.
Sementara eksportir terbesar kedua adalah Daihatsu yang sudah mengirim 52.540 unit atau setara 24,1 persen. Di peringkat ketiga ada Mitsubishi Motors setelah melepas 37.818 unit serta berkontribusi 17,3 persen dari total ekspor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
08 Januari 2026, 11:00 WIB
07 Januari 2026, 12:00 WIB
06 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 11:00 WIB
Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT
14 Februari 2026, 10:30 WIB
BYD berhasil dorong penjualan mobil listrik nasional dengan mencatatkan angka penjualan sebesar 54.000 unit di 2025
14 Februari 2026, 10:00 WIB
F4 Indonesia siap digelar pada ajang Mandalika Festival of Speed di pertengahan 2026 dengan dua konsep balap
14 Februari 2026, 09:00 WIB
Denza memboyong MPV mewah D9 dan memperkenalkan produk SUV baru, Denza B5 di pameran BCA Expoversary 2026
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026
14 Februari 2026, 07:00 WIB
BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif