Harga Pikap di RI Dinilai Mahal, Ini Respons Gaikindo
25 Februari 2026, 09:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor truk dan pikap sebanyak 105.000 unit dari India tengah mencuri perhatian. PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan salah satu alasannya adalah minimnya opsi pikap 4x4 di Indonesia.
Saat ini industri otomotif dalam negeri disebut mampu memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih. Hanya saja mayoritas produknya berpenggerak 4x2.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan mobil pikap 4x2 masih lebih diminati konsumen dibandingkan 4x4.
Produksi model dengan spesifikasi tertentu di segmen kendaraan niaga akan melihat permintaan dari pasar terlebih dulu.
“Jadi (pikap) 4x4 pernah dibuat, tetapi pasarnya tidak mencukupi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, belum lama ini.
Ia melanjutkan pikap 4x4 digunakan oleh konsumen di industri perkebunan dan pertambangan. Hanya saja jumlahnya tidak bisa dibilang masif.
Sejumlah pabrikan akhirnya lebih pilih menawarkan karoseri dan opsi konversi atau modifikasi sesuai kebutuhan konsumen.
“Tetapi yang paling banyak adalah pikap dan ini cukup berkembang,” ungkap Putu.
Pikap produksi dalam negeri juga punya komponen atau spare parts yang lebih mudah dicari, sehingga memudahkan konsumen.
Kemudian jaringan diler beragam merek pikap di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, membuat konsumen tidak perlu repot mencari outlet untuk servis dan perbaikan.
“Light Truck ini kandungan lokalnya cukup tinggi, jadi itu sudah di atas 42 persen,” tegas dia.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyorot alasan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor ribuan truk dan pikap dari India.
Pihak GIAMM menilai selain kapasitas dalam negeri masih mumpuni, pikap 4x2 masih punya kapabilitas mengakomodir mobilitas di berbagai kondisi jalan.
“Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Dari segi harga, pikap 4x2 ditawarkan dengan harga lebih kompetitif. Pikap 4x4 mahal karena dibebankan pajak tinggi.
Imbas polemik itu, DPR menyarankan keputusan impor pikap buat Koperasi Merah Putih ditunda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Februari 2026, 09:00 WIB
25 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 16:28 WIB
24 Februari 2026, 15:10 WIB
24 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga
25 Februari 2026, 08:00 WIB
Hanya ada tiga mobil senilai Rp 250 juta dilaporkan oleh Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim pada laman LHKPN
25 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut bos Agrinas Pangan Nusantara, impor pikap harus dijalankan demi memenuhi kebutuhan para petani
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan secara ketat karena mobilitas tetap tinggi di bukan Ramadan
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian coba memfasilitas kebutuhan pengendara di Kota Kembang, seperti menghadirkan SIM keliling Bandung
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta hanya dapat melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, simak syaratnya
24 Februari 2026, 19:01 WIB
Mobil yang diyakini Toyota Land Cruiser FJ terdaftar di DJKI, namun dikabarkan debut di Thailand lebih dulu
24 Februari 2026, 17:37 WIB
Modifikasi Harley-Davidson Road Glide ini hasil karya dari MWM Custom yang dipajang di IIMS 2026 lalu