Honda Super One Goda Petrolhead untuk Beralih ke Mobil Listrik
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Kemenperin dorong Neta jadikan Indonesia sebagai basis produksi di Asia Tenggara, ada banyak peluang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kemenperin (Kementerian Perindustrian) terus lakukan pendekatan dengan sejumlah manufaktur mobil listrik asal China, tidak terkecuali Neta. Merek ini masuk Indonesia lewat GIIAS 2023 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).
Belum lama, Neta resmi merakit lokal salah satu model andalannya yaitu Neta. Versi produksi dalam negerinya punya banderol diklaim lebih kompetitif di Rp 299 juta.
Dipasarkan memakai nama Neta V-II, mobil itu sudah mengantongi TKDN sebesar 44 persen dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti program subsidi dari pemerintah.
Tidak berhenti sampai di situ, Zhou Jiang, Vice President Neta Auto mengungkapkan dukungan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi mobil listrik setir kanan buat diekspor.
“Dan tentu kami akan berkomitmen untuk memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) hingga 60 persen di akhir 2026 sebagai upaya kami memenuhi program pemerintah Indonesia,” ucap Zhou Jiang dalam siaran resmi, dikutip Kamis (20/6).
Dia menegaskan di masa mendatang Neta akan terus berupaya mengikuti langkah serta rencana pemerintah dalam hal kendaraan listrik ramah lingkungan.
Kemudian mulai bulan ini, SUV (Sport Utility Vehicle) Neta X akan dirakit lokal dan mulai dijual ke konsumen, disinyalir meluncur pada perhelatan GIIAS 2024.
Agus Gumiwang, Menter Perindustrian RI melihat ada peluang ekspor yang bisa dijajaki Neta ke wilayah Asia Tenggara dan Oceania.
“Karena di sana adalah negara setir kanan. Mungkin secara ekonomi juga bisa menguntungkan dan diharapkan produksinya bisa di Indonesia,” ucap Menperin.
Untuk itu pihaknya mengimbau Neta melakukan studi komprehensif terhadap selera konsumen Indonesia. Sehingga model-model yang dipasarkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu pemerintah juga terus mempercepat pembangunan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Per 2030 total populasi kendaraan listrik ditargetkan mencapai angka 600.000 unit
“Jadi kalau Neta merencanakan produksi 6.000 mobil per tahun kami yakin penyerapan dari pasar domestik di Indonesia akan sangat baik,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
13 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan
16 Juli 2026, 19:27 WIB
BMW masih memimpin penjualan merek mobil mewah di Indonesia pada Juni 2026, namun angkanya alami penurunan
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Mitsubishi Xforce Hybrid resmi dipasarkan untuk konsumen hari ini dengan banderol Rp 400 jutaan di Jakarta
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik mungil Honda Super One bakal hadir di GIIAS 2026, mengincar pengguna mobil konvensional