10 Mobil Listrik Terlaris November 2025, Jaecoo Masuk Tiga Besar
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Airlangga tunggu Chery investasi lebih di Indonesia mengingat pemerintah telah mengucurkan banyak insentif
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Setelah pemerintah memberikan beragam insentif untuk memajukan kendaraan listrik, Indonesia semakin dilirik oleh banyak produsen otomotif. Beberapa perusahaan mulai mengucurkan investasi agar bisa berkompetisi di Tanah Air.
Salah satunya adalah Chery Motor Indonesia yang telah memproduksi kendaraan listrik. Namun bagi pemerintah langkah tersebut masih bisa ditingkatkan lagi.
“Saya berharap pada Chery Indonesia mempertimbangkan produksi mobil listrik di Indonesia sebagai basis ekspor antara lain untuk market Vietnam, Filipina serta Australia. Maka itu kami tunggu peluncuran produk dan investasi lanjutan,” tegas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (02/12)
Menurut Ketua Umum partai Golkar tersebut ekosistem kendaraan listrik dan baterai di Indonesia sudah sangat besar. Maka wajar bila Airlangga tunggu Chery untuk berinvestasi lebih besar.
“Pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) saat ini mendapat momentum baik karena Indonesia yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia,” tegas Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di laman ekon.go.id.
Sumber daya alam tersebut merupakan bahan baku dari baterai kendaraan listrik sehingga biaya pembuatan lebih kompetitif.
Sebelumnya diberitakan bahwa mobil listrik perdana Chery Omoda E5 sudah mulai diproduksi lokasi Pabrikan asal China tersebut memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh PT Handal Motor Indonesia dengan kapasitas produksi 2.000 unit per bulan.
Chery pun menegaskan komitmen untuk tidak sekedar menjual Omoda E5 di pasar domestik tetapi juga beberapa negara tetangga. Dikarenakan Indonesia akan menjadi basis produksi mobil setir kanan.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data Gaikindo, wholesales kendaraan bermotor roda empat atau lebih dari Januari hingga Oktober 2023 mencapai 836.048 unit. Kemudian kinerja ekspor sebanyak 426.381 unit.
Perkembangan Electric Vehicle di Indonesia pun diyakini semakin masif seiring mengalirnya investasi dari pabrikan kendaraan listrik. Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik tercatat mencapai sebesar 11.916 unit.
Angka tinggi di atas disebabkan insentif dari pemerintah guna mempercepat implementasi KBLBB. Untuk sepeda motor insentif yang diberikan adalah Rp7 juta.
Sementara mobil listrik akan diberikan insentif PPN sebesar 10 persen dan bus listrik sebanyak 5 persen. Diharapkan masyarakat tertarik berpindah dari kendaraan konvensional ke elektrifikasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Desember 2025, 13:00 WIB
11 Desember 2025, 11:00 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
10 Desember 2025, 09:00 WIB
09 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Jaecoo J5 EV mulai didistribusikan ke konsumen, masuk tiga besar mobil listrik terlaris pada November 2025
11 Desember 2025, 12:00 WIB
Salah satu diskon motor matic Honda yang bisa dimanfaatkan jelang Nataru adalah untuk pembelian Vario 160
11 Desember 2025, 11:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Mitsubishi Fuso Canter menjadi andalan PT Superior Prima Sukses untuk mendistribusikan hasil produksi mereka
11 Desember 2025, 09:00 WIB
Kemenhub menghadirkan program mudik gratis untuk menurunkan risiko kecelakaan yang biasa terjadi di jalan
11 Desember 2025, 08:00 WIB
Penjualan Polytron yang hanya ratusan unit membuat mereka lebih realistis dalam menjual mobil listrik
11 Desember 2025, 07:00 WIB
BYD Atto 1 masih jadi mobil terlaris November 2025 dengan wholesales mencapai 8.333 unit, unggul dari Toyota Avanza
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi apabial terlambat, SIM dapat diperpanjang di layanan SIM keliling Jakarta hari ini