Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Kemenperin dorong Neta jadikan Indonesia sebagai basis produksi di Asia Tenggara, ada banyak peluang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kemenperin (Kementerian Perindustrian) terus lakukan pendekatan dengan sejumlah manufaktur mobil listrik asal China, tidak terkecuali Neta. Merek ini masuk Indonesia lewat GIIAS 2023 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).
Belum lama, Neta resmi merakit lokal salah satu model andalannya yaitu Neta. Versi produksi dalam negerinya punya banderol diklaim lebih kompetitif di Rp 299 juta.
Dipasarkan memakai nama Neta V-II, mobil itu sudah mengantongi TKDN sebesar 44 persen dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti program subsidi dari pemerintah.
Tidak berhenti sampai di situ, Zhou Jiang, Vice President Neta Auto mengungkapkan dukungan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi mobil listrik setir kanan buat diekspor.
“Dan tentu kami akan berkomitmen untuk memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) hingga 60 persen di akhir 2026 sebagai upaya kami memenuhi program pemerintah Indonesia,” ucap Zhou Jiang dalam siaran resmi, dikutip Kamis (20/6).
Dia menegaskan di masa mendatang Neta akan terus berupaya mengikuti langkah serta rencana pemerintah dalam hal kendaraan listrik ramah lingkungan.
Kemudian mulai bulan ini, SUV (Sport Utility Vehicle) Neta X akan dirakit lokal dan mulai dijual ke konsumen, disinyalir meluncur pada perhelatan GIIAS 2024.
Agus Gumiwang, Menter Perindustrian RI melihat ada peluang ekspor yang bisa dijajaki Neta ke wilayah Asia Tenggara dan Oceania.
“Karena di sana adalah negara setir kanan. Mungkin secara ekonomi juga bisa menguntungkan dan diharapkan produksinya bisa di Indonesia,” ucap Menperin.
Untuk itu pihaknya mengimbau Neta melakukan studi komprehensif terhadap selera konsumen Indonesia. Sehingga model-model yang dipasarkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain itu pemerintah juga terus mempercepat pembangunan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Per 2030 total populasi kendaraan listrik ditargetkan mencapai angka 600.000 unit
“Jadi kalau Neta merencanakan produksi 6.000 mobil per tahun kami yakin penyerapan dari pasar domestik di Indonesia akan sangat baik,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
24 September 2026, 21:22 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota