Solusi Berkendara Terkini: Menakar Teknologi Hybrid Toyota
31 Juli 2026, 13:29 WIB
Ekspor mobil Toyota buatan Indonesia terancam turun akibat kebijakan sistem proteksi yang dilakukan pemerintah Meksiko
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Meksiko melakukan sistem proteksi terhadap industri otomotif di dalam negerinya dengan memperketat aturan impor kendaraan. Langkah tersebut dilakukan karena banyaknya mobil CBU masuk khususnya dari kawasan Asia.
Kebijakan tersebut pun diakui Toyota Indonesia berpotensi memberi dampak terhadap industri kendaraan Tanah Air. Pasalnya Meksiko merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama.
“Saat ini kami sedang mempelajari secara menyeluruh perkembangan kebijakan tersebut. Toyota Indonesia belum dapat memberikan komentar namun akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepadata KatadataOTO (06/01).
Ia pun mengungkap bahwa saat ini kondisi ekonomi global memang penuh tantangan. Meski demikian pihaknya akan terus mengoptimalkan kinerja ekspor guna mendukung perkembangan industri otomotif dalam negeri.
“Fokus kami adalah mempertahankan keberlanjutan ekspor dengan tetap mengedepankan kualitas, efisiensi dan daya saing produk,” ungkapnya kemudian.
Dirinya pun mengungkap bahwa industri otomotif membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengatasi sejumlah tantangan.
“Kami berharap dukungan pemerintah khususnya dalam menghadapi tantangan proteksionisme global. Hal ini perlu diperkuat agar industri otomotif nasional termasuk ekspor Toyota tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Meski mengakui bahwa sistem proteksi yang dilakukan Meksiko dapat menghambat ekspor kendaraan dari Indonesia, Toyota menilai dampaknya tidak bisa langsung terasa. Hal ini karena menurutnya produk otomotif tak dapat terganti dengan mudah.
Terlebih, mereka bakal menyediakan beragam produk sehingga bisa menjawab kebutuhan pasar di berbagai kawasan lain. Dengan demikian ekspor mobil dapat terus berkembang di masa depan.
“Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas dan diversifikasi pasar ekspor, daya saing produk otomotif Indonesia harus terus ditingkatkan. Termasuk melalui pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” tambah Bob Azam.
Perlu diketahui bahwa pada Januari hingga November 2025, Toyota telah mengekspor sedikitnya 159.366 mobil. Jumlah itu naik 8.020 unit dibanding periode serupa tahun sebelumnya atau sekitar 5,3 persen.
Toyota pun menjadi pabrikan yang paling banyak melakukan pengiriman kendaraan keluar negeri. Mereka menguasasi 35,3 persen dari total ekspor mobil nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Juli 2026, 13:29 WIB
31 Juli 2026, 13:29 WIB
29 Juli 2026, 13:25 WIB
28 Juli 2026, 06:38 WIB
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
31 Juli 2026, 19:23 WIB
BMW meramaikan pasar mobil listrik dengan memasarkan iX3 untuk para konsumen mereka di ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 19:21 WIB
V-KOOL varian terbaru di GIIAS 2026 untuk menyasar konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada mobil
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Alva berhasil membuktikan kualitas produk dan terus meningkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
31 Juli 2026, 16:29 WIB
Alva meluncurkan porgram AIPRO dan Care untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal di GIIAS
31 Juli 2026, 16:24 WIB
BMW Motorrad menggoda pada penggemar moge di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua produk baru sekaligus
31 Juli 2026, 13:29 WIB
Toyota memiliki teknologi hybrid yang bisa diandalkan di seluruh produk mereka, termasuk Veloz terkini
31 Juli 2026, 13:29 WIB
Toyota Veloz Hybrid menjadi salah satu mobil ramah lingkungan yang paling menarik pameran ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 12:48 WIB
Chery Q menawarkan fitur-fitur unggulan yang biasanya hanya disematkan pada mobil-mobil mewah dan mahal