Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Airlangga tunggu Chery investasi lebih di Indonesia mengingat pemerintah telah mengucurkan banyak insentif
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Setelah pemerintah memberikan beragam insentif untuk memajukan kendaraan listrik, Indonesia semakin dilirik oleh banyak produsen otomotif. Beberapa perusahaan mulai mengucurkan investasi agar bisa berkompetisi di Tanah Air.
Salah satunya adalah Chery Motor Indonesia yang telah memproduksi kendaraan listrik. Namun bagi pemerintah langkah tersebut masih bisa ditingkatkan lagi.
“Saya berharap pada Chery Indonesia mempertimbangkan produksi mobil listrik di Indonesia sebagai basis ekspor antara lain untuk market Vietnam, Filipina serta Australia. Maka itu kami tunggu peluncuran produk dan investasi lanjutan,” tegas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (02/12)
Menurut Ketua Umum partai Golkar tersebut ekosistem kendaraan listrik dan baterai di Indonesia sudah sangat besar. Maka wajar bila Airlangga tunggu Chery untuk berinvestasi lebih besar.
“Pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) saat ini mendapat momentum baik karena Indonesia yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia,” tegas Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di laman ekon.go.id.
Sumber daya alam tersebut merupakan bahan baku dari baterai kendaraan listrik sehingga biaya pembuatan lebih kompetitif.
Sebelumnya diberitakan bahwa mobil listrik perdana Chery Omoda E5 sudah mulai diproduksi lokasi Pabrikan asal China tersebut memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh PT Handal Motor Indonesia dengan kapasitas produksi 2.000 unit per bulan.
Chery pun menegaskan komitmen untuk tidak sekedar menjual Omoda E5 di pasar domestik tetapi juga beberapa negara tetangga. Dikarenakan Indonesia akan menjadi basis produksi mobil setir kanan.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data Gaikindo, wholesales kendaraan bermotor roda empat atau lebih dari Januari hingga Oktober 2023 mencapai 836.048 unit. Kemudian kinerja ekspor sebanyak 426.381 unit.
Perkembangan Electric Vehicle di Indonesia pun diyakini semakin masif seiring mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik. Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik tercatat mencapai sebesar 11.916 unit.
Angka tinggi di atas disebabkan insentif dari pemerintah guna mempercepat implementasi KBLBB. Untuk sepeda motor insentif yang diberikan adalah Rp7 juta.
Sementara mobil listrik akan diberikan insentif PPN sebesar 10 persen dan bus listrik sebanyak 5 persen. Diharapkan masyarakat tertarik berpindah dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026