Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Besok
17 Maret 2026, 17:00 WIB
Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Jetour Sales Indonesia baru saja menyelesaikan proses investigasi peristiwa kebakaran T2 di Tol Jagorawi. Mereka menggandeng sejumlah pihak.
Semisal Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemudian masih ada Komite Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami mengapresiasi Jetour Sales Indonesia atas respons cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada,” ungkap Yusuf Nugroho, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub melalui keterangan resmi.
Yusuf menyampaikan bahwa tujuan dilakukannya investigasi tersebut, untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi terbakarnya Jetour T2 beberapa waktu lalu.
Mereka ingin mencari penyebab utama kecelakaan kemarin. Sehingga dapat mengetahui secara pasti.
“Dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” kata Yusuf.
Berdasarkan hasil investigasi yang dipaparkan dalam rapat klarifikasi, sistem keselamatan Jetour T2 bekerja sesuai dengan desain dan standar ditetapkan.
Pada saat benturan terjadi, airbag mengembang secara penuh serta keselamatan di sisi penumpang tetap terlindungi.
Struktur kendaraan tetap stabil, tidak terguling serta pintu masih dapat dibuka secara normal setelah benturan serius.
Menunjukkan bahwa integritas struktur maupun fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang.
Selain itu memenuhi persyaratan keselamatan dan regulasi yang berlaku di Indonesia maupun dunia.
Analisis teknis lebih lanjut menunjukkan bahwa, insiden tersebut merupakan tabrakan samping, bukan tabrak belakang.
Kendaraan mengalami benturan ekstrem yang menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.
Akibat kondisi tersebut, terjadi gesekan langsung bagian bawah Jetour T2 dengan permukaan aspal.
Sehingga api muncul, sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras dan peristiwa tersebut menyebabkan kendaraan terbakar.
Secara teknis, produk Jetour T2 juga telah memenuhi standar ASEAN NCAP, ECE R153, ECE R34 serta regulasi lain.
Hal tersebut demi memastikan kesesuaian terhadap seluruh spesifikasi keselamatan serta regulasi yang berlaku di pasar domestik.
“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka dan berbasis fakta,” ujar Peter Zhang, Presiden Direktur Jetour Indonesia.
Lebih jauh disebutkan, hasil investigasi terbakarnya Jetour T2 menunjukkan bahwa sistem keselamatan bekerja sesuai standar berlaku.
Jetour Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mematuhi seluruh ketentuan keselamatan di Tanah Air.
Melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk mereka. Kemudian menjaga transparansi komunikasi kepada publik demi memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen.
“Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” Zhang menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Maret 2026, 17:00 WIB
11 Maret 2026, 11:00 WIB
16 Februari 2026, 07:00 WIB
15 Februari 2026, 07:11 WIB
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Terkini
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One
27 Maret 2026, 17:53 WIB
Marc Marquez memiliki peluang besar dan modal penting dalam menjalani MotoGP Amerika 2026 di akhir pekan
27 Maret 2026, 15:00 WIB
2,3 juta kendaraan diklaim sudah kembali ke Ibu Kota dan jumlahnya akan terus meningkat jelang akhir pekan
27 Maret 2026, 11:00 WIB
One way lokal di tol Trans Jawa mulai dilaksanakan guna kurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi sejak pagi