Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
BPS menemukan bahwa di semester 1 2024 pertumbuhan ekspor kendaraan melambat dibandingkan tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui bahwa terjadi perlambatan pertumbuhan ekspor kendaraan dari Indonesia ke beberapa negara lain. Meski demikian, trennya masih terbilang masih baik dan berkontribusi positif terhadap pendapatan negara.
Berdasarkan penelitian yang mereka lakukan, ditemukan bahwa komoditas dengan kode Harmonized System (HS) 8702 dan 8703 mengalami pertumbuhan nilai ekspor signifikan dalam tiga tahun terakhir. Bahkan telah berkontribusi pada ekspor nonmigas di bulan Januari-Juni 2024 sebesar 2,4 persen.
“Jika dilihat secara historis dari tahun 2021 hingga 2023 maka nilai ekspor mobil dari Indonesia mengalami peningkatan. Namun periode Januari sampai Juni 2024 lebih rendah peningkatannya dibanding dengan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Pelaksana Tugas Kepala BPS dilansir Antara.
Ia menyebut bahwa pada 2021 nilai ekspor mobil dari Indonesia sebesar US$ 3,39 miliar. Angka itu kemudian meningkat menjadi US$5,57 miliar di 2022 kemudian naik kembali menjadi US$6,12 miliar saat 2023.
Namun di Januari hingga Juni 2024 BPS menemukan bahwa nilai ekspor mobil pabrikan Indonesia melambat jadi cuma sebesar 2,78 miliar dolar AS.
Sementara negara tujuan ekspor terbesar periode Januari – Juni 2024 masih dipegang Filipina dengan persentase 27,64 persen. Jumlah itu disusul oleh Vietnam 16,17 persen dan Arab Saudi 15,52 persen.
“Filipina merupakan negara tujuan utama atau sekitar satu dari empat mobil yang diekspor dari Indonesia ini dikirim ke sama. Selain itu, kendaraan dari Tanah Air juga banyak dikirim ke Vietnam dan Arab Saudi," tambahnya.
Berdasarlam data Gaikindo, ekspor kendaraan CBU dari Indonesia pada Januari hingga Juni 2024 mencapai 218.333 unit. Dari jumlah tersebut Toyota masih menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim mobil.
Tercatat pada Januari hingga Juni 2024, pabrikan asal Jepang tersebut sudah mengirim 79.555 unit kendaraan. Jumlah itu setara 36,5 persen dari total ekspor mobil nasional.
Sementara eksportir terbesar kedua adalah Daihatsu yang sudah mengirim 52.540 unit atau setara 24,1 persen. Di peringkat ketiga ada Mitsubishi Motors setelah melepas 37.818 unit serta berkontribusi 17,3 persen dari total ekspor.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
Merawat motor Honda di bengkel resmi bisa menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pengguna kendaraan roda dua
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini, bisa mendatangi SIM keliling Bandung di dua lokasi
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak daftar lokasinya
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk memberikan efek jera, besaran denda jika melanggar Ganjil Genap Jakarta ditetapkan sebesar Rp 500 ribu