Tiga Kelebihan Chery Q, Mobil Listrik Praktis Tanpa Range Anxiety
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Konsumen tidak perlu khawatir, Chery sebut produknya di Indonesia aman konsumsi bahan bakar campuran etanol
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) campuran etanol jadi perhatian pengguna kendaraan bermotor.
Pasalnya tanpa kesiapan tangki dan mesin kendaraan, BBM campuran etanol berpeluang menimbulkan masalah baru baik pada motor maupun mobil.
Namun perlu diketahui bahwa rencana penggunaan campuran 10 persen etanol pada bensin bukanlah hal baru.
Ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi. Namun mulai kembali jadi pembicaraan baru-baru ini.
Tanpa adanya edukasi terarah dan kepastian kesiapan ekosistem, implementasi BBM campuran etanol 10 persen alias E10 tentu jadi hal mengkhawatirkan bagi banyak pihak.
Menanggapi hal tersebut, beberapa merek otomotif termasuk Chery menegaskan lini kendaraannya dibekali spesifikasi kompatibel menenggak bensin campuran etanol.
“Pada intinya produk Chery yang dipasarkan di Indonesia itu konsumen tidak perlu khawatir. Sudah mendukung baik E20 atau apapun itu,” kata Budi Darmawan, Country Vice President PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Jakarta belum lama ini.
Patut diketahui, lini kendaraan Chery diklaim bekerja dengan baik di Thailand di mana bahan bakar etanol sudah mulai digunakan.
Tampaknya tidak terkecuali unit yang dijual di Indonesia. Bahkan di atas kertas mobil Chery diklaim dapat menenggak bahan bakar campuran etanol 20 persen sampai 100 persen.
Oleh karena itu pihak Chery menegaskan konsumen tidak perlu khawatir menghadapi penerapan bensin campuran etanol 10 persen alias E10.
“Kami akan terus melakukan update dan perkembangan sesuai keputusan yang dilakukan oleh pemerintah,” tegas Budi.
Sekadar informasi, etanol pada bensin memiliki sifat higroskopis atau menyerap. Hal ini membuat pemilik kendaraan menjadi was-was.
Apalagi jika tangki bensin pada kendaraan tidak diformulasikan untuk menyimpan bensin campuran etanol. Salah satu dampaknya adalah terjadi karat pada komponen itu.
Agar tidak menimbulkan kekhawatiran di antara para pengguna kendaraan bermotor, pemerintah diharapkan buat melakukan transisi terlebih dulu dan memulai penerapan E10 dengan edukasi.
Kemudian kesiapan ekosistem seperti material tangki tanam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan metode penyimpanan E10 juga harus sesuai standar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Mei 2026, 19:57 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
24 Mei 2026, 18:03 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Juni 2026, 11:02 WIB
AHRT berhassil menggondol tiga podium pada balapan FIM ARRC 2026 yang kali ini bertempat di Motegi, Jepang
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk melayani para pengendara
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Aturan rutin di jam kerja bernama Ganjil genap Jakarta kembali berlaku meskipun pada Selasa kembali libur
15 Juni 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi terbatas, berikut informasi lengkap terkait fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
14 Juni 2026, 20:00 WIB
BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik
14 Juni 2026, 18:27 WIB
Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia
13 Juni 2026, 21:35 WIB
Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026