Indonesia Wajib Impor 1 Juta Ton Etanol dari AS, Ini Aturannya
23 Februari 2026, 15:00 WIB
Bensin campuran etanol diklaim membantu menurunkan emisi gas buang, namun ada beberapa dampak negatif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penerapan bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10 menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu menurunkan emisi gas buang.
Tidak hanya itu, etanol yang dibuat dari bahan organik juga disebut mampu meningkatkan kualitas bensin serta mengurangi kandungan sulfur.
Di beberapa negara lain, rasio etanolnya sudah lebih besar di atas 80 persen. Sementara sebagai awalan, di dalam negeri angkanya adalah 10 persen.
Jadi hal yang tepat sebab ada banyak persiapan perlu dilakukan terutama kesiapan lini kendaraan yang sudah beredar di jalan rata saat ini.
Etanol 10 persen dinilai tidak terlalu signifikan menaikkan kadar oktan. Lalu ada beberapa sisi negatif, patut jadi perhatian.
“Downside sebenarnya yang paling besar, sudah pasti dia agak boros sedikit. Terus mesin mobil lebih panas,” kata Lung Lung, owner Dokter Mobil saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (23/10).
Namun dia menegaskan dampak tersebut tidak terlalu masif atau sampai di titik merusak.
Perlu diketahui bahwa etanol membantu menurunkan emisi karbon dioksida. Kemudian mengandung oksigen, meningkatkan Air Fuel Ratio dan membuat mesin panas.
Penyimpanan bensin harus diperhatikan sebab etanol bersifat higroskopis atau menyerap air.
Apabila partikel air banyak masuk ke bensin maka kadar oktan pada bahan bakar etanol bakal ikut turun. Lalu berpotensi menimbulkan karat pada tangki bensin.
“Sehingga kalau bisa, bensin (di tangki) itu selalu (terisi) penuh,” kata Lung Lung.
Oleh karena itu sebelum penggunaan bensin campuran etanol dibuat masif, produsen juga perlu memperhatikan kesiapan lini kendaraannya.
Belum banyak manufaktur yang mengumumkan bahwa kendaraannya aman menenggak etanol.
Namun salah satu pabrikan asal Jepang yakni Toyota menegaskan lini mobil mereka dengan tahun produksi di atas 2010 kompatibel dengan E10.
Toyota sendiri juga cukup dikenal karena inovasinya menghadirkan mobil berteknologi flexy fuel.
Masih dalam tahap uji coba dan studi, model Toyota seperti Kijang Innova Zenix Flexy Fuel mampu ditenagai bensin campuran etanol 85 persen atau E85.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 15:00 WIB
09 Desember 2025, 10:00 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
11 November 2025, 15:00 WIB
10 November 2025, 13:00 WIB
Terkini
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong motorsport Tanah Air melalui gelaran GT World Challenge Asia 2026
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Chery berusaha untuk menghadirkan berbagai produk unggulan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Pertamina menaikkan sejumlah harga BBM non-subsidi BBM hari ini, mulai dari Pertamax Turbo, Dexlite hingga Dex
04 Mei 2026, 06:56 WIB
ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa mengurangi kemacetan di beberapa jalan protokol
03 Mei 2026, 17:00 WIB
Otospector meluncurkan layanan bursa mobil bekas untuk memperkuat ekosistem otomotif dan bisnis berbisnis daring
03 Mei 2026, 14:16 WIB
Lepas mengusung LEX Platform untuk seluruh produk mereka, seperti pada mobil listrik E4 yang akan dijual
02 Mei 2026, 17:04 WIB
KatadataOTO mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung SUV offroad premium Jetour G700 di trek terbatas
02 Mei 2026, 09:00 WIB
Dani Pedrosa memprediksi Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, bakal bersaing ketat hingga akhir musim MotoGP 2026