Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Tidak sembarangan, penerapan BBM campuran etanol 10 persen atau E10 harus memperhatikan ekosistem pendukung
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan emisi gas buang di dalam negeri.
Di negara seperti Thailand, campuran etanol di BBM sudah jadi hal lazim. Meskipun begitu, tetap ada beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya optimal.
Perlu diingat, tidak semua kendaraan dapat mengakomodir bahan bakar campuran etanol E10 seperti yang ingin diterapkan oleh pemerintah.
Sehingga sebelum E10 digunakan di Indonesia, ada beberapa hal wajib dipersiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait termasuk produsen mobil.
Pengamat menilai sejumlah mobil hasil produksi sebelum 2010 hanya kompatibel sampai E5 atau bahan bakar campuran etanol lima persen.
Apabila ingin menggunakan E10, maka ada banyak komponen kendaraan yang perlu diganti.
Patut jadi perhatian sebab masih ada banyak pengguna kendaraan lawas di Indonesia.
“Ada sekitar 137,4 juta unit sepeda motor dan 20,1 juta unit mobil penumpang. Lebih dari 90 persennya adalah kendaraan lawas,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut Yannes, komponen karet pada selang BBM di mobil lawas belum kompatibel dengan material etanol.
Sehingga jika dipaksakan justru dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan kinerja mobil.
Tidak hanya kendaraan, tangki bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus menggunakan material khusus.
“Tangki tanam BBM pada banyak SPBU yang materialnya logam juga membutuhkan stabilizer anti-oksidan,” tegas Yannes.
Oleh karena itu meskipun BBM E10 ke atas disebut memiliki dampak baik terhadap lingkungan, imbasnya ke kendaraan juga harus menjadi perhatian.
Kesesuaian tangki bensin serta kesiapan infrastruktur SPBU menjadi krusial agar E10 dapat diterapkan dengan baik.
Tanpa transisi, persiapan ekosistem dan edukasi ke masyarakat maka implementasi bahan bakar campuran etanol di Indonesia masih akan sulit dilakukan.
“Pemerintah perlu berkolaborasi dengan semua Agen Pemegang Merek (APM) agar proses transisinya berlangsung mulus,” tegas Yannes.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026