Harga BBM Diesel Pertamina Melambung, Ikuti BP AKR dan ViVo
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Tidak sembarangan, penerapan BBM campuran etanol 10 persen atau E10 harus memperhatikan ekosistem pendukung
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan emisi gas buang di dalam negeri.
Di negara seperti Thailand, campuran etanol di BBM sudah jadi hal lazim. Meskipun begitu, tetap ada beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya optimal.
Perlu diingat, tidak semua kendaraan dapat mengakomodir bahan bakar campuran etanol E10 seperti yang ingin diterapkan oleh pemerintah.
Sehingga sebelum E10 digunakan di Indonesia, ada beberapa hal wajib dipersiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait termasuk produsen mobil.
Pengamat menilai sejumlah mobil hasil produksi sebelum 2010 hanya kompatibel sampai E5 atau bahan bakar campuran etanol lima persen.
Apabila ingin menggunakan E10, maka ada banyak komponen kendaraan yang perlu diganti.
Patut jadi perhatian sebab masih ada banyak pengguna kendaraan lawas di Indonesia.
“Ada sekitar 137,4 juta unit sepeda motor dan 20,1 juta unit mobil penumpang. Lebih dari 90 persennya adalah kendaraan lawas,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut Yannes, komponen karet pada selang BBM di mobil lawas belum kompatibel dengan material etanol.
Sehingga jika dipaksakan justru dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan kinerja mobil.
Tidak hanya kendaraan, tangki bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus menggunakan material khusus.
“Tangki tanam BBM pada banyak SPBU yang materialnya logam juga membutuhkan stabilizer anti-oksidan,” tegas Yannes.
Oleh karena itu meskipun BBM E10 ke atas disebut memiliki dampak baik terhadap lingkungan, imbasnya ke kendaraan juga harus menjadi perhatian.
Kesesuaian tangki bensin serta kesiapan infrastruktur SPBU menjadi krusial agar E10 dapat diterapkan dengan baik.
Tanpa transisi, persiapan ekosistem dan edukasi ke masyarakat maka implementasi bahan bakar campuran etanol di Indonesia masih akan sulit dilakukan.
“Pemerintah perlu berkolaborasi dengan semua Agen Pemegang Merek (APM) agar proses transisinya berlangsung mulus,” tegas Yannes.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
31 Mei 2026, 15:49 WIB
Pemutihan pajak kendaraan bermotor diberikan kepada masyarakat guna memeriahkan hari jadi DKI Jakarta ke-499
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik kompak Changan Nevo Q05 baru-baru ini debut lebih dulu di Thailand dengan harga kompetitif
30 Mei 2026, 20:44 WIB
Raul Fernandez berhasil menjadi pemenang sesi sprint race MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello hari ini
30 Mei 2026, 13:03 WIB
Honda Racing Indonesia kedatangan satu pembalap baru untuk menyambut musim balap 2026 agar kompetitif
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini