Toyota Innova Zenix Dapat Tambahan Fitur Konektivitas
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia terancam turun akibat kebijakan sistem proteksi yang dilakukan pemerintah Meksiko
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meksiko melakukan sistem proteksi terhadap industri otomotif di dalam negerinya dengan memperketat aturan impor kendaraan. Langkah tersebut dilakukan karena banyaknya mobil CBU masuk khususnya dari kawasan Asia.
Kebijakan tersebut pun diakui Toyota Indonesia berpotensi memberi dampak terhadap industri kendaraan Tanah Air. Pasalnya Meksiko merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama.
“Saat ini kami sedang mempelajari secara menyeluruh perkembangan kebijakan tersebut. Toyota Indonesia belum dapat memberikan komentar namun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Ia pun mengungkap bahwa saat ini kondisi ekonomi global memang penuh tantangan. Meski demikian pihaknya akan terus mengoptimalkan kinerja ekspor guna mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri.
“Fokus kami adalah mempertahankan keberlanjutan ekspor dengan tetap mengedepankan kualitas, efisiensi dan daya saing produk,” ungkapnya kemudian.
Dirinya pun mengungkap bahwa industri otomotif membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan.
“Kami berharap dukungan pemerintah khususnya dalam menghadapi tantangan proteksionisme global. Hal ini perlu diperkuat agar industri otomotif nasional termasuk ekspor Toyota tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Meski mengakui bahwa sistem proteksi yang dilakukan Meksiko dapat menghambat ekspor kendaraan dari Indonesia, Toyota menilai dampaknya tidak bisa langsung terasa. Hal ini karena menurutnya produk otomotif tak dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
Terkini
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain