Double Cabin Baru BYD Siap Meluncur, Berjenis PHEV
14 April 2026, 07:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Proses impor pikap dari India terus berjalan. Hal ini tentu menjadi sorotan banyak pihak.
Salah satunya datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mengaku tengah mengawasi pembelian kendaraan niaga tersebut untuk Koperasi Merah Putih.
“Ya kami sifatnya melihat, selama itu masih sifatnya potensi,” ungkap Setyo Budiyanto, Ketua KPK di Antara, Rabu (25/02).
Ia menjelaskan, pengawasan impor pikap sebanyak 105 ribu unit ini melalui asesmen risiko korupsi atau risk corruption assessment (RCA).
Setyo menuturkan, penilaian oleh KPK dilakukan dalam konteks pencegahan korupsi. Sehingga ke depan tidak terjadi sebuah permasalahan.
Lebih jauh disebutkan, KPK tetap mengawasi langkah-langkah berikutnya dari Agrinas Pangan Nusantara.
Selain itu turut memantau pergerakan pemerintah, setelah pimpinan DPR RI menyarankan agar pengadaan pikap dari India tersebut ditunda terlebih dahulu.
“Saya kira pemerintah sudah tahu apa yang terbaik untuk menjaga agar program strategis ini bisa berjalan dengan baik, berguna dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat,” tegas Setyo.
Sebagai informasi, Agrinas Pangan Nusantara akan tetap melanjutkan proses impor pikap dari produsen Mahindra & Mahindra serta Tata Motors.
Hal tersebut karena sampai sekarang pemerintah belum membuat keputusan resmi. Sehingga mereka bakal memperjuangkan apa yang telah berjalan.
Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara mengaku ingin bertemu dengan para anggota DPR. Hal itu agar seluruh pihak mendapatkan informasi secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi.
Di sisi lain, menurut kabar beredar beberapa unit pikap yang diimpor dari India itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Nantinya akan ada 1.000 kendaraan komersial yang datang dari India sampai akhir Februari 2026. Jadi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Koperasi Merah Putih.
Apalagi menurut Joao, mereka sedang membangun sekitar 30.712 Koperasi Merah Putih. Kemudian yang sudah jadi berkisar 1.357 bangunan di seluruh Indonesia.
“Sehingga itu mendesak untuk segera kita suplai (kepada para petani),” kata Joao.
Joao menilai impor pikap dari Mahindra maupun Tata Motors dapat membantu mobilitas para petani.
Terutama guna mengangkut hasil pertanian. Kemudian mendistribusikannya kepada konsumen atau masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 07:00 WIB
19 Maret 2026, 09:00 WIB
06 Maret 2026, 10:00 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
27 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang
17 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih diterapkan meski Aparatur Sipil Negara tengah menjalankan kebijakan Work From Home
17 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih menjadi salah satu alternatif jika masyarakat ingin mengurus dokumen berkendara
16 April 2026, 23:19 WIB
Melalui gelaran Toyota Eco Youth, pelajar diajak mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan lingkungan
16 April 2026, 16:15 WIB
Di tengah penurunan, BYD jadi salah satu merek mobil terlaris yang catatkan tren positif penjualan Maret 2026
16 April 2026, 11:00 WIB
Pameran Busworld SEA 2026 bakal dihadiri sejumlah karoseri ternama, siap gaet pengusaha transportasi
16 April 2026, 09:00 WIB
Ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan konsumen kendaraan niaga sebelum beralih ke truk listrik
16 April 2026, 07:56 WIB
Produksi nikel asal Indonesia untuk kendaraan listrik khususnya sudah mencapai 70 persen kebutuhan pasar global