Produksi Toyota Global di Februari 2026 Naik Tipis
06 April 2026, 14:16 WIB
Pabrik Toyota berhenti produksi untuk sementara akibat serangan siber yang terjadi hari ini Selasa, 1 Maret 2022
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Belasan pabrik Toyota berhenti produksi di Jepang untuk sementara, setelah salah satu pemasoknya mendapat serangan siber. Penghentian produksi tersebut akan dilakukan pada hari Selasa, 1 Maret 2022.
Akibat penghentian produksi tersebut, Toyota pun melayangkan pernyataan kepada para pelanggan setianya. Mereka menegaskan bahwa produksi akan segera dilakukan setelah semuanya selesai.
“Karena kegagalan sistem di pemasok domestik (Kojima Industres Corporation), kami memutuskan untuk menangguhkan pengoperasian 28 jalur produksi di 14 pabrik Toyota di Jepang pada Selasa, 1 Maret 2022 (baik shift 1 dan 2). Kami meminta maaf pada pemasok dan pelanggan terkait ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tegas Toyota dalam siaran persnya.
Kijima Industries merupakan pemasok suku cadang plastik dan komponen elektronik untuki Toyota. Sayangnya mereka ternyata tidak mengetahui siapa dalang dari serangan tersebut sehingga membuat pencarian solusi menjadi terhambat.
Dengan dihentikannya 28 jalur produksi dari 14 pabrik, Toyota kehilangan produksi 13.000 dalam satu hari. Kerugian bisa saja menjadi lebih besar karena bukan tidak mungkin produksi baru bisa normal pada akhir pekan nanti.
Meski menjadi produsen mobil terbesar di dunia pada 2021, adanya penundaan ini tentunya sangat memberatkan bagi Toyota. Pasalnya industri otomotif sangat terpukul akibat adanya pandemi Covid-19 dan kelangkaan cip semi konduktor.
Upaya Toyota untuk bisa mengembalikan produksi mereka di 2022 pun terbilang penuh tantangan. Pada Januari 2022 saja, produksi mereka sudah mengalami penurunan sebesar 15 persen dibanding periode serupa tahun lalu akibat penghentian kegiatan di kota Tianjin, China.
Sementara pada Februari 2022, operasi Toyota di Amereka Utara juga mengalami gangguan akibat adanya protes hingga mengganggu rute perdagangan antara Amerika Serikat serta Kanada. Aksi tersebut menutup jembatan yang menghubungkan antara Windsor dan Detroit selama 1 minggu.
Banyaknya tekanan berhasil membuat Toyota mengurangi proyeksi produksi kendaraannya. Sebelumnya mereka berambisi untuk bisa memproduksi 9 juta unit kendaraan pada tahun fiskal ini namun targetnya dikoreksi menjadi hanya 8.5 juta unit.
Di Indonesia sendiri, tantangan produksi sebenarnya tidak pernah diungkapkan secara tegas oleh Toyota. Bahkan Toyota Indonesia berhasil melakukan ekspor perdana mereka ke Australia melalui Fortuner.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 April 2026, 14:16 WIB
29 September 2025, 08:00 WIB
25 September 2025, 12:00 WIB
07 Agustus 2025, 23:00 WIB
10 November 2024, 13:09 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum