Perang Iran Buat Ekspor Mobil Cina Melonjak, EV Jadi Pilihan
13 April 2026, 11:00 WIB
Tidak sembarangan, penerapan BBM campuran etanol 10 persen atau E10 harus memperhatikan ekosistem pendukung
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Wacana penerapan bahan bakar minyak atau BBM dengan kandungan etanol menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan emisi gas buang di dalam negeri.
Di negara seperti Thailand, campuran etanol di BBM sudah jadi hal lazim. Meskipun begitu, tetap ada beberapa hal perlu diperhatikan agar penerapannya optimal.
Perlu diingat, tidak semua kendaraan dapat mengakomodir bahan bakar campuran etanol E10 seperti yang ingin diterapkan oleh pemerintah.
Sehingga sebelum E10 digunakan di Indonesia, ada beberapa hal wajib dipersiapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait termasuk produsen mobil.
Pengamat menilai sejumlah mobil hasil produksi sebelum 2010 hanya kompatibel sampai E5 atau bahan bakar campuran etanol lima persen.
Apabila ingin menggunakan E10, maka ada banyak komponen kendaraan yang perlu diganti.
Patut jadi perhatian sebab masih ada banyak pengguna kendaraan lawas di Indonesia.
“Ada sekitar 137,4 juta unit sepeda motor dan 20,1 juta unit mobil penumpang. Lebih dari 90 persennya adalah kendaraan lawas,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Menurut Yannes, komponen karet pada selang BBM di mobil lawas belum kompatibel dengan material etanol.
Sehingga jika dipaksakan justru dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan kinerja mobil.
Tidak hanya kendaraan, tangki bensin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus menggunakan material khusus.
“Tangki tanam BBM pada banyak SPBU yang materialnya logam juga membutuhkan stabilizer anti-oksidan,” tegas Yannes.
Oleh karena itu meskipun BBM E10 ke atas disebut memiliki dampak baik terhadap lingkungan, imbasnya ke kendaraan juga harus menjadi perhatian.
Kesesuaian tangki bensin serta kesiapan infrastruktur SPBU menjadi krusial agar E10 dapat diterapkan dengan baik.
Tanpa transisi, persiapan ekosistem dan edukasi ke masyarakat maka implementasi bahan bakar campuran etanol di Indonesia masih akan sulit dilakukan.
“Pemerintah perlu berkolaborasi dengan semua Agen Pemegang Merek (APM) agar proses transisinya berlangsung mulus,” tegas Yannes.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
17 April 2026, 07:42 WIB
Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang
17 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home
17 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih menjadi salah satu alternatif jika masyarakat ingin mengurus dokumen berkendara
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026