Toyota GR Yaris Edisi Khusus Debut, Tribut untuk Juara Dunia WRC
25 Januari 2026, 17:00 WIB
Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia terancam turun akibat kebijakan sistem proteksi yang dilakukan pemerintah Meksiko
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meksiko melakukan sistem proteksi terhadap industri otomotif di dalam negerinya dengan memperketat aturan impor kendaraan. Langkah tersebut dilakukan karena banyaknya mobil CBU masuk khususnya dari kawasan Asia.
Kebijakan tersebut pun diakui Toyota Indonesia berpotensi memberi dampak terhadap industri kendaraan Tanah Air. Pasalnya Meksiko merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama.
“Saat ini kami sedang mempelajari secara menyeluruh perkembangan kebijakan tersebut. Toyota Indonesia belum dapat memberikan komentar namun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Ia pun mengungkap bahwa saat ini kondisi ekonomi global memang penuh tantangan. Meski demikian pihaknya akan terus mengoptimalkan kinerja ekspor guna mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri.
“Fokus kami adalah mempertahankan keberlanjutan ekspor dengan tetap mengedepankan kualitas, efisiensi dan daya saing produk,” ungkapnya kemudian.
Dirinya pun mengungkap bahwa industri otomotif membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan.
“Kami berharap dukungan pemerintah khususnya dalam menghadapi tantangan proteksionisme global. Hal ini perlu diperkuat agar industri otomotif nasional termasuk ekspor Toyota tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Meski mengakui bahwa sistem proteksi yang dilakukan Meksiko dapat menghambat ekspor kendaraan dari Indonesia, Toyota menilai dampaknya tidak bisa langsung terasa. Hal ini karena menurutnya produk otomotif tak dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Januari 2026, 17:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
19 Januari 2026, 19:00 WIB
18 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 17:00 WIB
Toyota GR Yaris terbaru dihadirkan sebagai tribut untuk Sebastien Ogier, ada tambahan mode berkendara Seb
25 Januari 2026, 15:00 WIB
Dimensi Mitsubishi Destinator yang kompak membuat para wanita merasa senang mengendarainya buat mobilitas
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air