Ford Matangkan Rencana Pembangunan Pabrik di Indonesia
20 Juli 2026, 07:00 WIB
KPK memastikan proses impor pikap untuk Koperasi Merah Putih tidak menimbulkan masalah seperti kasus korupsi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Proses impor pikap dari India terus berjalan. Hal ini tentu menjadi sorotan banyak pihak.
Salah satunya datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka mengaku tengah mengawasi pembelian kendaraan niaga tersebut untuk Koperasi Merah Putih.
“Ya kami sifatnya melihat, selama itu masih sifatnya potensi,” ungkap Setyo Budiyanto, Ketua KPK di Antara, Rabu (25/02).
Ia menjelaskan, pengawasan impor pikap sebanyak 105 ribu unit ini melalui asesmen risiko korupsi atau risk corruption assessment (RCA).
Setyo menuturkan, penilaian oleh KPK dilakukan dalam konteks pencegahan korupsi. Sehingga ke depan tidak terjadi sebuah permasalahan.
Lebih jauh disebutkan, KPK tetap mengawasi langkah-langkah berikutnya dari Agrinas Pangan Nusantara.
Selain itu turut memantau pergerakan pemerintah, setelah pimpinan DPR RI menyarankan agar pengadaan pikap dari India tersebut ditunda terlebih dahulu.
“Saya kira pemerintah sudah tahu apa yang terbaik untuk menjaga agar program strategis ini bisa berjalan dengan baik, berguna dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat,” tegas Setyo.
Sebagai informasi, Agrinas Pangan Nusantara akan tetap melanjutkan proses impor pikap dari produsen Mahindra & Mahindra serta Tata Motors.
Hal tersebut karena sampai sekarang pemerintah belum membuat keputusan resmi. Sehingga mereka bakal memperjuangkan apa yang telah berjalan.
Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara mengaku ingin bertemu dengan para anggota DPR. Hal itu agar seluruh pihak mendapatkan informasi secara utuh dan tidak hanya dari satu sisi.
Di sisi lain, menurut kabar beredar beberapa unit pikap yang diimpor dari India itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Nantinya akan ada 1.000 kendaraan komersial yang datang dari India sampai akhir Februari 2026. Jadi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Koperasi Merah Putih.
Apalagi menurut Joao, mereka sedang membangun sekitar 30.712 Koperasi Merah Putih. Kemudian yang sudah jadi berkisar 1.357 bangunan di seluruh Indonesia.
“Sehingga itu mendesak untuk segera kita suplai (kepada para petani),” kata Joao.
Joao menilai impor pikap dari Mahindra maupun Tata Motors dapat membantu mobilitas para petani.
Terutama guna mengangkut hasil pertanian. Kemudian mendistribusikannya kepada konsumen atau masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juli 2026, 07:00 WIB
04 Juli 2026, 19:15 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Terkini
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus