Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Tidak sembarangan, penerapan BBM campuran etanol 10 persen atau E10 harus memperhatikan ekosistem pendukung
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan emisi gas buang di dalam negeri.
Di negara seperti Thailand, campuran etanol di BBM sudah jadi hal lazim. Meskipun begitu, tetap ada beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya optimal.
Perlu diingat, tidak semua kendaraan dapat mengakomodir bahan bakar campuran etanol E10 seperti yang ingin diterapkan oleh pemerintah.
Sehingga sebelum E10 digunakan di Indonesia, ada beberapa hal wajib dipersiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait termasuk produsen mobil.
Pengamat menilai sejumlah mobil hasil produksi sebelum 2010 hanya kompatibel sampai E5 atau bahan bakar campuran etanol lima persen.
Apabila ingin menggunakan E10, maka ada banyak komponen kendaraan yang perlu diganti.
Patut jadi perhatian sebab masih ada banyak pengguna kendaraan lawas di Indonesia.
“Ada sekitar 137,4 juta unit sepeda motor dan 20,1 juta unit mobil penumpang. Lebih dari 90 persennya adalah kendaraan lawas,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut Yannes, komponen karet pada selang BBM di mobil lawas belum kompatibel dengan material etanol.
Sehingga jika dipaksakan justru dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan kinerja mobil.
Tidak hanya kendaraan, tangki bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus menggunakan material khusus.
“Tangki tanam BBM pada banyak SPBU yang materialnya logam juga membutuhkan stabilizer anti-oksidan,” tegas Yannes.
Oleh karena itu meskipun BBM E10 ke atas disebut memiliki dampak baik terhadap lingkungan, imbasnya ke kendaraan juga harus menjadi perhatian.
Kesesuaian tangki bensin serta kesiapan infrastruktur SPBU menjadi krusial agar E10 dapat diterapkan dengan baik.
Tanpa transisi, persiapan ekosistem dan edukasi ke masyarakat maka implementasi bahan bakar campuran etanol di Indonesia masih akan sulit dilakukan.
“Pemerintah perlu berkolaborasi dengan semua Agen Pemegang Merek (APM) agar proses transisinya berlangsung mulus,” tegas Yannes.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang