Modifikasi Toyota GT86 Liberty Walk Racikan dari Kota Gudeg
06 Januari 2026, 21:00 WIB
Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia terancam turun akibat kebijakan sistem proteksi yang dilakukan pemerintah Meksiko
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meksiko melakukan sistem proteksi terhadap industri otomotif di dalam negerinya dengan memperketat aturan impor kendaraan. Langkah tersebut dilakukan karena banyaknya mobil CBU masuk khususnya dari kawasan Asia.
Kebijakan tersebut pun diakui Toyota Indonesia berpotensi memberi dampak terhadap industri kendaraan Tanah Air. Pasalnya Meksiko merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama.
“Saat ini kami sedang mempelajari secara menyeluruh perkembangan kebijakan tersebut. Toyota Indonesia belum dapat memberikan komentar namun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Ia pun mengungkap bahwa saat ini kondisi ekonomi global memang penuh tantangan. Meski demikian pihaknya akan terus mengoptimalkan kinerja ekspor guna mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri.
“Fokus kami adalah mempertahankan keberlanjutan ekspor dengan tetap mengedepankan kualitas, efisiensi dan daya saing produk,” ungkapnya kemudian.
Dirinya pun mengungkap bahwa industri otomotif membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan.
“Kami berharap dukungan pemerintah khususnya dalam menghadapi tantangan proteksionisme global. Hal ini perlu diperkuat agar industri otomotif nasional termasuk ekspor Toyota tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Meski mengakui bahwa sistem proteksi yang dilakukan Meksiko dapat menghambat ekspor kendaraan dari Indonesia, Toyota menilai dampaknya tidak bisa langsung terasa. Hal ini karena menurutnya produk otomotif tak dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 21:00 WIB
06 Januari 2026, 12:00 WIB
06 Januari 2026, 10:00 WIB
06 Januari 2026, 07:00 WIB
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
07 Januari 2026, 11:00 WIB
Honda optimis penghapusan pajak penghasilan buat sebagian masyarakat bisa membuat pasar otomotif tumbuh
07 Januari 2026, 10:00 WIB
Subsidi motor listrik terbukti tidak hanya pemanis saja, namun menjadi penggerak bagi pasar EV di Tanah Air
07 Januari 2026, 09:00 WIB
Beberapa harga motor matic murah Yamaha terpantau mengalami kenaikan dengan besaran bervariasi di Januari
07 Januari 2026, 08:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid belum mengalami penyesuaian harga di Januari 2026, sudah mulai dikirim ke konsumen
07 Januari 2026, 07:00 WIB
Terlihat empat siluet mobil di laman resmi Omoda Indonesia, salah satunya diduga SUV hybrid Omoda O9
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara, masyarakat bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
07 Januari 2026, 06:44 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda sekitar Ibu Kota, memudahkan pemohon memperpanjang SIM
07 Januari 2026, 06:44 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta diterapkan pada puluhan ruas jalan dengan pengawalan petugas di beberapa titik