Toyota Berharap Bantuan Pemerintah Atasi Tarif Impor Mobil di Meksiko

Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia terancam turun akibat kebijakan sistem proteksi yang dilakukan pemerintah Meksiko

Toyota Berharap Bantuan Pemerintah Atasi Tarif Impor Mobil di Meksiko
Adi Hidayat

KatadataOTO – Meksiko melakukan sistem proteksi terhadap industri otomotif di dalam negerinya dengan memperketat aturan impor kendaraan. Langkah tersebut dilakukan karena banyaknya mobil CBU masuk khususnya dari kawasan Asia.

Kebijakan tersebut pun diakui Toyota Indonesia berpotensi memberi dampak terhadap industri kendaraan Tanah Air. Pasalnya Meksiko merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama.

“Saat ini kami sedang mempelajari secara menyeluruh perkembangan kebijakan tersebut. Toyota Indonesia belum dapat memberikan komentar namun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).

Ia pun mengungkap bahwa saat ini kondisi ekonomi global memang penuh tantangan. Meski demikian pihaknya akan terus mengoptimalkan kinerja ekspor guna mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri.

Ekspor Toyota
Photo: KatadataOTO

“Fokus kami adalah mempertahankan keberlanjutan ekspor dengan tetap mengedepankan kualitas, efisiensi dan daya saing produk,” ungkapnya kemudian.

Dirinya pun mengungkap bahwa industri otomotif membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan.

“Kami berharap dukungan pemerintah khususnya dalam menghadapi tantangan proteksionisme global. Hal ini perlu diperkuat agar industri otomotif nasional termasuk ekspor Toyota tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dampak Tidak Langsung Terasa

Meski mengakui bahwa sistem proteksi yang dilakukan Meksiko dapat menghambat ekspor kendaraan dari Indonesia, Toyota menilai dampaknya tidak bisa langsung terasa. Hal ini karena menurutnya produk otomotif tak dapat terganti dengan mudah.

Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.

“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.

Ekspor Toyota Indonesia
Photo: Istimewa

Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.

Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.


Terkini

komunitas
Honda Bikers Day 2026

Honda Bikers Day 2026 Diramaikan Lebih dari 32 Ribu Peserta

Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah

otosport
Marc Marquez

Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marquez Menang

Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan

otosport
MotoGP Australia 2026

Link Live Streaming MotoGP Australia 2026: Marquez Siap Dominasi

Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin

komunitas
Honda Bikers Day 2026

Puluhan Ribu Pengendara Siap Ramaikan Honda Bikers Day 2026

Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah

motor
Astra Motor

Strategi Astra Motor Tingkatkan Budaya Aman Berkendara di Jateng

Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan

motor
Motor REEV Chery

Chery Daftarkan Paten Motor REEV, Mirip Yamaha Fino

Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV

mobil
Denza

BYD Dituntut Pemegang Merek Denza di RI Pasca Ganti Nama

Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun

news
PEVS 2026

PEVS 2026 Akan Digelar Pekan Depan, Ada 9 Merek Mobil Listrik

PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain