Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Menurut akademisi, kendaraan keluaran terkini telah dirancang untuk menenggak bensin campuran etanol atau E10
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak kekhawatiran muncul di kalangan masyarakat soal penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen atau E10 yang ingin diterapkan pemerintah.
Ada banyak hal perlu diperhatikan. Tangki bensin pada mobil misalnya, harus memiliki material sesuai buat menampung E10 agar tidak terjadi kerusakan maupun karat.
Mengingat BBM E10 memiliki kandungan air di dalamnya. Sehingga menjadi salah satu perhatian pemilik kendaraan.
Akademisi mengungkapkan bahwa sebenarnya kendaraan produksi terkini sudah mampu menenggak BBM E10.
“(Produksi di tahun) 2000 ke atas, E10 dan E20 tidak masalah. Karena sudah dirancang untuk itu,” kata Iman Reksowardojo, Dosen Teknik Mesin Pertamina University sekaligus Anggota Komtek Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Jakarta, belum lama ini.
Pemilik kendaraan sebenarnya bisa melakukan pengecekan mandiri dengan melihat informasi tertera di buku manual.
Namun kendaraan lawas produksi 2000 dan sebelumnya kemungkinan besar tidak kompatibel menenggak BBM E10.
Lain cerita di motor. Menurut Iman, sepeda motor justru memiliki teknologi yang lebih maju di Indonesia sehingga lebih siap menghadapi penerapan penggunaan bensin beretanol.
Sebagai catatan motor dimaksud adalah motor keluaran terkini atau minimal diproduksi di atas tahun 2000-an.
“Mereka sudah memakai katalis three-way, katalis yang menurunkan emisi gas buang. Mobil belum ada,” kata Iman.
Tetapi hingga saat ini belum banyak pabrikan kendaraan buka suara mengenai kesiapan penerapan BBM E10.
Salah satu manufaktur kendaraan yakni Toyota menegaskan lini kendaraannya yang diproduksi di atas tahun 2010 memenuhi kriteria untuk menggunakan bensin campuran etanol.
Perlu ada koordinasi antara semua pemangku kepentingan serta masyarakat, agar implementasi BBM E10 tidak menimbulkan ketakutan di kalangan pengguna kendaraan.
“(Pemerintah) lakukan koordinasi, bikin roadmap yang bisa dijalankan,” tegas Iman.
Sekadar informasi, BBM dengan kandungan etanol diyakini menghasilkan berbagai dampak positif bagi kendaraan maupun lingkungan.
Campuran etanol 10 persen membantu menambah persentase RON atau kualitas bahan bakar tetapi sekaligus menurunkan emisi gas buang.
Namun berbagai pihak meyakini harga BBM E10 di awal penerapannya bakal dijual lebih mahal dari bensin konvensional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan
23 Oktober 2026, 11:00 WIB
AiMOGA Robotics, perusahaan robotik dari Chery Group resmi membuka pemesanan untuk robot pintar Mobo
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global