JETOUR Fokus Kembangkan Lini i-DM dengan Teknologi PHEV Teranyar
06 Mei 2026, 16:00 WIB
Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jetour Sales Indonesia baru saja menyelesaikan proses investigasi peristiwa kebakaran T2 di Tol Jagorawi. Mereka menggandeng sejumlah pihak.
Semisal Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemudian masih ada Komite Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami mengapresiasi Jetour Sales Indonesia atas respons cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada,” ungkap Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub melalui keterangan resmi.
Yusuf menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya investigasi tersebut, untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi terbakarnya Jetour T2 beberapa waktu lalu.
Mereka ingin mencari penyebab utama kecelakaan kemarin. Sehingga dapat mengetahui secara pasti.
“Dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” kata Yusuf.
Berdasarkan hasil investigasi yang dipaparkan dalam rapat klarifikasi, sistem keselamatan Jetour T2 bekerja sesuai dengan desain dan standar ditetapkan.
Pada saat benturan terjadi, airbag mengembang secara penuh serta keselamatan di sisi penumpang tetap terlindungi.
Struktur kendaraan tetap stabil, tidak terguling serta pintu masih dapat dibuka secara normal setelah benturan serius.
Menunjukkan bahwa integritas struktur maupun fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang.
Selain itu memenuhi persyaratan keselamatan dan regulasi yang berlaku di Indonesia maupun dunia.
Analisis teknis lebih lanjut menunjukkan bahwa, insiden tersebut merupakan tabrakan samping, bukan tabrak belakang.
Kendaraan mengalami benturan ekstrem yang menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.
Akibat kondisi tersebut, terjadi gesekan langsung bagian bawah Jetour T2 dengan permukaan aspal.
Sehingga api muncul, sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras dan peristiwa tersebut menyebabkan kendaraan terbakar.
Secara teknis, produk Jetour T2 juga telah memenuhi standar ASEAN NCAP, ECE R153, ECE R34 serta regulasi lain.
Hal tersebut demi memastikan kesesuaian terhadap seluruh spesifikasi keselamatan serta regulasi yang berlaku di pasar domestik.
“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka dan berbasis fakta,” ujar Peter Zhang, Presiden Direktur Jetour Indonesia.
Lebih jauh disebutkan, hasil investigasi terbakarnya Jetour T2 menunjukkan bahwa sistem keselamatan bekerja sesuai standar berlaku.
Jetour Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mematuhi seluruh ketentuan keselamatan di Tanah Air.
Melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk mereka. Kemudian menjaga transparansi komunikasi kepada publik demi memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen.
“Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” Zhang menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 16:00 WIB
02 Mei 2026, 17:04 WIB
29 April 2026, 17:00 WIB
29 April 2026, 15:49 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung