Chery Omoda 5 Recall di Malaysia, Konsumen di RI Bisa Cek Unit
13 Oktober 2026, 17:05 WIB
Konsumen tidak perlu khawatir, Chery sebut produknya di Indonesia aman konsumsi bahan bakar campuran etanol
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) campuran etanol jadi perhatian pengguna kendaraan bermotor.
Pasalnya tanpa kesiapan tangki dan mesin kendaraan, BBM campuran etanol berpeluang menimbulkan masalah baru baik pada motor maupun mobil.
Namun perlu diketahui bahwa rencana penggunaan campuran 10 persen etanol pada bensin bukanlah hal baru.
Ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi. Namun mulai kembali jadi pembicaraan baru-baru ini.
Tanpa adanya edukasi terarah dan kepastian kesiapan ekosistem, implementasi BBM campuran etanol 10 persen alias E10 tentu jadi hal mengkhawatirkan bagi banyak pihak.
Menanggapi hal tersebut, beberapa merek otomotif termasuk Chery menegaskan lini kendaraannya dibekali spesifikasi kompatibel menenggak bensin campuran etanol.
“Pada intinya produk Chery yang dipasarkan di Indonesia itu konsumen tidak perlu khawatir. Sudah mendukung baik E20 atau apapun itu,” kata Budi Darmawan, Country Vice President PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Jakarta belum lama ini.
Patut diketahui, lini kendaraan Chery diklaim bekerja dengan baik di Thailand di mana bahan bakar etanol sudah mulai digunakan.
Tampaknya tidak terkecuali unit yang dijual di Indonesia. Bahkan di atas kertas mobil Chery diklaim dapat menenggak bahan bakar campuran etanol 20 persen sampai 100 persen.
Oleh karena itu pihak Chery menegaskan konsumen tidak perlu khawatir menghadapi penerapan bensin campuran etanol 10 persen alias E10.
“Kami akan terus melakukan update dan perkembangan sesuai keputusan yang dilakukan oleh pemerintah,” tegas Budi.
Sekadar informasi, etanol pada bensin memiliki sifat higroskopis atau menyerap. Hal ini membuat pemilik kendaraan menjadi was-was.
Apalagi jika tangki bensin pada kendaraan tidak diformulasikan untuk menyimpan bensin campuran etanol. Salah satu dampaknya adalah terjadi karat pada komponen itu.
Agar tidak menimbulkan kekhawatiran di antara para pengguna kendaraan bermotor, pemerintah diharapkan buat melakukan transisi terlebih dulu dan memulai penerapan E10 dengan edukasi.
Kemudian kesiapan ekosistem seperti material tangki tanam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan metode penyimpanan E10 juga harus sesuai standar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 17:05 WIB
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
06 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 18:13 WIB
27 September 2026, 17:50 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9