GIIAS 2026 Tampilkan 10 Merek Baru, Panggung Debut Internasional
13 Juli 2026, 18:43 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor truk dan pikap sebanyak 105.000 unit dari India tengah mencuri perhatian. PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan salah satu alasannya adalah minimnya opsi pikap 4x4 di Indonesia.
Saat ini industri otomotif dalam negeri disebut mampu memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih. Hanya saja mayoritas produknya berpenggerak 4x2.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan mobil pikap 4x2 masih lebih diminati konsumen dibandingkan 4x4.
Produksi model dengan spesifikasi tertentu di segmen kendaraan niaga akan melihat permintaan dari pasar terlebih dulu.
“Jadi (pikap) 4x4 pernah dibuat, tetapi pasarnya tidak mencukupi,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum Gaikindo di Jakarta, belum lama ini.
Ia melanjutkan pikap 4x4 digunakan oleh konsumen di industri perkebunan dan pertambangan. Hanya saja jumlahnya tidak bisa dibilang masif.
Sejumlah pabrikan akhirnya lebih pilih menawarkan karoseri dan opsi konversi atau modifikasi sesuai kebutuhan konsumen.
“Tetapi yang paling banyak adalah pikap dan ini cukup berkembang,” ungkap Putu.
Pikap produksi dalam negeri juga punya komponen atau spare parts yang lebih mudah dicari, sehingga memudahkan konsumen.
Kemudian jaringan diler beragam merek pikap di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, membuat konsumen tidak perlu repot mencari outlet untuk servis dan perbaikan.
“Light Truck ini kandungan lokalnya cukup tinggi, jadi itu sudah di atas 42 persen,” tegas dia.
Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyorot alasan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor ribuan truk dan pikap dari India.
Pihak GIAMM menilai selain kapasitas dalam negeri masih mumpuni, pikap 4x2 masih punya kapabilitas mengakomodir mobilitas di berbagai kondisi jalan.
“Saya rasa kalau dilihat jalanan Indonesia mayoritas membutuhkan 4x2,” kata Rachmat Basuki, Sekretaris Jenderal GIAMM saat dihubungi KatadataOTO.
Dari segi harga, pikap 4x2 ditawarkan dengan harga lebih kompetitif. Pikap 4x4 mahal karena dibebankan pajak tinggi.
Imbas polemik itu, DPR menyarankan keputusan impor pikap buat Koperasi Merah Putih ditunda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 18:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
04 Juli 2026, 19:15 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Terkini
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2026 dibuka untuk publik mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026
13 Juli 2026, 13:00 WIB
Wuling Aira ev menjadi lini elektrifikasi pelengkap Air ev, incar konsumen dengan mobilitas di area perkotaan
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Para masyarakat memanfaatkan fitur V2L pada mobil listrik dan hybrid mereka sebagai sumber energi saat banjir
13 Juli 2026, 07:00 WIB
Harga Wuling Aira ev diumumkan di ajang GIIAS 2026 pada akhir Juli, sudah bisa dipesan di diler terdekat
13 Juli 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir pekan, pengguna kendaraan roda empat tetap patut waspada dengan aturan ganjil genap Jakarta
13 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dimanfaatkan hari ini di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya