Fitur Seperti Mobil Mewah, Chery Q Semakin Bikin Rival Ketar-ketir
31 Juli 2026, 12:48 WIB
Konsumen tidak perlu khawatir, Chery sebut produknya di Indonesia aman konsumsi bahan bakar campuran etanol
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) campuran etanol jadi perhatian pengguna kendaraan bermotor.
Pasalnya tanpa kesiapan tangki dan mesin kendaraan, BBM campuran etanol berpeluang menimbulkan masalah baru baik pada motor maupun mobil.
Namun perlu diketahui bahwa rencana penggunaan campuran 10 persen etanol pada bensin bukanlah hal baru.
Ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi. Namun mulai kembali jadi pembicaraan baru-baru ini.
Tanpa adanya edukasi terarah dan kepastian kesiapan ekosistem, implementasi BBM campuran etanol 10 persen alias E10 tentu jadi hal mengkhawatirkan bagi banyak pihak.
Menanggapi hal tersebut, beberapa merek otomotif termasuk Chery menegaskan lini kendaraannya dibekali spesifikasi kompatibel menenggak bensin campuran etanol.
“Pada intinya produk Chery yang dipasarkan di Indonesia itu konsumen tidak perlu khawatir. Sudah mendukung baik E20 atau apapun itu,” kata Budi Darmawan, Country Vice President PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Jakarta belum lama ini.
Patut diketahui, lini kendaraan Chery diklaim bekerja dengan baik di Thailand di mana bahan bakar etanol sudah mulai digunakan.
Tampaknya tidak terkecuali unit yang dijual di Indonesia. Bahkan di atas kertas mobil Chery diklaim dapat menenggak bahan bakar campuran etanol 20 persen sampai 100 persen.
Oleh karena itu pihak Chery menegaskan konsumen tidak perlu khawatir menghadapi penerapan bensin campuran etanol 10 persen alias E10.
“Kami akan terus melakukan update dan perkembangan sesuai keputusan yang dilakukan oleh pemerintah,” tegas Budi.
Sekadar informasi, etanol pada bensin memiliki sifat higroskopis atau menyerap. Hal ini membuat pemilik kendaraan menjadi was-was.
Apalagi jika tangki bensin pada kendaraan tidak diformulasikan untuk menyimpan bensin campuran etanol. Salah satu dampaknya adalah terjadi karat pada komponen itu.
Agar tidak menimbulkan kekhawatiran di antara para pengguna kendaraan bermotor, pemerintah diharapkan buat melakukan transisi terlebih dulu dan memulai penerapan E10 dengan edukasi.
Kemudian kesiapan ekosistem seperti material tangki tanam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan metode penyimpanan E10 juga harus sesuai standar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 08:00 WIB
29 Juli 2026, 17:28 WIB
21 Juli 2026, 23:36 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 12:00 WIB
All New Kia Seltos resmi dipasarkan dengan harga Rp 359 juta yang membuatnya lebih murah daripada Xforce
01 Agustus 2026, 11:00 WIB
Changan Nevo Q05 dirancang untuk menjadi SUV listrik kompak yang praktis, lincah, namun tetap kaya akan fitur
01 Agustus 2026, 10:00 WIB
Isuzu ELF NLR disulap untuk menjadi campervan dan memenuhi kebutuhan pemilik konten JAJAGO di Indonesia
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
Jaecoo memperkenalkan fitur SIVP untuk pertama kalinya di Indonesia serta diimplementasikan di J7 SIVP
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai luncurkan deretan kendaraan elektrifikasi mulai Hyundai Staria EV, Ioniq 9 hingga Neira Prototype
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
Toyota Indonesia menawarkan beragam solusi teknologi kendaraan-kendaraan mulai ICE, HEV, BEV hingga FFV
31 Juli 2026, 19:23 WIB
BMW meramaikan pasar mobil listrik dengan memasarkan iX3 untuk para konsumen mereka di ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 19:21 WIB
V-KOOL varian terbaru di GIIAS 2026 untuk menyasar konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada mobil